Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Aku yang lebih cinta kamu, Al!


Sambungannya nih...


yuk ah kita baca bareng


❤️❤️


***


Kedua mata Alika terus menatap ke arah potongan rekaman cctv yang kini sedang terputar di layar komputer.


"Siapa ya mereka?mengendap-ngendap masuk ke dalam klinik?" seru dr. Hana yang ikut melihati video tersebut.


"Tapi dia tidak sama sekali membawa apa-apa dari klinik? nggak mencuri." Sambung Bella.


"T-tunggu..coba lihat itu!" Ucap Alika memperlambat video tersebut. Terlihat dua orang memakai penutup muka masuk ke meja perawat mencari beberapa berkas dan membawanya.


"Ah..sial! Mereka pelakunya yang mengambil catatan basah tentang pasien kita!" amarah Sofia memuncak.


Lalu tak lama kemudian


Kring..kringg


Deringan telepon yang nyaring membuat mereka semua kaget bukan main, karena tengah fokus mencerna siapakah pelaku yang tega menghasut klinik saat ini.


"Ya Hallo, oh ya ada. Sebentar." Jawab Bella.


"Kak Alika, ada telepon dari kantor pusat." Teriakan Bella nyaring masuk ke semua telinga yang mendengarnya.


"Bilang saja aku sedang sibuk!" Alika sudah tahu itu pasti Bilmar yang sedang mencari keberadaannya, karena tadi pagi tidak pamit untuk berangkat bekerja.


Bella pun menyampaikan apa yang diperintahkan oleh Alika kepada si penelpon itu.


"Apa?"teriakan Bella menggema. Alika yang masih menatap layar, sedikit mengerutkan dahi ketika Bella terdengar berteriak.


"Pak Bilmar luka-luka?" Bella mengulangi suara si penelpon.


"Hah?"


Sontak membuat Alika kaget bukan main, ia pun bangkit menuju lemari mengambil kotak P3K dan berjalan cepat, lebih tepatnya berlari menuju kantor pusat EG, tempat dimana kini suaminya tengah berbaring.


***


"Ahh..sayang..pelan-pelan, sakit banget." ucap Bilmar merintih.


"Kenapa sih kamu bisa mukulin Rendi? dia itu baik loh mau menyingkirkan aku dari seonggok penipu seperti kamu!" cetus Alika yang sedang mengobati luka di wajah suaminya. Mereka berdua duduk didalam satu sofa yang sama. Bilmar sedari tadi tidak mau menanggalkan tangannya untuk lepas dari perut sang istri.


"Luka ini memang perih! tapi lebih perih karena kamu yang nggak mau kasih aku ruang menyelesaikan ini semua?"


"Ruang untuk apa? untuk berceraikah?" tutur Alika, ia terus membasuh luka dengan olesan betadine di kassa.


Tangan Alika seketika digenggam oleh Bilmar. "Jangan pernah kamu ucapakan kata-kata lakhnat itu! sampai mati pun aku akan tetap perjuangkan kamu, Al!" Bilmar menyodorkan bibir nya untuk mencium sang istri, namun dengan sigap Alika memundurkan wajahnya.


"Aku janji secepatnya akan menemui Papa Binar untuk menceraikan anaknya!"


"Kamu mau buang dia, Bil?"


Bilmar menggelengkan kepalanya, ia meraih tangan sang istri untuk diciumnya. "Aku nggak pernah ngebuang siapapun! pernikahan aku dan Binar adalah suatu kesalahan yang harusnya nggak pernah terjadi. Aku juga mau bantu Binar supaya dia bisa jadi manusia seutuhnya, mencintai dan dicintai oleh Rendi, dan aku akan bahagia selamanya sama kamu--!"


Alika melepas genggaman tangan tersebut. Menggeser tubuhnya sedikit, untuk berjarak dari sang suami.


"Tapi aku takut Bil! aku nggak bisa ngebayangin kamu, Maura dan Papa bisa kehilangan apa yang sudah kalian raih!"


"Kamu tenang aja, itu semua nggak akan terjadi!"


Ck..Alika berdecis geli menahan ledekannya.


"Ya udah aku jadi tahu sekarang, pilihan kamu itu emang nggak akan berlabuh di aku!"


Air mata Alika sepertinya ingin meledak lagi.


"Maksudnya gimana? kamu jangan dulu berspekulasi dengan pemikiran kamu sendiri, Al!"


Alika diam sebentar, ia jadi teringat akan pembicaraan beberapa karyawan dikantin barusan, bahwa dirinya hanya bermimpi untuk menikah dengan Bilmar.


"Udah cukup Bil, aku nggak mau hanya jadi mainan kamu!"


"Ya ampun, mainan gimana sih maksudnya?" Bilmar terlihat sedikit frutasi merayu istrinya saat ini.


"Dengan kamu bilang Papa Binar nggak akan bisa ngerebut EG dari kamu, itu kan sama aja kamu nggak akan ngelepasin Binar, Bil! aku nggak mau dipoligami!"


Bilmar tertawa pelan "Siapa yang mau poligami kamu? urus istri satu kaya kamu aja tuh susah banget! aku akan menceraikan Binar sekalipun Papa nya terus mengancam aku! aku nggak takut Al! ada kamu yang harus aku pertahankan."


"Aku nggak bisa jauh dari kamu Al, aku rindu banget sama kamu!"


Bilmar kembali memajukan wajahnya ke arah bibir Alika, ia mengecup bibir kenyal dan mungil kepemilikan Alika, menginvasi dalam rongga mulut mereka berdua, decatan saliva terdengar mengiringi pagutan diantara mereka.


"Euhhk.." rintihan Alika yang mulai terdengar dan pejaman mata yang mulai hadir darinya, Bilmar menjadi sangat semangat kala ini, rasa sakit diwajahnya sepertinya sudah menghilang. Bilmar terus menciumi daun telinga, cerukan leher dan ketulang selangka kepemilikan Alika. Satu kancing atas telah terbuka oleh tangan jahil Bilmar, mereka sama-sama dipuncak kerinduan.


"Aku cinta kamu, Bil!" cicit Alika sambil menggugurkan air matanya dengan pelan.


"Aku yang lebih cinta kamu, Al!"


***


Yasss..dua part berturut-turut..❤️


Aku tungu Like Vote Komen dari kalian


Met lebaran yaa cinta cinta🤗


Thankyou, with love Gaga.❤️