
Hayy, aku balik lagi. Makasi yaa kalian udah selalu doain aku sehat dan semangat💋💋
moga kalian selalu disayang Allah
yuk, mari kita baca
***
Terlihat Papa Bayu, Papa Luky dan Binara masih berdiri didepan kamar perawatan Alika. Mereka setia untuk menunggu penjelasan Dokter sesaat lagi. Raut wajah tegang menghiasi mereka.
"Sabar Pah, Kakak akan baik-baik saja." ucap Binara membesarkan hati kedua Papanya itu.
Tak lama kemudian, Dokter pun keluar dari kamar dan kembali dihadang oleh pertanyaan-pertanyaan mereka yang sebentar lagi tercuat penuh ke khawatiran.
"Bagaimana Dok, keadaan anak saya?" tanya Papa Bayu.
Lagi-lagi ia membuat kedua bibir Papa Luky seketika terkatup kembali, mengurungkan niat untuk bersuara karena selakan cepat dari adiknya.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan Pak, anak Bapak cuman butuh istirahat saja, tensi darahnya sangat rendah. Jadi membuat ia begitu lemas. Luka nya juga sudah membaik, kalau keadaan tubuhnya sudah bugar. Besok juga sudah diperbolehkan untuk pulang."
"Alhamdulillah, Ya allah. Ia Dok terima kasih banyak ya." Papa Luky memunculkan rasa kelegaan di hatinya. "Berarti besok, Kak Alika dan Kak Rendi, sudah bisa pulang ya Pah." sambung Binara dengan wajah bahagia.
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi."
Mereka bertiga senyum semangat. Sepertinya kelaraan dalam keluarga mereka sudah berakhir.
Mungkin?
"Kakak nggak mau masuk kedalam, melihat keadaan Alika?" tanya Papa Bayu.
Wajah Papa Luky seketika berubah jadi rasa senang.
"Iya aku mau Bayu." tiba-tiba wajahnya berubah kembali menjadi tatapan datar dan biasa.
"Nanti saja Bayu, kamu saja duluan yang masuk. Aku disini dulu." kalimat terakhir diucapkan sangat pelan.
"Pah? nggak apa-apa ayo kita masuk, lihat dulu keadaan Kak Alika."
Dengan cepat tangan Binara diraih Papa Luky yang mau melangkah ke dalam kamar. "Binar, nanti saja. Kakakmu butuh istirahat. Takutnya dia akan shock kembali kalau melihat kedatangan kita, Nak." ucap Papa Luky lembut untuk mengingatkan putri bungsunya.
Lalu ia kembali memutar matanya untuk melihat adiknya kemudian bertutur.
"Bayu, jangan lagi paksakan Alika untuk menerima keberadaan aku dan Binar. Kesehatan dan keselamatannya sangat penting untuk aku. Tidak apa-apa jika saat ini ia masih menolak, siapa tau dengan doa-doa ku dan Binar bisa meluluhkan hatinya nanti."
"Ya, Nak. Doakan Kakakmu ya." Papa Luky merangkul Binara dan mencium rambut yang menutupi dahinya.
"Aku kembali dulu ke kamar Rendi ya. Kalau ada apa-apa dengan Alika, tolong kabari aku, Bayu."
Papa Bayu hanya mengangguk dan membiarkan Papa Luky dan Binara untuk pergi dulu dari Alika, sampai dirasa keadaan menantunya membaik. Ia pun merasa iba dengan keadaan Papa Luky yang masih harus berjuang untuk membayar semua kesalahan ini.
"Bilmar! ayo turun!" ucap Papa Bayu setengah berbisik dan meraih lengan anaknya yang sudah ikut nyenyak tidur bersama Alika dalam satu tempat tidur.
Dalam setengah mengantuk, Bilmar membuka matanya perlahan. "Kenapa Pah?"
"Kenapa..kenapa..ayo cepat turun!"
"Memangnya kenapa, Pa? Bilmar ngantuk, mau jaga Alika disini." Bilmar kembali menutup kedua matanya untuk mengikuti Alika yang sudah tertidur pulas karena efek obat.
"Turun Bil, jangan tidur disini. Kasian istrimu dia butuh leluasa untuk tidur. Liat tuh badan kamu terlalu mendominasi, Alika cuman dapat bagian sedikit! ayo turun!"
Bilmar kembali membuka matanya lalu merengut "Bisa-bisa nanti malam, Alika udah jatuh ke kolong, kamu masih asik tidur diatas!" Papa Bayu berdecak sedikit kesal.
"Iya---"
Bilmar hanya bisa pasrah untuk mengikuti semua perintah Papanya.
"Papa nggak pulang kerumah? ini kan sudah malam?"
"Justru itu karena sudah malam, Papa menginap disini. Mau jagain Alika..dari kamu."
Kedua mata Bilmar terbelalak, mulutnya kembali dimiringkan sedikit. "Loh..Bilmar disini itu kan, untuk jagain Alika Pah."
"Kamu tuh bukan jagain Alika, tapi mau menjajah dia lagi, iya kan?"
"Iya, yang kaya tadi siang dikamar mandi itu apa namanya?"
"Ya ampun, Pah. Masih aja dibahas." jawabnya menggerutui sang Papa.
"Sudah..sudah. Papa capek sekarang, mau tidur." Papa Bayu melangkah ke kasur kecil yang disediakan untuk penjaga pasien. "Loh, terus aku tidur dimana Pah?"
"Tuh, sofa nganggur. Kamu kan badanya besar, nggak mungkin dong tidur sama Papa disini." ucap Papa Bayu ketika ia sudah merebahkan tubuhnya disana. Tanpa menunggu respon Bilmar lebih dalam. Ia langsung menutup matanya untuk mengikuti Alika yang sudah berada di alam tidurnya.
Bilmar hanya bisa menggeleng. Dan mau tidak mau menerima kalau malam ini tidur tanpa memeluk istrinya.
"Cepat sembuh ya cintaku." kecupan hangat mendarat di bibir istrinya. Ia menaikan selimut untuk sedikit naik menutupi dada Alika. Ia tatapi lama ditepi ranjang.
"Aku akan selalu jaga kamu!"
Ia pun bangkit kembali dari posisi itu. Namun entah mengapa kedua matanya menjadi segar. Terduduk di sofa mengganti-ganti chanel siaran tv dirasa sangat membosankan dirinya. Akhirnya ia putuskan untuk keluar dari kamar, sekedar hanya ingin mencari angin diluar Rumah Sakit.
"Papa?" panggil Bilmar ketika melihat Papa Luky yang sama-sama tengsh menutup pintu kamar, untuk pergi keluar. "Iya, Nak." balas Papa Luky berjalan menghampirinya yang hanya berjarak 6 meter. Karena kamar Rendi dan Alika hanya dipisahkan oleh satu kamar yang lain.
"Alika sudah tidur?"
"Sudah Pah, Papa mau kemana?"
"Papa susah tidur, kebetulan perut sedikit lapar. Mau membangunkan Binar, tapi Papa nggak tega. Ia kelihatannya sangat lelah karena mengurus Rendi sedari pagi."
"Ayo pah, Bilmar temani. Aku juga sedikit lapar sekarang." ucap Bilmar tertawa lalu merangkul Papa Luky untuk ikut berlalu bersamanya.
Mau tidak mau Bilmar harus bisa menerima keberadaan Papa Luky untuk kembali menjadi mertuanya.
Saat ini alam sepertinya berpihak pada keinginan Luky Artanegara. Jika dulu Binara dinikahkan dengan Bilmar karena untuk menjaga semua harta agar tidak jatuh kemana-mana, kini pun terjadi. Hanya saja posisi Binar sudah terganti oleh Berliana ( Alika Sarasafi) sekarang.
***
Setelah cukup lama berjalan keluar dari Rumah Sakit mereka pun berhenti di pangkalan nasi goreng. Hanya duduk melantai di karpet plastik dan menikmati nasi goreng berdua antara menantu dan mertua.
Mungkin setelah mengenal sosok Alika, Bilmar dan Papa Luky akan terbiasa akrab dengan lingkungan dibawah mereka. Mungkin ini adalah kejadian pertama mereka untuk makan dipinggir jalan dengan nama keluarga dan kekayaan yang sedang mereka emban. Sekarang sudah tidak berlaku lagi.
"Bil, Papa minta sama kamu untuk selalu menjaga dan mencintai Alika. Apapun kondisi dan sifatnya." Papa Luky membuka suara diselingan kunyahan nya.
"Iya Pah, Bilmar berjanji. Papa juga harus sabar menunggu Alika, Bilmar dan Papa Bayu akan terus menasehatinya." balas Bilmar sembari memasukan kerupuk kedalam mulutnya.
"Papa bersyukur, Alika menikah dengan kamu. Karena----"
"Karena Bilmar sangat ganteng, cukup pas untuk Alika." selak Bilmar tertawa.
"Bukan itu, karena kalau kamu macam-macam nyakitin hati anak Papa. Kan nggak usah repot untuk menghukum kamu, tinggal usir dari EG, selesaikan?" Papa Luky berdecis geli.
"Ya allah, masih berlanjut ancaman itu Pah?"
Papa Luky berhenti dari gelak tawanya. "Nggak Nak, Papa bercanda. Karena Papa tau kamu sangat sayang sama Alika, nggak mungkin kamu mau menyakiti hatinya."
Mendengar jawaban Papa Luky, Bilmar merasa lega. "Papa nggak usah khawatir. Aku akan selalu jaga Alika. Kemarin Bilmar juga sudah minta pihak berwajib untuk menyelidiki kasus ini, proyektil peluru yang ada ditubuh Alika dan Rendi juga sudah Bilmar serahkan sebagai bahan untuk penyelidik---!"
Belum habis Bilmar menuntaskan ucapannya, Terdengar suara Papa Luky tengah terbatuk-batuk. Bukan tersedak karena makanan yang kini tengah masuk kedalam kerongkongannya, tapi ia tersedak karena tengah memikirkan bagaimana nasibnya setelah ini. Papa Luky mau tidak mau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan. Semoga saja nanti nasib baik kembali berpihak kepadanya.
***
Beri aku Vote terbaik kalian ya❤️❤️
dan
Aku ucapkan terima kasih kepada kalian yang sudah berbaik hati memberi Vote untukku.
Berikan aku semangat terus ya...
Like Vote Rate dan Komen..🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘