
Pesta akad nikah telah selesai dari dua jam yang lalu. Sudah tidak terlihat lagi batang hidung para tamu yang hadir, kini dirumah hanya menyisakan beberapa orang terdekat saja.
Bilmar memberi sebuah amplop coklat berisikan uang kurang lebih 15 juta didalamnya. Ia berikan kedalam genggaman tangan Bibik dan Paman Alika yang tengah bersiap-siap diambang pintu untuk pamit pulang.
"Ini untuk Bibik dan Paman, nominalnya memang belum seberapa atas jasa kalian selama ini terus menemani istri saya, Alika," ucap Bilmar sambil merangkul tubuh sang istri.
"Ini terlalu berlebihan Mas, saya selaku bibik nya sudah berkewajiban untuk menjaga ponakan kami."
"Iya betul Mas Bilmar, kalau mau kasih hadiah ke kami, beri kami saja rasa ketenangan untuk melihat Alika bisa bahagia dengan rumah tangga kalian. Kami sudah cukup bahagia,"
Seketika Alika menangis mendengar ucapan yang keluar dari Paman dan Bibik nya. Ia merangkul tubuh mereka yang sudah tidak kekar lagi. Menangis terisak-isak melepas kepergian mereka untuk meninggalkan dirinya dengan suami baru saat ini.
"Ingat ya Nak, patuhi apa kata suami mu. Jadi istri yang baik. Itu aja permintaan kami," Bibik mencium kedua pipi Alika dengan amat sayang.
Nasihat itu makin mengiris hati Alika.
Walau selama ini Alika tidak pernah tinggal dengan Paman dan Bibiknya, tetapi mereka berdua selalu rajin menyambangi Alika untuk mengetahui keadaan keponakanya yang sudah yatim piatu itu.
Mobil pun sudah siap untuk mengantar mereka pergi kembali pulang kerumah. Alika tetap melihati bayangan mobil yang makin berlalu meninggalkan dirinya.
Bilmar merangkul dirinya untuk membawanya masuk kedalam.
"Tolong bantu Alika untuk bersiap-siap ya teman-teman!" Ucap Bilmar penuh kerahamahan kepada Bella dan Sofia yang masih berfoto-foto didalam kamar Alika.
Bukan hanya Bella dan Sofia yang kaget, Alika pun ikut mengerutkan keningnya dan mengubah tatapan bingung ke wajah Bilmar.
"Bersiap-siap..?"
"Iya sayang, jam 2 siang kita harus terbang ke Paris. Kita bulan madu disana," balas Bilmar meraih tangan Alika untuk dicium nya lekat.
Membuat Bella dan Sofia ingin guling-guling dilantai karena merasa iri dengan pemandangan yang mereka lihat saat ini.
"Ya Allah Bell, barusan denger nggak mereka mau kemana ?" tanya Sofia
"Paris cuy.. !" Sofia menoyor kepala Bella yang masih melamun dalam keirian nya.
Tingkah laku mereka sontak membuat Bilmar dan Alika tertawa beriringan.
Bella dan Sofia pun kembali memeluk Alika dengan rasa amat sayang.
"Bahagia nya dirimu Kak, aku nggak nyangka kamu akan sebahagia ini," rintih Bella.
"Kak Bilmar---" Sofia menutup mulutnya cepat, ia tidak sadar jika memanggil bapak Presiden Direktur EG dengan panggilan seperti itu ," Eh salah, maksudnya Pak---"
"Panggil kakak aja, saya lebih senang. Kalau kalian menganggap istri saya adalah kakak kalian, maka saya pun telah menjadi kakak kalian juga." potong Bilmar dengan cepat.
"Oh iya..." Bilmar kemudian teringat sesuatu, kemudian ia mengeluarkan dua buah amplop kecil berisi uang.
"Ini buat kalian, kurang lebih ada uang 5 juta disini. Kalian bisa pergunakan untuk hal yang kalian mau," Bilmar memberi amplop itu masing-masing kepada mereka.
Benar saja, suara teriakan kesenangan langsung mencuat dari dua bibir gadis ini. Mereka seperti mendapatkan jakpot tidak terduga.
"Ini sebagai bentuk terima kasih saya, karna kalian sudah mau menjadi teman yang baik untuk istri saya, tercinta" Bilmar kembali meraih tubuh sang istri untuk dirangkul erat kedalam bagian lengannya.
Alika memberi senyuman bahagia ke arah Bilmar, ia tidak menyangka Bilmar akan melakukan hal seperti ini untuk orang-orang yang special dimata Alika.
"Makasi banyak Kak Bilmar, kami akan selalu jagain Kak Alika kalo lagi diklinik," balas Sofia lalu diselingi anggukan oleh Bella.
"Jagain apanya? biasanya juga cuman bikin pusing," jawab Alika ingin meledek mereka.
"Ihh...Kakakkkkk!" suara Bella dan Sofia kembali mencuat nyaring disana.
stay tune yah tungguin bulan madu mereka kaya apa di Paris🤭🤭🤗
Kaya biasa...minta Like nya yah, buat yang mau aja..makasih kesayangan🖤❤️