Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Malam ini. Kamu Milikku, Al!


Hayyy kesayangan, selamat hari senin ya❤️🖤..pagi-pagi nih aku datang untuk memberi kalian semangat untuk menjalani aktivitas kembali.


Oh iyaa jangan senyum-senyum yah abis baca tentang mereka..🤭🤭


yuk guyss selamat baca


❤️❤️


****


Kini keheningan malam sudah tiba.


Jam di dinding sudah menunjukan pukul 21:00 wib. Semua orang sudah masuk ke dalam kamarnya masing-masing.


Begitu leganya hati Alika saat ini, karena Papa Luky dan Bilmar sudah saling meminta maaf dan mengaku salah. Sesuai dengan keinginannya Papa Luky, lelaki itu tetap menginap malam ini dirumah Alika. Entah mengapa ia semakin rindu jika jauh dari anak sulungnya.


Terlihat Alika masih terjaga dilantai bawah, berjalan kesana kemari memperhatikan keadaan rumah. Memastikan pintu semua terkunci, memeriksa air apakah ada yang masih menyalah dan sebagainya.


Walau ia tahu ini sudah dikerjakan Bik Minah dan Mang Dana, tapi ia akan selalu mengeceknya kembali untuk membantu pekerjaan mereka.


"Sudah aman berarti!" gumamnya ketika mencoba menarik pintu belakang yang sudah terkunci.


Ia pun kembali menuju dapur untuk membawa 4 gelas susu malam ini. Biasanya setiap malam ia akan hanya akan membawakan 2 gelas susu untuk Maura dan Bilmar.


Langkah pertama ia arahkan untuk masuk ke kamar Papa Bayu.


"Oh lagi dikamar mandi rupanya?" Alika mendengar ada bunyi air yang dinyalakan dari dalam sana. Ia pun meletakkan segelas susunya diatas nakas. Biar Papa Bayu mudah untuk menjangkaunya.


Kembali langkah diayuhkan untuk masuk ke kamar tamu yang diperuntukan untuk Papa Luky malam ini. Dilihatnya lelaki paru baya itu sudah memejamkan kedua matanya dengan tangan melipat didada.


"Pah?" suara lembut Alika membangunkan sang Papa.


"Eh iya Nak, ada apa Nak?mau tidur disini sama Papa?" Papa Luky menyeret dirinya untuk duduk sejajar dengan Alika yang berada ditepi ranjang.


"Ini Alika bawakan susu buat Papa, minumlah!" Alika menyodorkannya.


Papa Luky langsung menenggaknya sambil terus melihati kedua mata Alika.


"Perhatian sekali kamu, Nak! begitu bodohnya Papa mendapatkanmu di saat umur Papa mungkin semakin dekat dengan ajal---!"


"Ahh..jangan Pah! Alika tidak suka mendengar yang berbau kematian!" selaknya cepat.


Alika menghambur memeluk sang Papa untuk berhenti berucap. Trauma akan Aziz masih saja membekas didalam kepalanya.


"Papa baru merasakan bagaimana diperhatikan seperti ini oleh anak sendiri!"


"Papa harus selalu sehat dan kuat, biar Alika bisa terus berbakti dan merawat Papa."


Alika melepaskan pelukannya dan mencium dahi Papa Luky, memposisikan lelaki itu untuk melanjutkan tidurnya kembali.


"Papa tidur ya!" Alika pun bangkit kembali membawa nampan yang masih berisi dua gelas susu lagi. Papa Luky masih terus melihati bayangan putrinya yang akan keluar dari kamar.


"Aku akan memperpanjang waktu ku untuk menginap disini, aku masih ingin diperhatikan oleh anakku!" ucapnya sambil menutup mata untuk kembali tertidur.


Langkah selanjutnya ia arahkan untuk memasuki kamar Maura. Terlihat anak itu masih bermain boneka ditengah tempat tidur.


"Sayang? sudah malam, Nak. Ayo tidur!"


Maura menoleh dan langsung berdiri ditempat tidur untuk menyergap dada sang Mama yang akan menghampirinya.


"Duhh..sayangnya Mama nih, lagi manja banget." Alika menciumi anak itu dan memeluknya dengan erat. Maura masih bertengger dalam gendongan sang Mama.


"Ayo minum dulu Nak," Alika meminumkan susu ke mulut putrinya. "Mama tidur disini ya, Ma. Maura mau main sama Mama!" cicitnya pelan sambil memainkan rambut Alika.


"Mainnya besok aja ya Nak, Mama harus urus Papa dulu, kan Papa---"


"Lagi sakit ya Mah?"


"Iya Nak, makanya sekarang Maura tidur ya. Besok kita main? ayo sekarang tidur!"


Alika menghempaskan tubuh sang anak untuk tidur dan menaikan selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Aamiin.." Maura membasuh wajahnya setelah berdoa dan memejam kedua matanya sesuai perintah dari sang Mama.


"Mimpi indah ya Nak, Mama sayang kamu!"


Langkah terakhir ia lajukan untuk menuju kamar tidur nya menemui sang suami tercinta.


"Mau kemana kamu, Bil?"


Seketika wajah Bilmar mendongak ketika Alika berucap dan melihatnya sedang bangkit menggapai sendal untuk pergi dari ranjang.


Alika hanya menggelengkan kepala dan memberi goyangan pada jari telunjuknya sebagai kode agar Bilmar tetap diam diranjang. Seketika suaminya pun patuh dan tersenyum. Ia pun kembali naik nan duduk dengan kaki menyila dipertengahan ranjang.


"Seperti biasa kan? aku harus mengecek keadaan rumah dan mengantarkan susu-susu dulu! ayo minumlah susu mu.." Alika menyodorkan segelas susu untuk dinikmati oleh Bilmar.


"Hemm..susu apa ini? rasanya kecut, nggak enak!"


Kening Alika mengerut, mata nya terbelalak.


"Masa sih? coba sini.." Alika ingin menggapai segelas susu itu namun secepatnya dihalau oleh Bilmar.


"Jangan susu ini nggam enak, aku nggak akan membiarkanmu untuk menikmatinya, karena bagi aku yang enak itu..hanya susu kamu, hahaha!"


Gelak tawa Bilmar kembali merekah. Lalu ia kembali meringis merasakan linu dikedua pipinya yang masih lebam-lebam.


"Tuh kan, rasain!" Alika menggapai gelas susu yang sudah habis ditangan sang suami. Ia pun kembali memutarkan tubuhnya.


Lalu


Blass


Bilmar memeluk perut Alika dari belakang. Mendengusi nafasnya untuk menikmati aroma tubuh istrinya dari belakang leher sampai kebelakang punggung.


"Maafkan aku ya sayang, aku menyesal! kamu tahu kan dulu bagaimana Indra ingin sekali merebut kamu dari aku?"


Tangan Bilmar terus mengelus-elus perut datar sang istri dan mulai bermain-main masuk kedalam piyama Alika.


"Itu kan dulu, Bil! lagi pula Indra sudah mempunyai anak walau katanya ia sudah bercerai dengan sang istri!"


Dengusan Bilmar semakin kuat, ia terus menciumi punggung Alika dengan amat buas.


"Tuh kan apalagi ia sudah menjadi duda! aku takut ia akan mendekati kamu lagi, Al!"


"Euhh.." suara desisan muncul dari mulut Alika ketika tangan Bilmar sudah merambah masuk kedalam kain bawah kepemilikanya. "Bil?" rintihan Alika begitu menggoda.


Kejantanan dan kehebatan Bilmar diranjang untuk memuaskan Alika memang tidak pernah diragukan lagi. Alika akan selalu ikut memanas dan mengikuti alur dari Bilmar.


"Aku..nggak akan pernah tinggalin kamu kok, Bil! aku mau selamanya sama kamu...eummm!"


Bilmar tersenyum puas ketika mendengar ucapan Alika dan diakhiri dengan rintihan indah. Bilmar terus mengoyak-ngoyak inti sang istri dan memberi gigitan kecil disekitar daun telinga Alika.


"Duh, Bil!" suara Alika begitu sexy menyambar. Kedua dadanya terdorong naik ke udara, Ia sudah tidak tahu lagi bagaimana tangan Bilmar saat ini.


"Kamu basah sayang.."


Bilmar pun meraih dagu sang istri untuk mendekatkan kedua bibir kenyal mereka. Membuat Alika semakin panas dalam hentakan hasratnya.


"Kamu selalu menyenangkan hati orang lain dan mengurus orang lain. Sekarang biarkan lah aku yang menyenangkan hatimu, memuaskan tubuhmu! aku mencintai kamu, istriku!"


Bilmar terus bergerilya dalam kekuatannya. Membuat Alika semakin tidak karuan. Erangan dan rintihan mereka menjadi satu menggema didalam kamar ini.


Semoga saja Sang Maha Kuasa memang selalu meridhoi kalian dalam menjalani mahligai rumah tangga.


"Malam ini, kamu milikku, Al!"


***


Makasi banyak untuk seluruh komennya🖤🖤🖤...Bilmar dan Alika mencintai Kalian❤️


Makasi juga buat kalian yang selalu memberiku doa untuk selalu sehat dan semangat. Tangisan dan candaan kalian..aku terharuu hihihi😘😘


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘