
Selamat baca🤗🤗
***
"Lepas Kaney!" Bilmar menatap tidak suka, kemudian berlalu dengan cepat untuk mengejar Alika yang baru satu langkah meninggalkannya.
"Minggir..!" ucap Alika menabrak bahu Katherine yang masih berdiri dibelakang mereka.
"Sayang..?" seru Bilmar mengikuti langkah Alika yang terburu-buru.
Kening Katherine mengerut kembali ketika mendengar bos nya berucap. "....Hah..sayang?? apa tadi saya nggak salah dengar?"
Alika terus berjalan cepat, meninggalkan ketidaksukaan hatinya. Ia tidak mengidahkan panggilan Bilmar yang terus merancau namanya. Semua orang yang melihati mereka hanya bisa saling bertukar pandangan untuk mengartikan sendiri ada apa dengan mereka.
Langkah wanita ini sangat cepat luar biasa, tidak terasa sudah berada diluar kantor EG Pusat. Ditengah lapangan kawasan EG menuju klinik. Ia berjalan sambil memangis, menyeka air matanya berkali-kali. Mungkin ia merasa kutukan seperti sedang berjalan menghiasi dirinya.
"Sayang..!" Bilmar berhasil merengkuh lengan sang istri yang kini hanya bisa menundukkan wajahnya kebawah, tidak mau melihat sang suami.
"Lepasin aku!"
"T-tunggu sayang, kamu salah faham!"
"Aku nggak tahan sama kamu!"
Akhirnya kedua mata mereka saling menatap, wajah Alika sudah tidak beraturan dari semenjak datang sampai kejadian tadi. Matanya bengkak, hidungnya memerah dan wajahnya begitu pucat.
"Demi Tuhan! aku nggak tahu, kalau dia ada didalam..sayang." ucap suaminya dengan memelas.
"Udah lepasin saya Pak! saya mau kembali bekerja!" nada suara Alika berubah ketika ia baru tersadar karena beberapa karyawan sudah berdiri melihati mereka. Ia kembali berjalan meninggalkan Bilmar.
"Sayang..?" panggil Bilmar lagi, ia tetap mengikuti langkah sang istri yang sedang merajuk.
Bilmar kembali merengkuh lengan Alika dan memegang kedua bahunya dengan kencang. "Kita pulang kerumah aja ya. Kita bicarakan dirumah." ucap Bilmar dengan wajah memohon. Ia sudah tidak bisa berfikir saat ini, merayu Alika adalah hal yang sangat sulit jika dilakukan di kawasan EG.
"Nggak usah panggil aku..sayang!" Alika menatap kedua mata suaminya dengan tatapan serius dan dingin.
"Kita pulang kerumah ya, ayo sayang." Bilmar meraih tangan sang istri untuk digandengnya pergi.
"Lepas! aku mau kerja--!"
"Aku yang gaji kamu! jadi kamu harus ikutin apa kata aku, kita pulang!" nada suara Bilmar agak sedikit naik, membuat Alika tetap dalam pendirian nya yang keras.
"L-lepasin aku bilang!" Alika meloloskan tangannya dari gandengan itu dengan kasar.
"Walau kamu yang gaji aku, kamu nggak ada hak untuk untuk menyuruh pegawai kamu pulang dengan seenaknya tanpa alasan!" Alika kembali melangkah untuk berlalu meninggalkan sang suami yang masih berdiri.
"Tapi aku suami kamu! yang harus kamu dengar ucapannya!"
Langkah kaki Alika seketika pada. Ia diam mematung diposisi berhentinya saat ini. Kedua matanya menatap lurus ke sekitaran lapanga EG. Ia lupa jika lelaki itu adalah suami yang punya segala hak atas dirinya.
"Kamu terlalu cepat dalam menilai sesuatu, kamu tahu aku cuman sayangnya sama kamu!" tukas Bilmar.
Alika menoleh, kini mereka saling bertatap dalam jarak satu meter.
"Kayak nya, aku yang terlalu cepat memutuskan untuk menikah sama kamu! aku lupa Bil, kita udah lama nggak bersama. Kita itu udah lama nggak saling kenal. Aku nggak tahu gimana sesungguhnya sifat kamu sekarang!"
Bilmar hanya tercengang mendengarnya, ia kaget bukan kepalang, semua perkataan itu terlontar dari bibir mungil Alika.
"Hati aku sakit banget dengar kamu bicara kaya gitu. Aku fikir kamu udah cinta lagi sama aku dan percaya sama ak---!"
"Bilmar..tunggu!"
Ucapan Bilmar terhenti ketika namanya dipanggil. Kedua mata mereka kini menoleh ke arah sumber suara. Terlihat ada Kaneysa yang tengah berlari dan diiringi langkah kaki Rendi dibelakangnya.
"Aku masih punya banyak waktu dirumah, sedangkan wanita itu nggak! dia lebih butuh kamu sekarang!"
Langkah kaki Bilmar tertahan, ketika Kaneysa sudah berhasil merengkuh lengannya. Bilmar hanya bisa melihati sosok istrinya yang kini sudah berjalan jauh meninggalkannya menuju klinik.
"Lepas Kaney!" elak Bilmar
"Bil, kenapa sih? aku kesini mau jenguk kamu."
"Aku nggak sakit! nggak perlu dijenguk!"
"Tapi kamu beberapa minggu ini nggak ada kabar, pesan aku juga cuman kamu baca aja!"
"Mulai saat ini mungkin aku akan blokir kontak kamu!"
"Bil!" seru Kaneysa dengan kesal.
"Nggak apa-apa Pak?" tanya Rendi yang juga baru sampai.
"Tolong Ren, saya nggam mau dulu di ganggu hari ini oleh tamu dari mana pun!" Bilmar pergi meninggalkan mereka. kembali ke kantor pusat EG
"Bil?" panggil Kaneysa dengan tubuh yang sudah dikekang paksa oleh Rendi, agar tidak mengikuti Presdir nya. Ia pun melambaikan tangan ke arah satpam untuk menghampirinya.
"Tolong antarkan wanita ini pergi dari sini, jangan sampai dia masuk lagi ke ruangan Presdir!"
Terlihat Kaneysa terus meronta-ronta minta untuk dilepaskan, ia terus saja memanggil-manggil nama Bilmar yang kini sosok bayangannya tidak terlihat lagi.
***
Aku terharuu banget sama komenan positif kalian dukung banget aku..unch sosweet😘❤️ maaf kalo ada yg kelewat nggak dblas chatnya..insya allah kalian kesayangan akuu..hehehe🤗
Oh iya aku pengen promoin NOVEL TERBARU aku "Jangan berhenti Mencintaiku". Boleh cek di profil aku ya, jangan lupa jadikan Favorite di rak buku kalian.🖤🖤
Kaya biasa
Like dan Komen yaa..meminta kebaikan hati kalian untuk mem Vote dan Rate bintang dicerita ini..biar aku semangat.
thankyou❤️😘😘