Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Lepasin aku, Bil!


Hayyy kesayangan, aku balik lagi nih❤️❤️


pelan-pelan bacanya yah..agak serem dikit🙊


yuk mari baca


🤗🤗


***


Sesuai perintah bos besarnya. Mang Dana membawa kembali Alika dan Maura untuk pulang kerumah. Membawa mobil dengan begitu cepat. Ia tahu majikannya sedang marah besar. Masih terngiang-ngiang ditelinganya, ketika lelaki itu berteriak dengan kencang.


Sesampainya dirumah, Alika melangkah tergesah-gesah untuk masuk kedalam rumah. Ia masih menggendong Maura.


"Pah?" panggil Alika ke arah Papa Bayu yang sedang duduk diruang tamu.


"Kamu dari mana aja, Nak?" tanya Papa Bayu pelan.


"Kakek.." ucap Maura lalu tangannya meraih tubuh Papa Bayu untuk berpindah gendongan.


"Bilmar dimana, Pah?"


"NAIK..!!!"


Tiba-tiba ada suara menggelegar terdengar nyaring diantara mereka.


Seketika arah mata Papa Bayu dan Alika terseret cepat untuk mendongak ke atas. Mereka bersamaan melihat Bilmar yang sudah berdiri dipinggiran tangga lantai atas, sedang melihati mereka kebawah.


Kedua mata Bilmar menyorot tajam melihat sang istri yang baru sampai dirumah. Alika langsung gugup seketika, bertanya-tanya ada apakah dengan sang suami tercinta.


"Ada apa, Bilmar?" tanya Papa Bayu.


"Sudah Pah, ini urusanku dengan istriku! ayo kamu naik...cepat!" terdengar kencang diakhir kalimat serta kedua matanya kembali beralih ke wajah sang istri. Membuat Alika langsung menyeret kakinya untuk menyusul Bilmar naik ke atas.


Bilmar pun berlalu untuk masuk kedalam kamar kembali. Ia terduduk di tepian ranjang. Dengan nafas naik turun, Alika mulai mendekati Bilmar yang setengah menundukkan kepalanya.


"Bil, kamu kenapa sayang?" Alika memberanikan diri untuk bertanya, disaat langkah kakinya masih dipertengahan kamar. Bilmar pun menoleh tajam. Sontak membuat langkahnya terhenti maksimal.


"Dari mana kamu?"


Bilmar bangkit untuk berdiri lalu berjalan menghampiri sang istri yang wajahnya sudah dirundung ketakutan.


Alika menatap pelan-pelan kedua bola mata Bilmar yang sedang menahan amarah.


"JAWAB!" hentakan nyaring begitu saja mengelilingi daun telinga sang istri. Alika pun memejamkan matanya dan memindikan bahu secara bersamaan. Ia begitu merinding.


"Ya Allah, Bil. Kamu kenapa?"


Bilmar masih diam menatapi wajah sang istri.


"Aku kan sudah bilang sama kamu, ingin ke kantor Papaku dan kamu sudah mengizinkanku, iya kan?"


"Benar begitu?" Bilmar menaikan satu alisnya ke atas. Wajahnya masih terlihat garang.


"Iya benar Kok, Bil!"


Bilmar memejamkan kedua matanya sebentar, mengeluarkan nafas dengan kasar.


"Lalu bagaimana kamu bisa duduk berduaan dengan Indra di taman? tepat diwaktu kamu akan makan siang bersama Papamu di kantor?"


Kedua mata Alika terbelalak, membulat dan membesar.


"Ya Allah sayang, jadi ini masalahnya? aku fikir ada apa, Bil?" Alika meraih tangan Bilmar yang seketika ditepis oleh suaminya ke sembarang arah.


"Jawab aku, Al! beraninya kamu bohongi aku!"


Kedua tangan Bilmar memegang bahu Alika begitu kuat. "Jangan kaya gini, sayang. Aku sakit!" Alika melepas cengkraman tangan Bilmar dari bahu nya.


"Kamu salah faham, Bil! kamu tau ini dari mana?"


"Aku telepon kamu, tapi kamu nggak angkat! ternyata kamu lagi berduaan sama dia, makan di bangku taman sambil bercanda-canda! kamu bohongin aku, Al!"


"Nggak gitu Bil, kamu salah faham! aku bisa jelasin."


"Jelasin apa? jadi tuh selama ini kamu masih ada kontak sama Indra, Al? aku nggak habis fikir ya sama kamu!"


"Bil? udah..tolong percaya aku! aku bisa jelasin semua ini sama kamu! kamu tuh salah faham, makanya kamu jadi cemburu buta kaya gini!"


"Karena telepon kamu nggak diangkat, terpaksa aku telepon Binar. Dia bilang kamu langsung pulang setelah mengantar makanan."


"Lalu aku Video Call Mang Dana, dia memperlihatkan kamu tengah makan berdua di tengah taman bersama lelaki itu! jahat kamu, Al! kamu pakai alasan dengan kata ingin makan siang bersama Papa Luky, hanya untuk ketemu sama dia, ck!"


"Kok kamu bisa telepon Binar? memangnya kamu udah tau dia bekerja kembali dikantor Papa?" pertanyaan balik yang membuat jiwa Bilmar tersentil. "Kamu udah tau, tapi kamu nggak cerita sama aku, Bil?"


Dan akhirnya mereka menjadi salah faham bersamaan dalam putaran masalah yang berbeda.


"Aku lagi nggak bahas itu sekarang! aku cuman tanya, apa kamu masih berhubungan sama Indra, selama ini?"


"Demi Tuhan, nggak Bil!"


"JUJUR..!"


"Segimananya aku berucap jujur! kamu tetap aja menyangkal. Karena hati dan kepala kamu sekarang tuh lagi panas, Bil! kamu terlalu cemburu!"


"Cemburu?? ya wajar dong, kamu kan istri aku!"


Seketika lengan tangan Alika diraih lalu ditarik dan dihempaskan begitu saja dengan kasar di atas tempat tidur. Membuat Alika meringis dan membawa tubuhnya untuk menjauh dari tubuh Bilmar yang makin mendekat. Wajahnya terlihat semakin buas.


"Ayo jujur!"


"Jujur apa, Bil? aku nggak pernah bohongin kamu!" Alika makin menyeret tubuhnya untuk mundur menjauh ke sandaran tempat tidur.


"Karena aku nggak bisa ketemu Papaku akhirnya makan siang itu aku titipi kepada Binar. Lalu aku pulang, didalam perjalanan aku melihat ada taman penuh dengan anak-anak sepantaran Maura. Jadi aku ajak ia turun--"


"Dan kamu memakai Maura, agar kalian bisa bertemu? kamu udah bohongin aku, Al!"


Bilmar menarik kedua kaki Alika yang masih tertekuk. Seketika tubuh mungil itu menggelosor terlentang dipertengahan ranjang. Bilmar pun mengkungkung Alika tepat berada dibawah tubuhnya.


"Bil lepasin aku!"


Bilmar dengan emosi menciumi ceruk leher Alika dengan kasar. Alika tetap meronta-ronta untuk minta dilepaskan. Bilmar sudah kepalang emosi, ia mulai mencium bibir Alika dan mengigitnya.


"Bil, sakit! tolong lepasin aku!" kedua tangan Alika mendorong dada Bilmar untuk menjauh dari tubuhnya. Namun semua itu percuma! ia tidak akan sanggup melawan kekuatan Bilmar yang jauh lebih besar dari nya.


Brekkkk..


Kain baju di kedua lengan Alika begitu saja robek berkat cakaran tangan Bilmar.


"Lepasin aku! aku nggak mau!" Alika memalingkan wajahnya ketika hendak dicium brutal oleh sang suami.


"Kenapa? kamu lebih ingin dicium sama dia?" Bilmar menatap tajam kedua bola mata Alika yang sudah berpeluh karena tangisan.


"Nggak Bil! aku itu ketemu sama dia nggak sengaja."


"BOHONG!"


"Tolong percaya, aku ini istri kamu, Bil!"


"Makan berdua dibangku taman, diselingi candaan, apakah itu yang dinamakan dengan pertemuan ketidaksengajaan?JAWAB!"


Alika makin dirundung lara, hati dan tubuhnya terasa sakit, ia tidak menyangka Bilmar akan tega melukainya seperti ini. Bilmar makin dibutakan oleh nafsu dan emosi.


"Lepasin aku, Bil! aku nggak mau!" Alika terus meronta-ronta untuk keluar dari kungkungan Bilmar.


"Bil..! lepas! aku sakit!"


Bilmar terus mengunci tubuh Alika tanpa ampun, seketika tangannya mulai merobek tepi bawah rok yang tengah digunakan oleh sang istri.


"BILMAR LEPAS!"


Kembali terdengar suara lain ditengah pergelutan mereka. Papa Bayu menarik paksa tubuh Bilmar untuk melepaskan Alika yang sedang menangis terisak-isak.


"Kurang Ajar kamu!"


Papa Bayu memberikan satu pukulan panas dipipi sang anak. Bilmar pun terkapar ke atas kasur. Dengan cepat tangan Papa Bayu meraih tangan Alika, untuk membawa menantunya turun dari ranjang.


"Ayo, Nak. Turun!"


Alika pun langsung meraih tangan Papa Bayu untuk mengikuti ucapannya.


"Dasar brengsek kamu!"


Papa Bayu begitu murka, Alika terus berada dibelakang Papa mertuanya untuk meminta perlindungan.


"Dia ini istri kamu, Bil! bukan binatang!"


Papa Bayu semakin mengerang, ia terus melihati Bilmar dengan delikan mata yang tajam. Bilmar yang sudah setengah terduduk, hanya diam sambil memegangi sudut bibir nya yang terlihat sedikit mengeluarkan darah. Pukulan Papa Bayu sepertinya sudah menyadarkan ia untuk bangun mengakhiri semua emosinya.


"Sayang...?" panggil Bilmar dengan amat menyesal. Ia mulai bangkit untuk meraih tubuh sang istri, namun Papa Bayu menghalaunya begitu saja.


"Minggir kamu!" Papa Bayu terus merangkul sang menantu untuk keluar dari kamar menuruni anak tangga.


Lalu tidak berapa lama.


Seketika mata mereka tercekat, Langkah Papa Bayu dan Alika terhenti begitu saja dipertengahan anak tangga. Mereka kaget melihat sesosok orang yang tidak mereka bayangkan sama sekali untuk berkunjung kerumah dalam keadaan seperti ini.


Terlihat Papa Luky masih berdiri dipelataran bawah tangga, sedang melihati Putrinya yang tengah menangis dengan rambut berantakan serta kain baju terlihat robek disana-sini.


"Ada apa ini? Alika kenapa Nak?"


***


Berikan aku semangat dari kalian dengan cara


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘