Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Menghilang dari Menara Eiffel


Duh guyss mon maap nih aku perasaan diatasnya udah kasih tanda petik deh buat ngejelasin😁😁🤭...yang part BDCT itu tuh aku lg promosi novel aku yang pertama, itu adalah sebuah penggalan ceritanya udah up sampe ke episode 200..kali aja kalian mau baca juga hahaha...


aduuhh aku mah di novel ini akan selalu nyeritain Bilmar sama Alika tanpa usang...


Stay tune yah guyss😘 keep readingg🖤


Lancar ya ibadah puasa nya.


****


Sesuai dengan perintah Bilmar. Aldi pun mulai meminta bantuan keamanan Hotel untuk mencari Alika. Bilmar yang sudah sedari tadi memutuskan untuk pergi sendiri ke arah barat sesuai arahan insting didalam hati nya. Ia yakin kalau Alika belum jauh.


Ia terus berlari kesana kemari, untuk mencari-cari wanita mungil dengan rambut cokelat terurai sebahu dengan memakai kemeja pink garis-garis bercelana jeans dan sepatu cats.


"Konyol Alika! marah sampai kabur-kaburan kaya gini! nggak mikir dulu apa gimana sih? main asal pergi, kalau tersasar gimana ? nggak ngerti bahasa disini, gimana kalau nggak ketemu?"


Jag.


Hatinya berdetak tidak karuan. Ia takut terjadi apa-apa dengan Alika, begitu khawatir dan cemas ditambah lagi udara semakin dingin dan malam semakin pekat.


"Gimana kalau sampai diculik?"


Batin Bilmar semakin kacau. Ia terus berlari menyusuri jalan yang masih tidak jauh dari Menara Eiffel.


"Apapun yang terjadi aku akan membelah langit Paris untuk tetap bisa menemukanmu kembali!"


Di arah lain.


Breggg


Suara roda kereta bayi yang telah terguling diaspal jalan, Alika berhasil menghentikan lajuan nya untuk menyelamatkan sang bayi yang ada didalamnya.


Berhasil ! si bayi telah diamankan oleh nya.


Bayi pun menangis kencang karna kaget, Alika pun mendekap sang bayi agar bisa merasa aman tengah di posisi yang hangat.


Dan kemudian salah seorang wanita dari mereka telah sampai dengan nafas tersengal-sengal, kacau tidak beraturan. Mengatur posisi tubuhnya dari kelelahan akibat ikut berlari-lari mengejar bayi nya.


Ia sangat bahagia melihat Alika sudah dapat menolong bayi mereka.


"Merci beaucoup d'avoir aidé mon bébé (Terima kasih sudah menolong bayi saya)." ucap sang Mama bayi, sambil mengambil alih tubuh bayi dari dekapan Alika.


Alika hanya bisa senyum sambil menggaruk-garukan kepala nya, ia sama sekali tidak mengerti atas apa yang telah diucapkan oleh wanita ini kepada dirinya.


"Quelqu'un est-il blessé ( Apakah ada yang luka, nona)?" tanya lagi sang Mama bayi.


Dan Alika hanya bisa diam, memberikan senyum terlebarnya sampai gigi depan terlihat semua. Ia sama sekali tidak mengerti pertanyaan itu dan harus menjawab apa.


"Nous venons de le quitter, comme un fou. demanda même des sourires (sudah kita tinggalkan saja wanita ini ia terlihat seperti orang yang tidak waras. Ditanya malah senyum-senyum tidak menjawab) !" ujar salah satu mereka lagi ke pada sang Mama bayi.


Dan akhirnya mereka pun berlalu meninggalkan Alika seorang diri disana. Ia terus berdiri mematung, memutar kedua bola matanya untuk terus menjelajah setiap sisi yang kini ia pijaki.


Jeg.


Alika tersasar !


Wajahnya berubah 180 derajat. Penuh takut cemas dan khawatir yang terus menggebu-gebu. Menoleh ke belakang, ke samping kanan dan kiri untuk mengingat-ngingat dari mana arah datang dirinya di awal.


Alika tidak hafal jalan untuk kembali, bertanya kepada pejalan kaki pun ia tidak mampu, karena tidak mengerti berbicara bahasa Perancis.


Tangannya dirogohkan ke saku celana guna mencari HP, namun sayang HP itu tertinggal dikamar hotel.


"Ahhh..!" Alika meraung sejadi-jadinya, ia mulai cengeng karna takut tidak bisa pulang ke hotel, dan bertemu suaminya kembali.


Ia berharap Bilmar akan kembali menjadi pahlawan bagi nya.


Terlihat ada dua lelaki datang menghampiri Alika, mentertawai nya dan mulai berperilaku tidak senonoh.


"Lepas ! tolong..lepas !" Alika mengerang hebat ketika tangannya ditarik oleh kedua lelaki itu dan hendak membawanya pergi.


"H--ey lepaskan dia!" ada suara mencekam begitu nyaring dan kuat di udara.


Mereka pun menoleh dengan cepat. Dilihatnya ada Aldi beserta dua orang keamanan dari hotel yang telah sampai mencegah aksi mereka.


Begitu bahagianya Alika melihat Aldi yang datang menjemput dirinya.


Tidak ada pertikaian disini, dua pemuda iseng itu dengan cepat melepaskan tubuh Alika dan berlalu pergi dengan kilat meninggalkan mereka semua.


"Mba nggak apa-apa?" tanya Aldi. Alika menggeleng.


Alika meringis pelan ketika tubuhnya disapu angin malam. Aldi yang faham akan sikap itu, dengan cepat menanggalkan jaket dari tubuhnya untuk di pakaikan ke tubuh Alika. Ia tahu wanita ini sedang meringis menahan hawa dingin.


"Makasi Aldi, maaf merepotkan kamu."


Alika terus mengikuti langkah Aldi untuk kembali ke hotel. Ada suatu rasa kecewa dari hati Alika, ketika tidak melihat Bilmar untuk ikut serta mencarinya.


"Mungkin dia lebih memilih tidur di Hotel dibanding mencari aku!"


Begitulah Alika dengan berbagai spekulasi pemikirannya sendiri, tanpa mau mencerna atau bertanya terlebih dahulu.


Dia tidak tahu saja bagaimana keadaan Bilmar saat ini, lelaki ini begitu frustasi karna sudah hampir satu jam tidak menemukan sang istri.


Dan kemudian ia memeluk sosok Alika dihadapannya, memeluknya dari tubuh bagian belakang. "Kamu kemana aja sih? aku cari kamu !" tangannya dieratkan memeluk perut Alika dari belakang. Ia rindu sekali dengan istrinya.


"Bilmar!!!"


Bilmar mengerutkan dahi nya ketika ia mendengar sosok suara yang sangat berarti dalam hidupnya memanggil namanya.


Loh ?


Ia langsung melepas pelukan itu dan menoleh cepat ke belakang.


Terlihat ada Alika yang sudah menghentikan langkah nya untuk berdiri dibelakang tubuh Bilmar, hancur hatinya melihat sang suami tengah memeluk wanita lain disaat ia sedang membutuhkan sosok Bilmar disisi nya.


"Hah? sayang?"


Bilmar pun menoleh ke wanita yang tidak sengaja dipeluk nya tadi, wanita itu pun menoleh, "Désolé d'avoir la mauvaise personne (maaf saya telah salah orang) !" ucap Bilmar lalu meninggalkan wanita itu untuk menghampiri sang istri yang sudah diketemukan dahulu oleh Aldi dan para keamanan Hotel.


"Sayang..aku cemas---"


Paakkkkk


Belum selesai Bilmar berucap, tamparan cantik telah mendarat di pipi nya kembali, menambah beberapa ke linuan disana. Bahkan luka memar bekas tinjuan Alika tadi malam masih bertahta manis di tulang pipi Bilmar.


Alika dengan segala ke amrahan nya yang sedari tadi belum usai kini terus memanjang dan memanas. Ia kembali melangkah dengan cepat menuju Hotel lalu menarik tangan Aldi, untuk membawanya dari sana.


***


Hari ini ada dua part..stay tune yah❤️💖


Kaya biasa yah🖤


aku minta dukungan kalian untuk Like, Vote dan Komen. Semoga terus menjadi motivasi diri ku untk selalu bersemangat. aamin🤗