
Haii selamat sore🖤🖤
aku balik lagi nihh
selamat baca ya guyss
🤗🤗🤗
***
Setelah akad nikah Binara dan Rendi selesai. Keluarga Artanegara memutuskan untuk mengundang banyak media untuk datang meliput di kediaman mereka.
Papa Luky dan Papa Bayu sepakat untuk melakukan konferensi pers mengenai keluarga mereka. Terutama tentang jati diri Alika sebagai pemegang hak waris tertinggi di antara ECO GROUP dan ACORP.
Binara dan Bilmar sangat menyetujui semua itu, walau Alika awalnya sempat menolak. Namun sesuai silsilah keluarga, Alika memang pantas dan berhak atas semua itu.
"Perkenalkan putri kandung saya Alika Sarasafi Artanegara, putri yang sudah lama hilang berpuluh-puluh tahun dari hidup saya!"
Terlihat Papa Luky berbicara di antara Alika dan Binara. Semua reporter media hadir, menyorot dan merekam mereka.
Dari arah lain.
"A--pa??"
Suara hentaka nyaring keluar dari bibir Kaneysa. Wanita itu masih tercengang karena melihat acara televisi hari ini. Ia tahu betul siapa Artanegara. Penguasa industri baja dan logam terbesar di Indonesia dan beberapa cabang di Luar Negeri.
"Si kumuh itu anak kandungnya??" Seketika salivanya begitu saja terdorong jauh ke dalam. Kedua matanya terbelalak.
"Oh, GOD! Nggak mungkin kan ini??" Dengan cepat Kaneysa mematikan acara televisi itu dan melempar remote ke sembarang arah.
Bahkan sang penguasa tidak perlu memberi tahu siapa jati dirinya hanya untuk menjatuhkan lawan. Alika tidak butuh itu.
Lagi-lagi di waktu bersamaan.
Kedua mata Indra terus menatap layar televisi tanpa kedipan sama sekali. Ia tahu betul siapa wanita yang dimaksud oleh Miliarder itu.
"Alika--?"
Batin Indra terus membuncang, ia benar-benar tidak menyangka jika selama ini, Alika adalah bagian dari Artanegara yang sesungguhnya.
"Saya nggak nyangka sama sekali, kenapa bisa?" Seribu pertanyaan mengalir di bibir lelaki ini.
Lalu
Bagaimanakah,
Di Klinik EG??
"Bell, Sof! Cepat kemari! Lihat itu!"
"Kenapa si Dok?" Bella dan Sofi berlari menghampiri Dokter Hana yang masih fokus menonton acara televisi hari ini.
Kedua mata mereka membulat dan melebar, menatap lurus tak urung-urung.
"Ya Allah, ternyata Kak Alika benar-benar jadi anak sultan, Sof!"
"Iya, Bel! Seketika jiwa kemiskinan gue meronta-ronta!!"
"Dia sengaja menutupi semua ini dari kita--"
"Sempurna sekali hidupmu, Al--" ucap Dokter Hana ia hampir menangis karena merasa haru. "Seorang wanita tangguh, kuat dan mandiri. Ia selalu apa adanya, penuh perhatian kepada sesama, aku bangga pernah merintis karir bersama kamu. Berbahagialah selalu, Perawatku--"
Dan
Tak kalah heboh, di kantin EG sekarang. Seluruh karyawan terus menatap layar televisi dengan wajah penuh tegang, bagi mereka-mereka yang pernah menghina, mencaci dan menggunjingkan Alika. Namun wajah penuh senang dan haru akan tampak bagi mereka yang selalu menghargai Alika selama di EG.
"Aku nggak nyangka, posisinya lebih tinggi dari Presdir kita--!"
"....Kira-kira kita akan dipecat nggak yah?"
"Wajarlah Alika mendapatkan itu, dia adalah wanita yang amat baik. Ia juga pernah mengobati luka ku seminggu penuh...!"
Begitulah suara-suara yang terdengar dari bibir mereka, ada yang takut dan ada juga yang memuji.
Lagi-lagi seorang penguasa tidak harus menunjukan taringnya agar bisa dihormati. Dengan bersikap tetap anggun dan rendah hati, suatu saat Semesta pasti akan menunjukan siapa dirimu sebenarnya.
Itulah Alika Sarasafi Artanegara🖤
***
"Lega sekali rasanya, sudah memperkenalkan putri Papa yang cantik ini pada seluruh dunia."
Papa Luky merentangkan kedua tangannya untuk memeluk bahu kedua putrinya yang masih bertengger dibawah lengannya.
"Pah apa nggak berlebihan?" cicitnya.
"Berlebihan dari mana? Alika kan memang putri kami, Nak--" Sambung Papa Bayu.
"Oh iya, sebelumnya aku mau minta maaf dulu kepada kamu, Bin!" Bilmar membuka suara.
"Kenapa Kak?" Ada gurat ketakutan dari Binara.
"Jangan ngeliatin aku kayak gitu, ini bukan kabar buruk, Bin--"
"Oh, syukurlah!" Binar menghela nafasnya.
"Loh, kenapa sayang??" selak Alika.
Bilmar berdehem pelan, lalu bersuara kembali. "Aku akan membawa kamu ke sebuah pulau, hanya berdua disana. Aku ingin membawamu menetap beberapa bulan disana--"
"Pulau, Bil?"
"Iya sayang, tadi aku sempat berbincang dengan kedua Papa kita, mereka pun menyetujui tentang rencanaku!"
"Loh kok--?" Kedua mata Alika menatap bergantian ke arah Papa Luky dan Papa Bayu.
"Iya, Nak. di Pulau itu terdapat resort milik Kakek dan Nenek kalian."
"Tapi, Pah?"
"Turuti apa kemauan suamimu, Nak--"
Alika hanya bisa tergugu. Ia bingung dengan ajakan Bilmar yang terlalu mendadak.
"Kok mendadak, Bil?"
"Loh bukannya tadi kamu minta dibawa pergi?" Bilmar berdecis geli.
"Iya sih, tadi--"
"Pas lagi ngambek ya?" Bilmar makin menjadi-jadi meledek sang istri.
"Bil--!" Alika mencebik
"Aku ingin kamu lebih bahagia sayang, karena aku merasa, setelah pernikahan kita terlalu banyak masalah yang terjadi. Aku tau kamu penat, tapi kamu selalu diam dan menahannya!"
"Bil?" ucap Alika dengan suara lembut.
"Aku ingin kamu merasa tenang dan bahagia dalam masa-masa mengandung--"
"Maura gimana??" Alika menatap anak itu yang tengah berlari-larian sambil membawa bonekanya.
"Ada Papa, Papa Bayu dan Binar, Nak. Kami akan menjaga anakmu..."
Alika hanya menatap keluh, di satu sisi ia senang, tapi di sisi lain. Apakah mungkin anak itu bisa ditinggal lama.
"Setiap dua minggu sekali Papa akan menjenguk kalian kesana, menginap dan membawa Maura, bagaimana?" Papa Bayu semakin membujuk.
"..Iya Al, sekalian kamu baby moon. Ini kan pengalaman pertama kamu dalam mengandung, nikmati dengan sebaik-baiknya. Lupakan segala masalah, fikirkan hanya ada kamu dan Bilmar." Rendi ikut menasihati.
"Mama...." Maura kembali menjatuhkan dirinya di pelukan sang Mama. Alika hanya bisa menghela nafas terus memeluk anak sambungnya. Terus menciuminya tanpa henti.
"Jangan khawatir Kak, ada aku. Maura nggak akan kesepian--"
Binara ikut mengelus tubuh keponakannya yang sedang bergeliat di tubuh sang Mama. Alika hanya menatap sendu wajah putrinya yang polos tanpa dosa.
Entah bagaimana reaksi Maura jika mengetahui Mama dan Papa nya akan pergi lama dari nya.
"Tante besok kita jadi mau ke Disneyland?"
"Jadi sayang.."
"Yess asikk!!!" Anak itu bersorai gembira. Ia kembali berlari-larian bersama boneka micky mouse nya.
Waktu yang tepat untuk memisahkan Alika dari Maura adalah hari keberangkatan mereka besok ke Amerika. Sedangkan Bilmar tetap akan membawa Alika ke pulau kepemilikan keluarga mereka. Dengan begitu Maura tidak akan kaget jika berpisah. Ada Kakek dan Tante yang menemaninya ketika liburan kesana.
"Jaga anakku ya, Pah!"
***
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Jangan Berhenti Mencintaiku
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘