
"Hah?!" lagi-lagi suara kencang bergemuruh diruangan ini. Bella dan Sofia berteriak histeris setelah mendengar penuturan kakak seniornya itu. Alika menceritakan sedetail mungkin perjalanan masa lalu nya bersama Bilmar.
"Tinggal dua hari lagi, nanti kalian datang ya!" Ucap Alika dengan senyum dangkal.
"Emang udah difikirin dulu Kak?" tanya Bella pelan-pelan. "Apa enggak terlalu cepat?" sambung Sofia.
Alika hanya diam menggeleng, ia memang tidak bisa berkutik lagi dari Bilmar. Wajah Kaneysa selalu terbayang-bayang dalam benaknya, ia tidak mau si kanebo kering itu menjadi Mama tiri untuk Maura.
"Udah Kok," Alika menjawab mantap, walau ia masih bingung dengan pernikahan ini. Namun untuk mundur dari peperangan ini sepertinya sudah tidak mungkin, itu hanya akan membuat kesedihan di hati Maura dan kembali membuka luka untuk Bilmar.
"Oh iya," Alika lagi-lagi mengagetkan mereka. Wajah Bella dan Sofia seketika fokus untuk mendengarkan kejutan apa lagi yang akan mereka dengar.
"Aku pengen kalian rahasiain masalah ini, aku enggak mau pernikahan aku sama Pak Bilmar jadi kosumsi karyawan EG, aku enggak siap untuk jadi bahan perbincangan lagi," Ucap Alika lirih.
"Tapi Kak?" jawaban Bella dipotong cepat oleh Sofia "Kalau itu membuat kakak senang, kita janji akan diam,"
Alika mengembangkan senyum lalu memeluk erat mereka tanpa jeda."Aku sayang banget sama kalian, jangan pernah pergi dari sini ya, terus bareng-bareng sampai udah pada nikah dan punya anak," Ciuman hangat mengalir dari Alika untuk kedua pipi mereka secara bergantian.
"Aku titip Klinik ya, maafin aku jadi ngerepotin kalian,"
Bella dan Sofia tetap menggangguk bahagia, mereka merasa senang karna Alika akan mendapatkan kebahagiaannya lagi. Bukan hanya karna menikah, namun derajatnya akan naik, gaya hidup pun akan berubah, siapa sangka gadis itu akan menikah dengan seorang lelaki yang sangat kaya raya.
****
Siang ini Bilmar mengajak Alika untuk fitting baju, membeli cincin dan beberapa kebutuhan lainnya untuk dipakai oleh mereka berdua di hari special nanti.
"Ya, saya setuju kalau begitu, pilihkan saja makanan yang enak dan kualitasnya premium, oke baik---Terimakasih," potongan pembicaraan Bilmar pada sambungan teleponnya.
"Orang katering buat acara nikahan kita lusa," jawab Bilmar lalu menyalahkan deru mesin mobil untuk berlalu membawa Alika menuju tempat-tempat yang akan mereka kunjungi sesuai rencana hari ini.
Bilmar mengemudi dengan tampak bahagia, ia seperti mimpi saat ini. Doanya langsung dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa, agar bisa bersatu dengan wanita yang paling ia cintai. Beberapa kali Bilmar menggenggam tangan dan mengecupnya, Alika hanya diam membiarkan saja.
Ngikkkkk
Suara pecitan ban mobil yang bergesekan dengan aspal basement Mall. Mobil telah terpakir baik disana. Mereka saling melepas seat belt untuk bersiap turun. Sebelum Alika membuka pintu mobil, dengan cepat lengannya diraih oleh Bilmar, membuat Alika menoleh dengan cepat mencari tau ada apa disana.
"Kenapa?" tanya Alika menatap Bilmar. Bilmar hanya senyum-senyum, tidak mengeluarkan kata-kata sedikit pun. Ia terus memajukan wajahnya agar menempel tepat di wajah gadis itu. Wajah nya terus mendekat, dan plasss! Alika membuang wajahnya ke sembarang arah. Ia tidak mau dicium.
Ia baru ingat, dengan sebuah kata-kata pernikahan maka ia harus siap bermain fisik dengan Bilmar.
"Kenapa sayang?" Bilmar kembali mendekat dan mengenduskan hidungnya di untaian rambut Alika yang terurai indah.
"Enggak boleh Bil, kita kan belum nikah," Alika tidak mau menatap wajah Bilmar. Ia sudah bisa membayangkan bagaiamana perangai Bilmar saat ini. Pasti terlihat sangat buas !
Bilmar menarik dagu Alika, agar mata mereka saling bertatap. "Kan sebentar lagi juga kita akan nikah," Bilmar kembali mendekat untuk mencium bibir mungil berwarna merah muda, sepertinya ia ketagihan dengan kejadian ketidaksengajaan mereka kemarin. Alika dengan cepat membuang kembali wajahnya ke sembarang arah, ia mendadak takut dan tidak siap.
"Udah ah yuk cepetan, kan kata kamu banyak tempat yang harus kita datangin!" Alika mendorong tubuh Bilmar dengan hati-hati dan bangkit cepat untuk membuka pintu mobil.
Dadanya bergemuruh tidak karuan, nafasnya turun naik tidak mau berhenti. Ia masih tidak mau membayangkan bagaimana persiapan dirinya ketika akan melepas kesuciannya nanti.
"Ah..tidak..tidak !" Alika terus menggelengkan kepala sambil menunduk ke bawah, ia terud berjalan cepat mendahului Bilmar yang masih berjalan santai dibelakangnya.
Berikanlah Semangat kalian buatku dengan Like, Vote dan Komen ya😘😘