
"Subhanallah cantik banget Kak," Bella dan Sofia histeris bersamaan. Ketika melihat Alika yang sudah selesai di make up. Ia terlihat begitu sangat cantik, menawan dan elegan mengenakan kebaya putih dengan taburan kilauan svarosky.
Dengan dandanan wajah yang begitu soft and flawless dan tatanan rambut dengan gaya twisted apdo. Sungguh semua ini membuat ia terlihat sangat anggun bagai pengantin sang kerajaan.
Terlihat simpul gembira mengalir di garis senyum pipi nya ketika ia memandang dirinya di cermin saat ini.
Ia terus mengatur pola nafasnya agak tidak berantakan. Mengingat ini adalah proses akad nikah yang ke dua bagi nya, tapi tetap saja ia tidak bisa melepaskan rasa cemas dan gelisah nya.
Merasakan kembali bagaimana nervous nya seorang pengantin ketika menunggu sang pengantin laki-laki agar lolos dengan baik dalam melantunkan ijab qabul dengan khidmat.
"Mama..?" panggil Maura diambang pintu kamar Alika. Ia berjalan pelan dengan langkah tertatah-tatah mendekat lalu memeluk tubuh sang ibu sambung.
Dengan rambut terurai diberikan aksen kepangan sedikit di kanan dan kiri yang kemudian disatukan menjadi simpul dibelakang rambut. Memakai mahkota kecil yang terselip diatas kepalanya serta memakai dress warna senada dengan baju pengantin mama dan papa nya.
Alika menciumi pangkal rambut anak itu yang kini tengah bergeliat memeluk perutnya. Maura terus melihati wajah Alika yang begitu cantik. Ia terus senyumi wajah calon sang mama.
Betapa sungguh luar biasa indah, perjalanan pernikahan kedua Alika saat ini. Ia kembali mendapatkan Bilmar Artanegara, sang mantan kekasih yang selalu ada dalam penantiannya selama 12 tahun. Pernikahan yang direstui oleh berbagai pihak terutama oleh putri sambungnya dan yang menakjubkan dia akan menjadi perempuan pertama di kawasan ECO GROUP yang berhasil memukau semua mata memandang karena mampu menjadi seorang permaisuri di istana EG.
Segala cinta, kasih sayang dan gelimangan harta akan diberikan selalu kepada Alika oleh Bilmar. Alika akan selalu menjadi ratu dalam hidupnya.
Terlihat semua orang sudah berkumpul di taman belakang. Didalam sebuah nuansa garden party. Sudah berjejer para tamu yang duduk di kursi yang diberikan aksen pita untuk mempercantik tampilannya, mereka duduk sangat anggun didepan sang pengantin pria yang sudah siap di meja akad. Suasana begitu haru-biru, tenang dan damai. Sesekali angin sejuk menerpa ceruk tengkuk sang pengantin pria yang sedang tegang untuk mengucapkan kembali ijab qabul yang kedua bagi nya.
Bilmar Artanegara sangat tampan saat ini, tubuhnya terlihat sangat tegap ketika memakai jas putih pengantin serta songkok menutupi rambut yang bertahta di kepala nya. Wajahnya hanya menatap lurus, sesekali mengatur pola jantung yang makin menggebu-gebu dengan diselingi perasaan yang sangat amat bahagia tidak bisa terucap.
Entah ketika menikah dengan mamanya Maura terdahulu, ia tidak sebegini nervousnya dalam menjalani akad nikah. Mengingat acara pernikahan yang pertama sangat meriah, banyak tamu dan relasi berdatangan namun tidak membuat ia begitu cemas dan khawatir.
Menurutnya pernikahan kedua nya ini, seperti pernikahan pertama kali untuk Bilmar karna ada cinta yang tercurah habis didalamnya, penantian panjang yang sebentar lagi akan selesai berlayar untuk menepi dalam kelanjutan hidup yang bahagia.
Sesekali ia menggosok-gosokan kedua telapak tangannya dan menghembuskan nafasnya kesana. Pak Bayu yang duduk tidak jauh dari Bilmar, terus mengelus punggung putranya. Ia merasa sudah tidak mampu lagi untuk melarang-larang kebahagiaan yang sudah dipilih oleh anak semata wayangnya itu.
Ia masih teringat bagaimana tersiksanya Bilmar menjalani pernikahan dengan mamanya Maura tanpa cinta dan sayang, tapi harus tetap ia jalani untuk mendapatkan seorang cucu bagi kedua orang tua mereka yang masih disulut akan keserakahan. Dan akhirnya Bilmar menduda ketika sang istri meninggal sesaat melahirkan Maura, Ia memilih hanya untuk membesarkan Maura membuang segala hasratnya untuk bersama wanita manapun, karna cinta nya kepada Alika yang tidak pernah padam oleh waktu.
"Sudah bisa dimulai ?" tanya penghulu yang sudah hadir 5 menit yang lalu. Bilmar mengangguk mantap.
"Saya terima nikah dan kawin nya Alika Sarasafi binti Samsul Bahri dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"
"Bagaimana para saksi ?"
"SAH...!" sorak menderai dari suara khalayat yang hadir melihati prosesi ijab qabul tersebut.
Seketika degupan jantung yang sedari tari menghujam tubuh Bilmar berganti menjadi degupan hangat penuh kelegaan.
Beberapa saat munculah sesosok wanita cantik dengan senyuman indah memberi keteduhan dalam wajah nya, begitu ayu nan lembut. Melangkah pelan-pelan di apit sang Bibik dan sahabat serta anak sambugnya.
Semua mata terpana melihati kecantikan Alika, mereka yang hadir tidak menyangka Alika akan sebegitu berbeda nya.
"....Cantik banget ya,"
"....Beruntung dia,"
"...Masya Allah anggun banget,"
Celotehan para khalayat yang hadir melihati Alika yang terus melangkah menuju keberadaan sang suami yang terus menatapi nya dengan rasa haru di mata nya.
Bilmar menyeka air matanya. Ia begitu bersyukur begitu baiknya Yang Maha Kuasa telah menyatukan cinta mereka yang hampir kandas dalam ke salah fahaman selama belasan tahun.
"Masya Allah, istriku.." rintihan haru melejit di bibir Bilmar.
Alika terus melangkah dengan senyum membahagiakan, detakan jantung nya pun sudah kembali normal. Ia sangat tidak percaya akan di beri hadiah oleh Allah secepat ini atas kesabarannya dalam menerima cobaan yang terdahulu Allah berikan.
Selamat berbahagia Alika dan Bilmar.
Enggak bosen-bosen aku mah, minta Like nya yah. Kalau mau vote ke BDCT aja ya..thankyou❤️❤️