
Hayyy aku balik lagi nih ngasih episode ketiga dihari ini❤️ gimana baikan aku? tapi kayanya aku jahat! udah buat Bilmar dan Alika sperti ini😭😭😭
yuuk mari baca
🖤🖤
***
Satu jam setelah kejadian ia pingsan tidak sadarkan diri, kini Bilmar terlihat sedang duduk dikursi roda dengan tangan kanan yang sudah terinfus cairan. Dia amat lemah dan ringkih, sudah sirna segala kekuatannya sebagai Presiden Direktur EG saat ini.
Papa Luky terus berdiri dibelakangnya untuk memegangi pijakan kursi roda tersebut. Mereka sama-sama menatapi wanita yang sangat berarti dalam hidup mereka saat ini.
Wanita yang selalu menebar senyum namun kini hanya diam terpaku. Wanita yang selalu memperlihatkan kekuatannya kini hanya diam tergolek tak berdaya.
Ia masih memejamkan matanya dengan kedua mulut yang sedikit terbuka karena selipan selang dari ventilator untuk membantunya bernafas,tengah mendarat cantik didalam sudut bibirnya. Beberapa kabel dengan bola-bola warna-warni telah terpasang sesuai letaknya diatas dada Alika yang guna memberitahu tentang gambaran kehidupan Alika di monitor.
Bunyi nyaring dari monitor, membuat bulu kuduk siapapun akan merinding mendengarnya. Semoga saja garis statistik itu terus naik turun bergelombang. Tidak berubah lurus datar membahayakan.
Di kamar perawatan, ada Binara yang masih menemani Rendi. Lelaki itu terlihat belum sadar sepenuhnya, ia masih terpengaruh akan obat anestesi operasi barusan.
"Assalammualaikum, sayang..aku datang menemuimu, baru saja tiga jam kita berpisah. Aku begitu merindukan kamu!"
"Aku tau kamu dengar, maka untuk itu. Aku datang ingin membangunkan kamu dari tidur mu yang kurang nyaman seperti sekarang!"
Bilmar menguatkan ucapannya, ia menahan segala sesak dadanya agar terus bisa berbicara dengan baik kepada Alika. Karena ia tahu orang yang sedang koma pasti akan mendengar apa yang diucapkan oleh orang yang ada disampingnya.
Papa Luky hanya bisa menahan isak tangis yang sedari tadi ingin ia ledakan. Namun dirinya hanya bisa meringis menekannya, ia harus tetap bijak untuk menjaga kekuatan Bilmar agar tidak terpuruk.
Papa Luky berkali-kali memegang bahu Bilmar untuk menenangkannya dari kesedihan yang makin membuncah.
"Cepatlah sadar sayang, kamu tau kan? aku tidak bisa tidur tanpa kamu disamping aku. Aku nggak akan nyenyak sebelum peluk kamu kaya biasa."
Wajah Papa Luky semakin pilu mendengarnya.
"Lebih baik aku mendengar kecerewetan kamu, kebawelan kamu dan kemanjaan kamu dari pada kamu diam beku seperti sekarang!" Bilmar terus menggenggam tangan Alika yang tidak memberi respon apa-apa padanya.
Hati Papa luky semakin menciut.
"Kamu ingat kan dulu? sewaktu di SMA, kamu itu cewek cerewet yang selalu banyak bersuara. Membuat aku benci mendengar suara kamu. Aku selalu ingin melemparkan buku ke arah kamu, supaya kamu bisa berhenti saja untuk tidak bercuap-cuap. Tapi sekarang aku benci liat kamu diam kaya gini, Al!" pekik Bilmar mulai runtuh kekuatannya.
Jiwa Papa Luky makin gusar. Ia tidak menyangka jika putrinya adalah kekasih Bilmar sedari SMA.
"Saya bodoh! tidak peka! mengapa jalannya seperti ini Ya Allah!" rintih Papa Luky jauh didalam sanubarinya.
"Kamu selalu juara satu dan aku juara dua. Tidak ada yang bisa mengalahkan kamu dikelas! dan aku benci itu. Aku tidak suka dikalahkan oleh wanita. Maka dari itu aku mencoba mendekatimu untuk menyerap semua kecerdasanmu. Aku bilang,aku suka sama kamu! ingin kamu jadi pacarku walau saat itu aku hanya main-main. Namun kamu amat menyayangi aku, menyelesaikan tugas-tugas ku, dan rela menukar jawaban ulangan kita. Aku bisa menjadi juara umum disekolah!"
"Namun sepertinya Semesta mengutuk perbuatan ku yang hanya bisa mempermainkan perasaanmu. Siang dan malam hanya untuk memikirkan kamu. Aku mulai tersedak...lalu aku mulai mencintai kamu, Alika..!"
"Aku ingin selalu bersama kamu disekolah. Selalu berdua ditepi taman belakang sambil menikmati segenggam kacang rebus kesukaan kita. Kamu selalu mengelak jika aku ingin mencium pipi mu yang putih nan mulus itu. Karena suara kamu yang berisik, membuat kita sama-sama dipanggil oleh guru BK, membuat gempar satu sekolah!"
"Membuat Mamamu membenci aku dan akhirnya kita terpisah walau itu hanya dua hari. Bagiku itu sangatlah lama, karena hatiku mulai terasa nyaman jika terus bersama kamu!"
"Mulai saat itu hubungan kita tidak mulus lagi seperti diawal. Aku akan selalu menjemput kamu untuk naik diatas motorku dan hanya bisa menunggu kedatanganmu ditepi ujung gang rumah kamu, Al! karena untuk menghindari amukan Papa dan Mama kamu yang begitu posesif.
"Tak salah jika kamu selalu bilang ke orang-orang yang tertangkap basah melihati kita, bahwa aku ini hanyalah tukang ojek langganan kamu!"
"Apapun itu, aku turuti saja. Yang penting aku selalu ingin sama kamu. Aku sangat mencintai kamu! kamu adalah cinta pertama bagiku yang Insya Allah menjadi cinta terakhir dihidup aku."
"Lalu kita terpisah selama 12 tahun karena perilaku Mamaku. Kesuksesan ku saat ini tidak ada artinya tanpa kamu, Al! ini hasil kamu, kamu yang harusnya ada diposisi ini!"
"Tidak adil bagimu, untuk begitu saja pergi dengan cepat untuk meninggalkan aku, Maura dan calon bayi kita, kamu belum sepenuhnya merasakan kebahagiaan, Al!"
Bilmar kembali menangis dengan terisak-isak dan menjatuhkan kepalanya didekat tangan Alika yang begitu saja hambar tidak memberikan respon apa-apa. Tangan kanannya terus mengusap-usap perut Alika. "Nak, tolong jaga Mamamu ya untuk Papa disini."
Papa Luky hanya bisa meremas-remas dada bagian kiri nya yang mulai memunculkan rasa linu dan nyeri tidak tertahan. Tetapi ia selalu menguatkan dirinya agar tidak tumbang. Ia terus menarik nafas dalam-dalam untuk dikeluarkan secara dramatis. Papa Luky tetap mau disini, melihati wajah Putrinya dalam-dalam.
"Bilmar, sabar Nak. Alika pasti akan baik-baik saja." ucap Papa Luky dengan lembut sambil mengusap-usap punggung Bilmar dengan hangat.
Lalu, kisah peluh diantara mereka seketika tergantikan dengan suara Perawat yang mulai merancau memanggil-manggil nama Dokter untuk berlari ke ranjang Alika. Seketika suasana begitu kejam dan gelap gagap gempita.
"Dok, Pasien saturasi nya menurun! keadaan Pasien memburuk!"
***
Part ini emang nggak banget 💔💔💔
Doakan mereka ya guyss😭
Berikan semangat kalian untuk aku yaa..
Like, Vote, Rate and Komen..
Thankyou, with love Gaga.❤️❤️