
Kepala Bilmar terus menunduk mencari-cari sebuah cincin yang berada didalam kaca, ia terus melihatinya satu-persatu. Alika hanya diam tidak bergeming, ia tidak nafsu melihat semua berlian yang tengah berjejer didepan matanya, beda dengan wanita-wanita pada umumnya mereka akan sangat bergairah dan bahagia jika calon suami mereka mau memberikan cincin berlian sebagai tanda ikatan suci pernikahan.
"Yang ini!" Bilmar menunjuk ke salah satu cincin berlian yang begitu berkilau.
"Coba pakai ini," Bilmar meraih jari manis Alika untuk dipasangkan dengan cincin itu.
"Ehmmm," Bilmar menatapi cincin yang telah bersarang disana, sambil menjepit dahi nya ia berujar lagi.
"Kebesaran nih,"
Dilepas nya cincin itu dan mengembalikan ke pelayan toko. Bilmar kembali memilih-milih cincin dalam ukuran dan bentuk berbeda.
"Yang ini coba," lelaki itu menunjuk kembali ke dalam kaca.
Setelah cincin kedua didapat, ia pun meraih kembali jari manis Alika untuk dipasangkan kembali."Nah, ini baru pas. Ini saja Mba!" Bilmar memutuskan dengan cepat tanpa bertanya dulu dengan Alika. Entah ia lupa, atau memang ia tau Alika pasti akan Iya-iya saja.
"Price nya 2,7 M ya Pak," pelayan itu berbicara enteng sekali. Dia tidak tau bagaimana wajah Alika saat ini, sangat tercengang dan mendelik tajam. Ia seperti susah untuk berbicara karna menahan rasa kaget yang amat sangat. "Oke!" ditambah lagi dengan jawaban Bilmar yang begitu santai sambil diselingi dengan siulan mengembang diantara telinga mereka.
"Ikut aku!" Alika menarik tangan Bilmar dan membawa tubuh calon suaminya itu sejauh mungkin atau bisa dibilang sampai ke perbatasan pintu keluar toko.
"Kenapa?" tanya Bilmar heran.
"Aku enggak suka sama cincinnya!" Alika memberi raut wajah ketidaksukaan.
"Oh yaudah kalo gitu, kita pilih lagi aja," jawab Bilmar santai lalu melangkah lagi sambil terus menggenggam tangan Alika untuk masuk kedalam."Hey, tunggu!" Alika menghentikan langkah Bilmar.
"Ya Tuhan, Al. Ini tuh mas kawin untuk pernikahan kita ! Terserah nanti kamu mau pakai apa enggak, yang jelas lusa aku engga mau dipermalukan tanpa ada nya mas kawin!"
"Nih liat!" Alika memperlihatkan cincin yang masih melingkar ditangan kirinya, cincin yang dibelikan oleh Alm.Aziz sebagai cincin kawin mereka.
"Pakai cincin ini aja, ini juga masih bagus,"
Bilmar mencebik, menaikan satu alisnya ke atas."Aku enggak suka sama modelnya, terlalu tua buat kamu, kadar emasnya juga sedikit!"
Bilmar langsung mengutarakan rasa ketidaksukaanya pada cincin yang masih melingkar dijari Alika. Alasan sebenarnya adalah bukan karna bentuk dari modelnya, melainkan ia tau cincin itu adalah pemberian Alm suaminya. Ia tidak mau Alika terus-terusan mengingat kenangannya bersama Aziz.
"Aku paling enggak suka dibantah! kamu enggak usah keberatan sama harganya, berapapun aku akan beri buat kamu ! walau aku harus jual ginjal, aku akan lakuin itu!" ultimatum keras keluar dari mulut Bilmar. Harga berlian
Bilmar kembali menarik tangan Alika dengan kasar, membawanya masuk lagi kedalam
"Ayo pilih," nada Bilmar agak meninggi. Membuat Alika semakin tersudut. Kali ini ia yang memberi kebebasan untuk Alika memilih cincin nya sendiri.
Alika diam sejenak, hatinya tidak karuan. Perkataan Bilmar barusan sungguh menusuk hatinya. Ia telah menghina Alm suaminya yang telah bersusah payah menabung untuk membeli cincin tersebut.
"Aku enggak mau cincin itu ! kalau kamu masih masalahin soal itu, batalin aja pernikahan ini, aku enggak masalah sama sekali !" Alika menatap dingin ke arah bola mata Bilmar yang sedang menyalah-nyalah.
"Aku mau pulang !"
Enggak bosen-bosen aku mah, minta Like nya yah. Kalau mau vote ke BDCT aja ya..thankyou❤️❤️