
Hayy Hayy...klimaks nii guys❤️🖤
selamat baca ya🤗🤗
***
Alika dan Binara saling bersitatap, melihat lurus kedua bola mata masing-masing. Alam memang tidak bisa ditentang, jika kenyataannya mereka sama-sama istri dari seorang Bilmar Artanegara.
Sungguh hebat sekali lelaki itu!
Tangan yang mulus dan putih kepemilikan Alika, kini diraih dan digenggam oleh Binara. Ia terus mengelapi air mata yang berguguran dari kelopak mata Alika, seorang wanita yang dicintai mati-matian oleh Bilmar.
"Hatiku hancur mendengarnya, seolah dunia yang tengah ku bangun begitu saja runtuh dan berantakan! tidak ada lagi rasa bangga untuk mengenang Bilmar! aku bodoh, sangat bodoh! mau saja tertipu olehnya, rasanya aku ingin mati saja saat ini!"
Kalimat putus asa itu terdengar sangat pilu keluar dari bibir Alika.
"Kak, ini bukan lah salah Kak Bilmar. Ini semua adalah salah ku, karena aku!"
"Binar---" ucap Rendi mengelus bahu wanita yang dicintainya.
"N-nggak apa-apa Kak. Kak Alika harus tahu siapa kah kami, bagaimana kami bisa menikah, karena aku juga tidak mau terus terpenjara dalam hubungan seperti ini..!"
"Apapun alasannya, saat ini kalian tetaplah suami-istri kan? pernah hidup seranja--?" Alika kembali menangis, ia tidak mampu menahan isak tangis yang begitu menekan dadanya. Ia tidak bisa membayangkan lebih jauh tentang mereka.
"Menangis lah dulu biar kamu puas, setelah itu akan aku jelaskan duduk perkara kami."
Rendi yang masih duduk disamping Alika terus merangkul untuk memberi kekuatan serta menyodorkan kembali air minum agar Alika bisa berkonsentrasi dengan baik.
Dirasa Alika sudah sedikit tenang, barulah Binara membuka suara untuk menceritakan semuanya.
"Papaku adalah Kakak dari Papa Bayu yaitu Papa mertuamu saat ini. Dimata orang mereka adalah kakak adik kandung namun kenyataanya mereka tidaklah sedarah."
"Papa Bayu adalah anak hasil hubungan gelap dari Nenekku dengan lelaki lain. Lalu dengan baik hatinya Kakekku, menerima Papa Bayu sebagai anaknya juga. Diberikan namanya, diberikan fasilitas dan diberikan harta. Papa ku dan Kakek ku sangat menyayangi papa mertuamu. Mereka telah berjasa memberikan nama keluarga kami..Artanegara untuk Bilmar dan Tante Mira ( Mama Bilmar)."
"Namun suatu saat tragedi datang menimpaku. Aku mencintai seorang lelaki, hubungan kami pun berjalan baik namun suatu saat aku tahu dia adalah pria yang sudah beristri. Dia pergi setelah tahu aku sedang hamil anaknya. Ia meninggalkanku begitu saja, menjadikan ku hamil tanpa seorang suami. Lalu aku dinikahkan dengan lelaki pilihan papa, karena nama Artanegara akan tercoreng dengan aib ku yang hamil diluar nikah. Tetapi suami pilihan papa itu hanya menginginkan uang kami saja dan dalam pernikahan kami, ia suka menyiksaku tanpa henti. Akhirnya suami pilihan papa itu...dibunuh oleh orang suruhan papa didepan mataku sendiri!"
"Karena aku harus tetap hidup menjalani ini semua, dan aku butuh sosok ayah untuk anakku. Maka papaku meminta Kak Bilmar untuk menikahiku setelah Kak Kannya meningga dunia. Mereka merasa keadaan aku dan Kak Bilmar pada saat itu memang sangat cocok untuk bersatu."
"Jelas saja aku dan Kak Bilmar menolaknya mentah-mentah, kami berdua merasa walau tanpa pasangan pun kami masih bisa untuk hidup membesarkan anak-anak kami. Namun karena Papaku terus memaksa dan Papa Bayu merasa berhutang budi pada keluarga ini, maka mau tidak mau Kak Bilmar harus menikahiku."
"Awalnya hanya sampai aku melahirkan saja. namun lama kelamaan ketika Kak Bilmar ingin menceraikan aku, Papa melarang. Ia bilang agar kekayaan Artanegara tidak berpindah kemana-mana."
"Aku dan kak bilmar tidak bisa hidup layaknya sebagai suami istri. Aku hanya menganggapnya kakak dan dia pun sebaliknya. Kita berdua tidak pernah tinggal seatap, aku tidak pernah menjalani kewajibanku sebagai seorang istri kebanyakan. Karena yang ku tahu hanya ada nama Alika disetiap ucapannya. Walau aku tidak tahu siapa sosok Alika itu."
"Karena merasa kecewa dengan Papaku dan juga Papanya akhirnya Kak Bilmar kembali ke london serta membawa Maura kesana, ia meneruskan beberapa saham Papa Bayu dan meniti karir di london!"
"Dan tentang anak yang ku lahirkan, Papa membuangnya ke jalanan. Ia merasa anak itu bukanlah dari garis keturunan Artanegara, itulah yang membuat aku menjadi seperti ini sekarang."
"Depresi, harus terus minum obat selamanya. Terkungkung disini dan tidak bisa menjalani kehidupan berumah tangga seperti pasangan lain."
"Dan ketika Kak Bilmar meminta izin ku untuk menikahimu, maka aku izinkan dia dengan senang hati. Karena pernikahan kami hanyalah nikah sirih yang belum kuat dimata Negara. Ia bisa saja menceraikanku kapanpun yang ia mau. Aku tidak pernah mempermasalahkan itu, aku malah senang. Namun masalahnya Papaku selalu mengancam untuk mengambil ECO GROUP dari tangan Papa Bayu dan Kak Bilmar."
"Aku tak ingin melihat mereka hidup sengsara dan merana, karna selama ini Kak Bilmar sudah mengorbankan dirinya untuk membalas budi kepada keluarga ini."
Binara menghentikan penjelasan yang sudah ia jelaskan panjang lebar barusan. Air matanya tak kunjung surut. Ia adalah wanita paling menyedihkan di mata Alika saat ini. Rendi sangat takjub dengan apa yang ia lihat barusan, bukan karena ceritanya, memang ia sudah tahu lebih dulu. Namun untuk meraih kekuatan Binar yang sudah menghilang, baru ia temukan lagi sekarang.
Rendi sangat mencintai Binara.
Lalu
Alika mengambil beberapa helaian tisu untuk mengusap kebasahan di mata Binara. Alika sudah tidak menangis lagi sekarang, matanya sudah terlihat lepas dari kesenduan. Walau rasa di dalam dada nya masih terasa sakit.
"Kamu jangan khawatir Binar, aku akan melepaskan Bilmar untuk kamu!"
Keheningan pun kembali mencuat, tatapan mata antara Binar dan Rendi saling bertabrakan, kening di wajah mereka terlihat berkerut marut tidak beraturan. Bukan itu jawaban yang diinginkan keluar dari bibir Alika.
"Al, bukan begitu inginnya kami. Aku mencintai Binar, aku ingin dia menjadi istriku. Memulai hidup denganku selamanya, aku ingin kita bersatu untuk melawan Papa Binar, melepaskan mereka dari ikatan ini. Setelah itu kita semua akan bahagia, Al!" Rendi terus meyakinkan Alika agar ikut sependapat dengan mereka.
Alika kembali diam, setelah menghela nafasnya ia pun memejamkan kedua matanya lalu menunduk ke bawah. Membiarkan untaian rambut indahnya terjulur begitu saja. Kemudian ia mendongakkan wajah dan membuka perlahan mata yang sedari tadi sudah lelah untuk menangis.
"Aku tidak akan bisa membiarkan Maura, Bilmar dan Papa Bayu hidup menderita, tidak mempunyai kekuasaan, uang dan kemewahan seperti sekarang, hanya karena alasan untuk memilih mempertahankan aku dan aku juga tidak bisa mempertahankan rumah tangga yang sudah dilandasi dengan kebohongan diawal. Tidak akan ada ampun dimata ku, menjadi janda dua kali bagiku tidak terlalu menjijikan bukan?" Alika memberikan senyum samar yang tipis.
Binara dan Rendi begitu tercengang dengan jawaban yang sudah terlontar dari bibir Alika. Mereka membayangkan Alika akan menerima semuanya, nyatanya Alika mempunyai pandangan sendiri untuk menyelesaikan masalah ini.
"Aku akan menceraikan Bilmar!"
***
Keren sumpah aku mah greget bacain komenan kalian buat aku tambah semangat😁🤭😘😘😘😘
Aku terharuu banget sama komenan positif kalian dukung banget aku..unch sosweet😘❤️ maaf kalo ada yg kelewat nggak dblas chatnya..insya allah kalian kesayangan akuu..hehehe🤗
Oh iya aku pengen promoin NOVEL TERBARU aku "Jangan berhenti Mencintaiku". Boleh cek di profil aku ya, jangan lupa jadikan Favorite di rak buku kalian.🖤🖤
Kaya biasa👇👇
Like dan Komen yaa..meminta kebaikan hati kalian untuk mem Vote dan Rate bintang dicerita ini..biar aku semangat.
Thankyou, with love Gaga❤️😘😘