Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Papa Luky sakit


Hayy cinta-cinta, bagaimana kabar kalian? semoga sehat selalu ya, lancar segala aktivitasnya❤️❤️


aku balik lagi nih guys🤭


yuk selamat bacaa


🤗🤗


***


Nuansa pagi kembali bening memberi kecerahan. Secerah hati Alika dan Bilmar saat ini. Karena mereka telah berhasil membelah suatu masalah untuk lebih saling menyatu dan menguatkan.


Hari ini adalah hari terakhir Alika dan Bilmar untuk mendatangi EG. Karena lusa adalah hari penting untuk Rendi dan Binara. Tentu menjadi seorang kakak, Alika ingin sekali membantu jalannya pernikahan mereka dengan tenaga yang ia miliki.


Ia sudah berjanji kepada Binar untuk menemaninya perawatan pra pengantin H-1 ke salon dan membawanya untuk bertemu Bibik dan Paman.


"Jika kalian ada waktu lusa datang ke rumah ku ya. Ada acara di rumah, pernikahan adikku..." Kata Alika kepada Bella, Sofia dan dr Hanna sambil membereskan beberapa kotak obat disana.


"Adik nya Kakak?"


"Sejak kapan, Kakak punya adik?"


Bella dan Sofia saling menyambung memberikan pertanyaan. Raut wajah mereka terlihat bingung.


Alika hening sebentar, ia lupa belum menjelaskan tentang jati dirinnya yang sebenarnya kepada mereka. Namun Alika merasa, semua itu tidak penting untuk di jelaskan.


Menjadi pewaris Artanegara yang sesungguhnya, tidak membuat ia menjadi tinggi hati atau bangga. Ia ingin tetap dikenal sebagai Alika sarasafi saja di hadapan teman-temannya, bukan sebagai Alika Artanegara yang bisa mengeluarkan kekuasan kepada siapapun yang ia kehendaki.


"Adik sepupunya Kak Bilmar, adikku juga kan berarti?" Senyum mengembang di wajah Alika kepadanya.


"Aku kira kamu punya adik yang baru ketemu besar." Sambung dr Hanna terus menatapi layar komputernya.


"Pokok nya semua harus datang ya ke rumah ku..."


Mereka semua mengangguk, terutama Bella dan Sofia yang begitu senang bahagia.


"Permisi...!" Ada suara lain dari ambang pintu utama klinik.


"Oh..iya tunggu." Alika berlalu ke sumber suara, meninggalkan mereka semua di dalam.


"Siapa tuh?" Tanya Sofia dari dalam. Bella dan dr Hanna hanya membidikan bahu karena tidak tahu.


Tak berapa lama wajah mereka pun kembali senyum bahagia tak kala melihat Alika masuk ke dalam sambil membawa beberapa kotak pizza dan minuman segar.


"Wah makan enak lagi, Sof..." Seru Bella.


"Kak, bukan nya kemarin kamu sudah mengirimi kita makan siang gratis, kenapa sekarang lagi?" Sofia mendekati Alika.


"Nanti kita jadi nggak enal, Al. Dengan suami kamu, disangkanya manfaat kan kamu." Sambung dr Hana.


"Loh manfaat kan dari mana? Ini semua kan pakai uang aku, jadi aku bebas mau beli apa aja. Termasuk untuk kalian, aku juga berencana mau membawa kalian jalan-jalan, mungkin nanti ya jika waktu nya sudah ada."


Selama Papa Luky tahu bahwa Alika adalah anak kandungnya, lelaki itu tidak pernah absen mentransferkan uang ke rekening putrinya, walau Alika sudah sering menolaknya. Ditambah lagi dengan uang pribadi yang diberikan oleh Bilmar dan gaji nya dari EG. Tentu saja dengan uang sebanyak itu, tidak akan mungkin ia bisa habiskan sendiri.


Dari semua uang itu, hanya 10% yang ia gunakan untuk kebutuhan dirinya. Sisa nya ia akan kirim beberapa untuk Bibik dan Pamannya, ke yayasan amal serta untuk teman-temannya.


"Aku fikir kamu akan berubah Kak jika menikah dengan Kak Bilmar, nyatanya---" Bella memeluk perut Alika dari samping kiri.


"Tidak kan?" Alika menyelak cepat lalu tertawa pelan.


"Kami doakan, kamu, Kak Bilmar dan anak-anak kalian selalu bahagia ya Kak." Sofia ikut memeluk perut Alika dari samping kanan.


"Aamiin---" mereka semua mengucap doa untuk keselamatan Alika.


"Yang ini buat kalian.." Alika memisahkan beberapa kantong pizza untuk mereka. "Dan yang ini untuk suamiku.." Ia kembali memisahkan satu kantong pizza untuk Bilmar.


"Al, gimana soal masalah klinik? Bilmar masih ingin mengaudit kita?"


"Kita nggak bisa kasih bukti kuat ke EG, catatan kita kan semua hilang begitu saja. Yang kita tahu cabang 5 sudah bermain curang!"


"Syukurlah Al, aku lega mendengarnya.."


"Semoga aja nasib baik terus berpihak sama kita.."


"Aamiin---"


"Sebelum makan pizza, Bella dan Sofia ikut aku dulu ke gudang ya, aku ingin mengecek kembali stock obat klinik kita. Sepertinya aku akan libur lama setelah pernikahan adik sepupuku.."


Binara dan Rendi telah sepakat akan menghabiskan bulan madu ke luar negeri sambil membawa keluarg besar mereka.


Ia merasa akan sangat bahagia bisa pergi bertamasya dengan Suami, Papa dan Kakaknya.


****


"A--pa bagaimana bisa?"


Suara nyaring terdengar dari Papa Luky. Seketika ponsel yang masih ada di telinganya pun terjatuh ke bawah. Lelaki paru baya ini terlihat memegangi dada bagian kiri.


Lalu ia terkulai lemah ke atas lantai. Masih meringis kesakitan, lalu kedua mata nya pun tertutup. Papa Luky jatuh tidak sadarkan diri.


Ia terdengar sangat shock setelah menerima kabar dari si penelpon.


Beberapa menit kemudian, datanglah langkah kaki yang tengah berlari menghampiri tubuhnya yang sudah tidak berdaya.


Pak Khalid seperti biasa akan sering keluar masuk ke dalam ruangan Papa Luky untuk membawa beberapa berkas laporan yang harus ditanda tangani oleh bos nya.


"Pak..Pak..?" Pak Khalid menepuk-nepuk bahu bos nya yang sudah memejamkan kedua matanya. Wajah Pak Khalid menegang, ketika ia merasakan nadi Papa Luky begitu lemah.


"Pak..bangun, Pak!"


Di lihatnya Papa Luky tidak bergerak, Ia pun bangkit menuju meja, untuk meraih gagang telepon.


"Bu maaf mengganggu, Papa ibu sedang tidak sadarkan diri diruangannya!"


***


Guyss siapin hati kalian ya, konflik panjang akan aku mainkan. Semua akan terbongkar secara runtut. Aku akan bercerita sesuai outline ku😘❤️


Oh yaa selagi kalian nunggu cerita ini update kalian juga bisa baca karyaku yang lain ya:


1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


2.Jangan Berhenti Mencintaiku


3.Dua Kali Menikah


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘