
Haiii selamat sore..udah pada nungguin gak sih?🤪ðŸ¤
Aku kembali guyss
Selamat baca yaa
🤗🤗
***
Paviliun Berliana, pukul 20:00 Wib.
Malam kembali menjelma. Terdengar suara Maura tengah bermain di paviliun Nadifa dan Galih.
Greg.
Terlihat Alika sedang memutar kunci pintu paviliunnya. Ia pun melangkah cepat untuk kembali ke kamar, menemui sang pujaan hati yang masih fokus dengan kesibukannya.
Alika merangkak naik ke atas ranjang. Ia duduk setengah bergoler dan memanggil suaminya.
"Sayang..."
"Hemmm...?" Bilmar masih terus menatap layar notebook nya di meja yang menempel didekat dinding.
"Sayang...." Alika kembali memanggil suaminya dengan seruan manja dan menggoda.
Bilmar seketika menghentikan tangannya yang masih bermain diatas keyboard. Kerutan di dahinya terlihat begitu memancar.
"Alika lagi kesambet apa nih? Kok suaranya manja gitu ?"
Tanpa menunggu lama, akhirnya ia menoleh. Benar saja ia sangat tercengang melihati sosok istrinya saat ini. Bilmar pun langsung bangkit dan menghampiri istrinya persis seperti harimau yang sedang lapar.
"Wah harimau betina ku---" seru nya sambil duduk disebelah sang istri. Alika senyum-senyum menahan malu. "Kamu lagi kenapa sayang? Tumben banget pakai baju sexy kayak gini?" Jari-jari Bilmar mulai mengelus-elus pipi sang istri.
Alika yang tidak sabar mulai memajukan wajahnya untuk mencium bibir Bilmar terlebih dahulu.
"Eit!..ini istriku, kan??" Bilmar memundurkan wajahnya, seketika Alika kembali membuka kedua matanya, karena ia tidak berhasil mendapatkan ciuman itu.
"Iya lah, kamu fikir siapa? Jin??"
Bilmar tertawa. "Ya, aku kaget aja sayang. Selama kita menikah, belum pernah sekalipun kamu yang memulai duluan?" Bilmar merasa haru tapi juga tidak kuat untuk tidak menggoda sang istri.
"Ahh kamu, Bil! Buat aku malu aja!!" Alika memutar posisi tubuhnya untuk berbalik memunggungi Bilmar. Sang suami terus melihati punggung tubuh istrinya yang halus, mulus dan wangi.
Bilmar melolongkan kedua tangannya untuk masuk ke bawah lengan Alika. Ia mulai menciumi ceruk leher sang istri. "Kamu kangen ya?"
Alika mengangguk dan mulai memejamkan kedua matanya. Betul saja wanita hamil hormonnya suka berbeda-beda. Kadang ia akan menjadi lebih agresif dalam urusan ranjang.
"Sayang, Maura dimana?"
Sebelum Bilmar menyerang benteng takesi alias Sassy. Ia lebih dulu ingin tahu dimana keberadaan Maura saat ini, ia tidak ingin kejadian kemarin terulang kembali.
"Udah kamu tenang, Maura udah aku ungsikan ke tempat aman..." Alika berdecis geli.
"Kemana? Nggak kamu kunciin di kamar kan??" Bilmar memastikan.
"Ya nggak lah, ngaco ah kamu! Aku titip ke Mba Difa, aku bilang nanti malam aku jemput lagi---" Alika tertawa kembali.
Bilmar pun ikut tertawa. "Kenapa emang kok kamu titipkan disana?" Bilmar pura-pura bodoh. Ia senang jika Alika jujur, bahwa istrinya juga menginginkan hal ini.
"Ya aku kasian aja liat rambut kamu yang udah kaya sarang tawon karena nahan pusing terus---"
"Masa sih sayang??" Bilmar terus meledek.
"Kamu nih banyak nanya, ah! Sekarang mau apa nggak?" Seketika Alika menjadi garang, ia menutupi rasa gengsi kepada suaminya.
"Maaf ya Babang Galih, saya duluan. Hahaha!"
"Kamu kenapa, kok ketawa??" Alika membalikan tubuhnya agar langsung sejajar menatap wajah suaminya.
"Enggak apa-apa sayang. Nyatanya bukan aku aja yang pusing, tapi para istri-istri juga! Hahahaha---"
Cup.
Tanpa menunggu lama, Alika langsung membungkam bibir Bilmar yang tebal dan wangi dengan kedua bibirnya.
Kedua mata bilmar terus membulat melihati Alika yang sudah memejamkan matanya. Kecupan itu terus saja menyusupi rongga mulut Bilmar.
Kedua lidah mereka saling bertemu, suara saliva saling berdecit. Pergumulan yang awalnya lembut seketika menjadi kasar dan panas.
Brrr.
Tubuh Bilmar begitu saja terhempas diranjang dan Alika dengan gesit mengambil alih permainan sebagai nakoda kali ini. Tentu saja ini adalah pengalaman yang tidak akan terlupakan oleh Bilmar Artanegara.
Mungkin inilah yang di namakan dengan buah kesabaran, Bilmar kembali mendapatkan hak nya dengan perlakuan istimewa dari sang istri.
***
Terlihat Bilmar masih mengusap-usap rambut Alika yang berantakan karena pergulatan panas mereka beberapa jam yang lalu. Ia cermati wajah cantik itu dalam-dalam.
"Aku udah kaget aja tadi, ku fikir kamu lagi kesurupan setan pantai---" Bilmar menahan gelak tawanya yang begitu menggelitik perutnya.
"Tetap kaya gini ya sayang. Tetap cinta sama aku, sayang sama aku dan nggak berpaling ke hati yang lain! Sebagaimana kita terkena ombak, badai dan topan. Aku harap, cinta kita nggak akan goyah!" Bilmar kembali mengecup bibir Alika yang merah muda merona.
"Malam ini, kamu sungguh berbeda sayang!" Bilmar pun mulai menjatuhkan dirinya untuk berbaring disamping Alika, merentangkan tangannya di atas dada istrinya.
Namun, keharmonisan itu tidak berlangsung lama.
Tok..tok..tok
Ada suara ketukan beberapa kali terdengar dari luar pintu paviliun miliknya.
"Oh, Iya!!"
Seketika itu pun ia teringat dan langsung bangkit untuk mengenakan pakaiannya secara utuh kembali.
Krekk
Kunci diputar dan pintu dibuka secara lebar. Terlihat ada seorang bapak yang terlihat frustasi dengan empat orang anak.
Wajah Galih mencebik. "Keenakan yah? Sampai lupa punya anak masih main di paviliun orang!"
Bilmar tertawa lalu menutup mulut dengan kedua tangannya. "Maaf, Mas. Keasikan, ya gimana dong baru buka puasa udah dua hari--"
"Papa..." Maura mengulurkan tangannya ke arah leher Bilmar. Ia pun meraih tubuh sang anak untuk digendongnya.
"Ya udah Mas, terimakasih ya. Anak-anak selamat tidur ya---"
"Eittt...ett!! Mau kemana??" ucapan Galih sontak menghentikan langkah Bilmar yang baru saja memutar untuk melangkah masuk kedalam.
"Kenapa, Mas?"
"Lupa sama kesepakatan??"
"Hemmm--?" Karena perasaan Bilmar masih indah ke awang-awang, ia pun jadi lupa akan segala-galanya.
"Gantian, Mas! Kali ini anak-anak saya mau menginap di paviliun kamu. Mereka akan tidur bersama Maura. Ya kan Nak??" Galih memutar kedua matanya untuk mendapati ekspresi dari ke tiga anaknya.
"Iya Om, malam ini kami mau menginap!"
"Untuk apa menginap? Kalau jarak antara paviliun kita aja tidak terlalu jauh. Ada-ada aja---"
"Sesuai kesepakatan kita, kan kita teman senasib!!" Galih tertawa untuk meledek.
"Ya, baiklah---" Bilmar berdecak malas. "Ayo, anak-anak masuk ke dalam ya." Bilmar menyuruh semua anak-anak Galih untuk masuk kedalam paviliun mereka.
"Jaga anak-anak saya ya, Mas!!" Galih berseru lalu meninggalkan halaman paviliun Bilmar dengan langkah seribu untuk kembali menjalankan misinya.
Lagi-lagi stimulus otak Bilmar berjalan.
"Dasar kambing laknat!! Enak banget dia, nyuruh saya jagain anaknya semalaman. Tadi kan Maura hanya di titipkan beberapa jam aja disana---" Ia pun dengan cepat memutar kembali tubuhnya untuk mendapati Galih, yang ia fikir masih ada dihalaman depan.
"Sial!! Cepat banget hilangnya!" Bilmar terus melihati paviliun Galih yang sudah gelap dibagian kamar.
Benar-benar kesepakatan mereka terjalin begitu baik. Kerja sama dalam membobol para istri pun terlaksana dengan indah.
***
.
.
.
.
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Jangan Berhenti Mencintaiku
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘