Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Jangan Menggoda Ku!


Selamat jumat❤️


Selamat baca guyss


🤗🤗🤗


***


"Makasi ya Pak.." Alika menyodorkan uang berwarna biru kepada supir taxi. Yang telah membawa dirinya untuk mendarat dengan baik di depan pintu masuk taman laguna.


Perasaannya semakin tidak karuan. Tetapi semua itu ia tepis dengan cepat. Ia harus berani untuk menghadapinya sendiri.


"Sayang, maafin aku ya. Aku udah bohongin kamu !" batin Alika terus membuatnya merasa bersalah.


Tempat ini akan menjadi saksi pertemuan Alika dan Danu sebentar lagi. Alika turun dengan langkah tergesa-gesa ia terus menatap arloji di tangannya. Ia hampir saja telat untuk menemui para lelaki siluman itu.


Dari bangku taman sejarak tujuh meter sudah ada Danu yang menunggu. Kemudian ia bangkit dan melambaikan tangan ke arah Alika.


Siang ini begitu panas, sesekali Alika mengelap keringat yang bercucuran dari sisi-sisi dahi lalu menetes ke pipi. Sungguh kedua mata Dani terpana ketika melihat kecantikan Alika yang luar biasa. Alika terlihat berbeda dengan perawakan priyayi saat ini. Tentu Bilmar sangat merawat istrinya dengan baik.


Dengan rambut terurai indah, dress mahal keluaran balenciaga terbaru dan wangi farfum mahal yang sengaja di kirim dari luar negeri begitu menyerbak, membuat Danu kalang kabut untuk tidak berhenti menggoda.


"Kamu cantik sekali sayang, hebat sekarang sudah menjadi wanita terhormat--"


"Betul! Dan kamu hanya bermimpi jika terus ingin mendapatkan saya!"


"Sombong nya kamu!" Danu ingin meraih dagu Alika.


Alika memundurkan wajahnya. "Jangan sentuh saya! Berani kamu mendekat, saya akan teriak!"


"Teriak? Memang siapa yang akan menolong kamu sekarang?" gelak tawa Danu semakin nyaring.


Taman ini memang terlihat sepi, karena siang hari ini sangat menyengat. Membuat orang-orang malas untuk datang.


"Mana uangnya?"


"Semudah itu, kamu mau meminta uang?"


"Sesuai kesepakatan kita barusan--"


"Kesepakatan yang mana?" Alika menantang.


Danu mengerutkan dahinya. Wajahnya mengerang karena sudah mulai emosi.


"Saya tidak punya waktu banyak! Cepat berikan!"


"Jika tidak punya banyak waktu, kenapa harus membuatku menjadi tidak berguna untuk menemuimu sekarang!"


"Jangan menantang saya!"


"Lebih tepatnya kamu yang menantangku!"


"Ck! Sungguh belagu kamu! Dasar wanita kampung! Kamu hanya wanita rendahan yang kemudian di angkat derajatnya oleh lelaki bodoh itu!"


"Tutup mulut kamu! Dasar keparat! Jangan sekali-kali menghina suamiku!" Alika mendorong tubuh Danu sehingga ia terpental sedikit kebelakang.


"Jangan buat saya marah! Saya bisa saja membuat suami dan anakmu celaka sekarang!"


"Beraninya kamu!"


"Tentu! Maka untuk itu saya meminta kamu untuk datang! Ayo cepat, mau beri uang atau tubuh kamu?" Danu memberikan senyum jahatnya.


Kedua mata Alika langsung melotot tajam. Wajahnya mengerang. Ia pun tanpa sadar menyemburkan ludah nya ke wajah Danu. "Cuih!"


"Dasar bajinggan! Nggak tau malu! Hanya orang rendahan yang selalu menengadahkan telapak tangannya! Dasar Penipu! Penjahat!


Danu mengelap wajahnya yang basah. Lalu dengan cepat ia menarik rambut Alika.


"Dasar wanita sialan! AKU BAKAR KAMU HIDUP-HIDUP!!"


Serangai Danu makin kuat. Jambakan itu terus membuat erangan di bibir Alika


"Lepasin aku, keparatt!" Alika terus merintih kesakitan. Hembusan nafas Danu yang berbau nikotin begitu saja menusuk indera penciuman Alika. "Lepas!"


"Cepat berikan uangnya!"


"SAYANGNYA ANDA TIDAK AKAN MENDAPATKAN NYA! LEPASKAN ISTRIKU!!"


Suara nyaring tiba-tiba datang menerpa di antara mereka. Lelaki bertubuh tinggi, tegap dan bidang melintir tangan Danu yang tengah menjabak rambut Alika. Tangan kekarnya mendorong Danu sampai terjungkal ke tanah.


"Sayang!" seru Alika, lalu berlari bersembunyi di belakang tubuh suaminya.


Seketika Danu ketakutan, mati lah ia saat ini!


Bilmar melayangkan pistol tepat ke dahi Danu.


"MENYERAH ATAU SAYA TEMBAK KAMU!!"


Wajah Bilmar menegang dan memerah. Kedua matanya menatap tajam. Ia bagai singa yang akan mencacah daging sang lawan dengan habis tanpa tersisa


"Tangkap dia!"


Betul-betul hari ini adalah keberuntungan untuk Alika dan Bilmar, niat nya hanya ingin menangkap Danu. Dari arah jauh terlihat Johan tengah berlari untuk menghindar. Sedari tadi memang dia sudah bersembunyi di balik pohon.


Drrrr!


Polisi menembak kaki Johan yang akan kabur, seketika itu pula pertahanannya runtuh terkulai jatuh ke atas tanah.


"HIDUPLAH DI PENJARA!!" Tatapan sengat listrik terus menghujam perawakan Bilmar. Danu hanya bisa berlaku pasrah, entah bagaimana nasibnya setelah ini. Hanya karena balas dendam dan keserakahan, ia menyingkirkan kebahagiaan keluarga nya dirumah. Tidak memikirkan bagaimana perasaan istri dan anak-anak nya yang masih menanti kepulangan dirinya ke rumah.


Polisi pun merengkuh tubuhnya dan membawa lelaki itu untuk ditahan.


***


"Sayang..." cicit Alika pelan. Ia terus mengigit bibir bawahnya sambil meringis. Ia takut Bilmar akan marah meledak-ledak.


Bilmar tetap fokus memutar-mutar stir kemudinya. Menatap lurus jalanan yang ada di hadapannya.


"Sayang?" Alika tanpa rasa bersalah menggeliat di lengan sang suami. Memeluk sudah, mencium sudah, entah dia harus melakukan apa lagi, agar Bilmar mau bicara.


Suaminya memang tidak memberikan wajah mengerikan namun ia masih diam tidak mau berbicara.


Bilmar ingin marah, namun ia tahu saat ini Alika masih shock karena kejadian kemarin. Ia tidak mau Alika makin tertekan. Disamping itu pula ia sudah tenang karena Danu dan Johan sudah di tangkap oleh Polisi.


"Sayang, jangan marah sama aku ya! Aku kayak gini karena terpaksa! Aku nggak mau mereka nyakitin kamu sama anak kita!" ucapnya memelas. Ia terus memeluki dada suaminya.


Bilmar tetap bergeming. Ia tidak ingin ribut di mobil, masih teringat didalam benaknya ketika ia membawa mobil dengan rasa emosi. Ia sempat menabrak trotoar jalan dan membuat keluarganya dalam bahaya.


"Sayang, jangan diem aja dong. Kamu kalau mau marah nggak apa-apa, Bil! Aku memang salah!" Alika meronta-ronta ingin dimarahi.


Ia merasa aneh Bilmar tidak marah. Padahal sedari tadi menuju mobil, ia sudah tahu dirinya akan habis ditangan Bilmar.


Tapi Bilmar sudah berjanji, ia akan selalu berusaha untuk menetralkan dirinya dari emosi yang bisa membuat kekasaran kepada Istrinya.


"Aku nggak akan mengulanginya lagi kok sayang. Aku janji!" Alika terus mengucap apa saja yang bisa meluluhkan hati suaminya.


"Kamu mau makan apa sayang? Nanti aku masakin ya--"


"Atau, mau jalan-jalan??"


"Ke salon misalnya? Eh, kok ke salon sih---"


"Atau, mau ketemu sassy??Aku siap nih sayang---" Senyum lebar tersimpul di garis bibir Alika.


Benar, kan!


Hanya itu yang membuat Bilmar menoleh dengan cepat. Bukan karena ingin, namun ia hanya memberikan tatapan marah ke wajah istrinya.


"Jangan menggoda aku disini, nanti saja di rumah! AKAN AKU SIKSA KAMU--" Bilmar berdecis menahan geli, namun tidak lama ia kembali memasang wajah dingin untuk Alika.


Alika hanya meringis terus memeluk dada sang suami.


****


Biarin deh Alika diomelin pas lagi ngerintih-rintih di dekapan Bilmar. Kan masih banyak tuh stok permen karetnya. Dari pada kena bogem lagi, hahahaha.


Hey teruntuk kalian yang baik hati, beri dukungan vote dong buat Alika sama Bilmar. Biar mereka cepat bangkit dari keterpurukan.


Aku ajah nggak pelit kok selalu nurutin kemauan kalian buat update.


Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:


1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


2.Jangan Berhenti Mencintaiku


3.Dua Kali Menikah


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘