Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Fasilitas Mewah 1


Kini mereka baru tiba di bandara. Dengan hanya 1 koper mengiringi langkah mereka, Bilmar meminta Alika untuk tidak membawa pakaian terlalu banyak, jika kurang bisa membeli nya langsung di Paris.


Alika masih memeluk erat tubuh Maura di pelukannya. Diciumi anak itu tanpa henti, ia berat melepas Maura untuk beberapa hari kedepan.


Ia terus menatap cemas dan khawatir akan kondisi anak ini yang belum stabil betul.


"Jangan cemas Nak, ada Papa yang jagain Maura disini, Alika dan Bilmar fokus saja dulu berbulan madu," Papa Bayu menyemangati Alika untuk mempercayai kondisi Maura kepada nya.


Berbeda dengan Alika, Maura malah terlihat lebih senang mengantar kepergian mereka.


"Kata Papa, nanti Mama pulang bawa adik bayi ya?" tanya Maura polos.


Itu adalah alasan Bilmar ketika meminta izin untuk pergi beberapa hari membawa Alika ke luar negeri kepada putrinya.


Sungguh Maura adalah anak yang pandai dan luar biasa dalam mencintai sang papa, ia tahu betul bagaimana kebahagian papa nya saat ini. Entah apa yang terjadi pada Maura, jika ia tahu Alika menikahi papa nya tanpa cinta seperti dulu.


"Iya Nak, adik untuk teman main Maura ya sayang," Alika kembali memeluk anak itu, ia terasa tidak ingin berpisah dari nya.


"Baik, kirim saja ke email saya langsung jika dirasa darurat !" seuntaian kata tercuap dari bibir Bilmar disambungan telepon pribadi nya.


Mematikan Hp nya dan berjalan menuju keluarga tercinta.


"Kenapa?" tanya Bilmar mendekati tubuh sang istri yang sedang memeluk tubuh Maura tak mau lepas, ia melihat wajah Alika terasa sendu sekali.


"Aku akan kangen dia Bil!" jawab Alika lirih.


Bilmar tersenyum manis, "Nggak apa-apa sayang, demi adik buat Maura," tukas Bilmar meledek.


"Iih kamu..!" Alika mendelikan matanya, bahwa saat ini ia tidak butuh dihibur dengan kelucuan seperti itu.


Tak berapa lama, terdengar himbauan pemberangkatan Jakarta-Perancis, Bilmar memberi aba-aba agar Alika bersiap-siap sekarang.


"Ingat ya Nak, jangan nakal dirumah. Harus patuh sama kakek, obatnya diminum dan Maura jangan lari-larian dulu ya, kaki nya kan belum sehat betul. Mama akan telepon Maura sepanjang waktu ya Nak," rentetan nasihat keluar dari bibir mungilnya.


"Iya Mama.." Maura mencium kedua pipi Alika.


"Berangkatlah sekarang, nanti kalian terlambat!" Papa Bayu mengingatkan mereka.


Mereka pun saling berpeluk satu sama lain.


"Jaga kesehatan ya Pa, kalau ada apa-apa jangan ragu untuk telepon kami," ucap Alika.


Mereka pun berlalu dengan langkah cepat, sesekali Alika menoleh ke belakang untuk melihati putri nya yang masih melihati dirinya pergi menjauh.


Bilmar terus menggenggam tangan Alika untuk terus melangkah sampai menaiki pesawat menuju Perancis.


Ini adalah suatu pengalaman pertama baginya menaiki pesawat untuk terbang ke luar negeri. Tidak seperti wanita kebanyakan yang akan berselfi ria dan memajang foto mereka di sosial media.


Alika hanya diam menatapi langkah kepergiannya meninggalkan sang anak sambung.


Alika tercengang ketika memasuki ruangan dalam pesawat. Matanya tergugah akan kemewahan didalamnya. Diruangan ini hanya ada dua bangku untuk mereka berdua. Bilmar memilih ruangan VVIP yang termahal untuk mengantarkan perjalanan mereka yang akan memakan waktu kurang lebih dari 16 jam di udara.


Bilmar sengaja memilih pesawat dengan harga termahal untuk sang istri. Ini adalah salah satu ucapan terima kasih nya karna sudah mau menikah dengannya.


Di lengkapi dengan suite pribadi yang di partisi, tempat tidur kasur, meja rias, fasilitas spa penerbangan dan bar mini didalamnya. Tidak lupa dengan adanya asisten pribadi yang siap menjamu mereka. Alika dan Bilmar akan disuguhi dengan kuliner ala Michelyn and Skytrax.


Benar-benar Alika seperti ratu saat ini. Ia lah sang makota kerajaan yang selama ini diburu oleh sang pangeran.


Bilmar merasa kaget dengan mulut Alika yang masih menganga tidak usai.


"Awas tuh ada jangkrik masuk.." Bilmar meledek Alika dengan mengangkat jari menyentuh bibir sang istri.


Alika tidak memperdulikan itu, ia masih saja fokus berjalan kesana kemari untuk menikmati setiap fasilitas yang ada di ruangan ini. Setidaknya hal ini membuat ia melupakan kesedihannya tentang Maura.


***


Kaya biasa guys...Like dan Komen nya yah🖤🖤biar semangat nih buat Bilmar bisa lancar sama Bulan Madu nya..hihiyyy