Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Bulan Madu telah selesai


Hayy atcuu baliqqq agih..duh jadi alay gini gegera udah masuk ke feel yang lagi jatuh cinta kaya Bilmar sama Alika..oke deh stay tune selalu ya..


Selamat baca🤗


***


Malam hari ini tidak ada bintang menyinari karna hujan kembali turun di Paris. Bilmar menelpon Aldi untuk memberitahukan bahwa mereka tidak akan turun makan malam ke restauran, lalu meminta pelayan untuk mengantarnya saja ke kamar.


Alika dan Bilmar masih tergulung dalam selimut yang sama, sang istri meletakan kepalanya di ceruk sang suami sambil mendekapnya. Bilmar terus mengunci tubuh itu dengan pelukan kedua tangan. mengelus-ngelus tangan sang istri dan sedikit meletakan kepalanya dikening Alika.


"Sayang..?" panggil Bilmar.


"..Hmm ya Bil?" jawab Alika setengah mengantuk.


"Kamu tau kan, aku bekerja siang dan malam untuk siapa?"


Mata Alika terbuka pelan, melebar ke arah jendela Lalu mendongakkan wajah untuk melihat mata Bilmar, namun seketika ditahan oleh tangan Bilmar untuk tetap berada didekat ceruk lehernya.


"Udah jangan bangun." tukas Bilmar.


"Ya buat Maura, Papa dan..." Alika diam sebentar, dia masih mundur maju untuk menyebutkan namanya. "Dan aku ya---?" sambungnya malu-malu dengan amat pelan.


Bilmar mengangguk tanda setuju. "Apapun yang aku punya, itu semua juga punya kamu. Harta, cinta dan tubuh aku semua milik kamu. Kamu nggak perlu sungkan untuk minta apapun ke aku, udah kewajiban aku untuk nafkahin kamu dan penuhi segala kebutuhan kamu. Kamu juga harus bisa menyesuaikan segala-galanya karna kita kan sudah berumah tangga..hmm..contohnya kaya gini. Mulai sekarang kamu harus bisa menyesuaikan pakaian untuk dirumah, untuk berpergian dan kalau sedang menemani aku dalam acara formal atau non formal---"


"Maksudnya gimana Bil?" kebiasaan Alika untuk menyela ucapan suaminya.


"Nah kaya gini nih, harus belajar untuk mendengarkan dulu ucapan orang lain, jika sudah selesai baru disanggah atau dikomentari, harus lebih lembut dalam bersikap, jangan dulu menafsirkan sesuatu dengan cepat. Kamu harus banyak sabar, jangan gampang emosi. Aku tau hati kamu itu lembut banget kaya kapas walau bisa berubah kaya singa kalau lagi marah, tapi itu semua harus bisa untuk dirubah karna kamu kan sudah jadi Mama untuk Maura dan calon Mama dari anak-anak kita nanti."


"Berapa pun yang kamu mau, aku akan belikan. Karena uang aku otomatis juga uang kamu. Aku ingin lihat kamu senang. Kamu bisa pergi ke salon, makan di luar, belanja dan mau melakukan apapun terserah, asal yang penting harus ada ijin dari aku, lalu hal itu memang positif!"


Alika masih setia mendengarkan, dia tidak menyelak lagi ucapan suaminya. Mungkin semua itu sudah berjalan baik di otak kanan dan kirinya. Jangan lupakan wanita ini amatlah cerdas!


"Kamu malu ya Bil, nikah sama aku? sama penampilan aku? sama kelakuan aku? apa aku kurang pantas ya bersanding sama kamu?" tanya Alika sendu sambil mengusap-ngusap area dada dan perut suami.


Jangan mancing-mancing Bilmar, Al !


Betul saja seketika itu, Bilmar terasa menegang. Ia jadi tidak konsen dengan arah pembicaraan saat ini.


"Bukan gitu sayang..maksud aku tuh..hmm" lelaki ini diam sejenak, semakin merasa tersulut dengan ketegangan yang tidak sengaja diciptakan oleh istrinya. "Duh baru dua jam yang lalu keluar, masa sekarang mau minta lagi?" batin Bilmar mendayu-dayu.


"Bil?"


"Ya--?


"...Dengerin aku nggak sih?"


"Iya sayang, aku denger!" tukas Bilmar dengan nafas naik turun sedikit menahan gemercak jantung yang meruap-ruap. Mata Bilmar fokus ke arah gundukan dibalik celana nya yang semakin merekah. Alika pun mengikuti sumber tatapan itu.


"Ih ada gunung..!"


"Hah? mana?" tanya Bilmar menoleh cepat


"I--itu..!" Alika membawa mata Bilmar untuk melirik kembali gundukan kepunyaannya yang sudah meninggi. "Ihh kamu tuh!" Alika mencubit perut Bilmar dengan pelan.


Bilmar semakin tidak bisa mengkondisikan tubuhnya.


"Lagi yuk sayang, cuacanya pas nih lagi hujan gini..saatnya baik untuk berkembang biak!" Bilmar berdecis geli.


"Ihh, Bil. Kamu ah..emang yang sebelumnya masih kurang? udah dua kali tadi kan?" Alika melepas pelukannya untuk berbalik arah membelakangi sang suami.


Tubuh mungil itu kembali diraih dan dihujani kecupan diarea tengkuk dan leher, membuat Alika meronta-ronta manja, malu-malu tapi mau. Bilmar tetap menjalankan aksinya untuk merayu sang istri.


"Biar pas pulang dari sini kita udah bertiga sayang---"


"Sama siapa?" Alika menyengitkan dahinya.


"Sama si Aldi! ya sama Anak kit---"


"Ya Mas, Mba kenapa?"


"ALDI!" seru mereka berdua menggema luar biasa.


"Maaf Mas dan Mba, pintu sedikit terbuka. Saya jadi khawatir. Sekalian mau mengantarkan makan malam untuk kalian."


Bilmar buru-buru menutupi tubuh Alika dengan selimut sampai menutupi wajahnya. Ia tidak mau Aldi menatapi tubuh Alika dibalik piyamanya yang tipis tanpa menggunakan bra.


"Bil..bil!" Alika meraung-raung dibawah selimut karna susah untuk bernafas.


"Tunggu istriku, sebentar!" Bilmar masih menguatkan tangannya dari haluan Alika.


"Sudah letakan saja dimeja, dan cepat pergi dari sini!"


"B-baik Mas." Aldi menoleh ke arah pintu luar untuk menyuruh pelayan menyiapkan makan malam mereka di meja. Bilmar masih berusaha untuk menyekap Alika sampai aktivitas Aldi dan pelayan selesai.


"Ahhh kamu, aku susah nafas nih!" Alika membuka selimutnya dengan cepat ketika tangan Bilmar sudah dilepas dari sana.


Aldi dan pelayan pun sudah berlalu dari kamar mereka.


"Ya aku nggak rela lah, kalau mereka liat kamu yang lagi kaya gini!" Bilmar bangkit dari ranjang menuju meja yang sudah tersaji dengan menu makan malam mereka. "Ayo sayang sini! kita makan dulu."


"Jadinya ga jadi nih, Bil--?" tanya Alika malu-malu, dirinya tidak sengaja sudah terjebak dengan hasratnya.


Bilmar menoleh ke arah istrinya, terlihat aura kecantikan Alika begitu terpancar dan mempesona. Ia begitu sexy dengan rambut yang tidak beraturan di ranjang.


"Hmm..baiklah!" Bilmar bangkit dan menerjang Alika dengan cepat.


Kembali terdengar suara rintihan, keluhan dan erangan dari dua suara menjadi satu. Terserah Bilmar mau berapa kali malam ini.


Sepertinya rencana berkembang biak di malam penuh curahan hujan, dapat terlaksana dengan baik.


Semoga nanti pulang bisa benar-benar bertiga dengan calon bayi.


***


Pagi ini, Alika dan Bilmar memutuskan kepulangan mereka lebih awal dari rencana bulan madu yang sudah ditetapkan. Karena Maura selalu merengek dan menangis ditelepon untuk meminta mereka cepat kembali ke Indonesia.


Walau Bilmar sudah melarang, namun Alika tetap dalam pendiriannya untuk tetap mengiyakan kemauan anak itu. Jadi mau tidak mau hari ini mereka harus pesan tiket ekpress untuk cepat pulang ke rumah.


"Aldi, terima kasih banyak sudah menemani kami selama di Paris. Maaf kan kata-kata kami jika sering merepotkan dan menyusahkan mu selama menjadi pengawal kami disini..ini buat kamu."


Alika menyodorkan sebuah godie bag berisi kaos dan kemeja serta sebuah amplop berisi beberapa lembar uang Euro.


Wajah Aldi mengembang senang diudara, matanya bersinar-sinar terus mengucap syukur tanda terima kasih.


"Wah makasi banyak Mba, Mas. Sudah mau repot-repot seperti ini, saya doakan tambah murah rezeki dan cepat dapat momongan, aamiin."


Doa tersebut diaminkan pula oleh Bilmar dan Alika.


"Selamat tinggal ya Aldi, semoga kita bisa bertemu lagi nanti!" ucap Alika yang sudah memutarkan langkahnya untuk berlalu bersama Bilmar menuju ke dalam Bandara.


Alika sesekali menoleh memberi lambaian tangan ucapan perpisahan.


Aldi pun melambaikan tangan ke arah wanita itu. Seraya menyambut kepergian mereka.


"Semoga kalian selalu berbahagia sampai maut memisahkan, aamiin. Hati-hati ya kalian" doa tulus mencuat dari sanubari Aldi yang paling dalam. Entah mengapa Aldi merasa sendu ketika bayangan mereka sudah tidak terlihat lagi.


Ia akan merindu dengan Tuan nya yang penyayang, sabar dan baik namun seketika bisa berubah menjadi beruang kalau istrinya disentuh atau dilirik dan Nyonya nya yang kadang manja, mudah ngambek namun berhati lembut.


***


Aku terharuu banget sama komenan positif kalian, dukung banget aku..unch sosweet😘❤️ maaf kalo ada yg kelewat nggak dblas chatnya..insya allah kalian kesayangan akuu..hehehe🤗


Kaya biasa


Like dan Komen yaa..meminta kebaikan hati kalian untuk mem Vote dan Rate bintang dicerita ini..biar aku semangat.


thankyou❤️😘😘