
Haii, balik lagi nih guyss
Selamat baca ya
❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
"Kamu kenapa, Binar?" Tanya Alika yang ikut kaget melihat perangai adiknya yang sedang menatapnya histeris. Binara melamun dan akhirnya menghempaskan dirinya lagi ke sofa.
"Huh.." Deru nafasnya meningkat.
"Kamu kenapa, Bin?" Bilmar ikut bertanya.
"Kamu kenal dengan Diego?" Alika pasti akan menanyakan hal ini.
Binara menggeleng cepat. "Nggak Kak---"
"Lalu kenapa kamu seperti itu?"
"...Aku hanya kaget Kak, soalnya namanya mirip artis telenovela kesukaanku." Binara terlihat mengigit bibir bawahnya.
Lalu
Gelakan tawa begitu saja memuncar dari bibir Bilmar Artanegara. "Hahaha, astaga Binar! Sayang, lihat lah adikmu. Korban drama telenovela.."
Bilmar terus tertawa membuat Maura ikut tertawa, walau anak itu tidak mengerti apa yang sedang ditertawakan Papanya.
"Hahaha...Tante.."
"Binar kamu tuh!" Alika menghela nafasnya. "Kirain ada apa, hampir aja jantung aku mau lepas, lihat ekspresi kamu kayak gitu!" Ucap Alika sewot. "Aku fikir kamu kenal sama dia.."
"Iya Kak maaf, aku hanya refleks..."
"Besok aku akan pergi bersama Diego untuk membawa Gadis terapi ke Rumah Sakit."
Seketika gelak tawa Bilmar terhenti begitu saja mana kala ia dengar kalau istrinya akan pergi dengan lelaki itu.
"Nggak bisa!" Sergahnya.
"Sayang tolonglah, izinkan aku ya..."
"Pokoknya enggak!" Bilmar berdecak sebal.
"Kak...tolonglah, demi aku." Binara memelas.
"Hanya dengan cara seperti ini, aku bisa tau apa yang terjadi dengan Gadis. Aku juga bisa mendapatkan informasi dari Diego..."
"Jadi kamu tetap mau pergi berdua sama si begoo itu?"
"Diego namanya! Bukan begoo.." Alika berdecak malas. "Lagian aku pergi bertiga dengan Gadis, mungkin aku akan meminta ART ikut bersama kami."
"Boleh ya Kak?" Binara ikut meminta belas kasih kepada Bilmar. "Aku juga akan memantau Kak Alika dari jauh, bagaimana?"
"Eit! Enggak Bin, aku nggak mengizinkan kamu untuk ikut! Aku takut kamu nggak bisa jaga emosi kalau melihat Gadis nanti!"
"Tapi, Kak?" Binara kembali memelas.
"Ikuti rencanaku, Bin! Atau Gadis tidak akan pernah kembali!"
"Hemm..." Binara terlihat kecewa.
"Gimana?" Tanya Alika kembali.
"Ya baiklah, aku nggak akan ikut!" Jawab Binar menurut.
"Bil?" Alika kembali bertanya kepada suaminya.
"Ya baiklah..." Bilmar menjawab pelan dan malas.
"...Awas kalau kalian merencanakan sesuatu dibelakang ku! Jangan gegabah, ingat itu!" Alika memberikan ultimatum.
"Ayo, Nak. Ikut Mama ke kamar--" Alika meraih tangan Maura untuk mengikutinya. "Pulanglah Bin, istirahat. Jangan fikirkan yang nggak-nggak, Gadis akan aman. Aku naik dulu ya, mau mandi."
Binara mengangguk. "Baiklah Kak, selamat istirahat."
Alika pun bangkit untuk melangkah bersama Maura dan Ammar yang masih dalam gendongannya. Ia pun menoleh kembali sebelum kaki nya meranjat naik ke anak tangga.
"Ayo pulanglah sebelum gelap dan jangan terlalu sibuk nonton telenovela. Buat kamu nggak fokus---"
Kalimat terakhir dari Alika membuat Bilmar tertawa kembali untuk meledek Binar. Lelaki itu teringat bagaimana reaksi konyol Binara ketika mendengar nama Diego.
"Udah ih, jangan ketawa terus!" Binara melemparkan bantal sofa ke arah Bilmar. "Etss! Nggak kena---" Bilmar menangkis dan semakin mengejeknya, ia terus tertawa.
"Kak udah ah diam, berisik kamu tuh!" Lalu ia bangkit dan menghampiri Bilmar untuk duduk disebelah kakaknya.
"Ehmm??" Satu alis Bilmar terangkat begitu dengan bahu yang dinaikan keatas.
"Diego?" Ia mengulang nama yang disebutkan oleh Binar.
"Oh iya---"
"Kakak ingat? Benarkah?" Wajah Binar terlihat cerah.
"Artis telenovela kan?"
Lalu
"Aduh duh duh! Sakit, Bin!" Bilmar meringkuk menahan perih ketika perutnya dicubit oleh jari-jari Binar yang berkuku lentik.
"NGGAK LUCU!!" Binar melipat kedua tangannya lalu merebahkan dirinya di sandaran kursi. Menatap lurus kedepan, bibir mengerucut maju, mencebik seperti itik.
"I--yya Maaf Bin. Aku hanya bercanda---"
"Ck!!" Binar mendengus kesal.
"Aku ingat kok, tadi memang sempat berfikir ke arah lelaki itu. Namun karena kamu melucu, ya itu semua membuyarkan terkaan ku, hahahahah..." Bilmar kembali tertawa.
Bap.
Binara dengan cepat memasukan beberapa biskuit yang ada dimeja kedalam mulut Bilmar yang masih menganga lebar.
"Kunyah dan telan, biar kamu berhenti ketawain aku, Kak!"
"Santai dong, jangan cepet marah terus! Biar terus cantik kayak Kakak kamu..." Bilmar meraih biskuit itu dari mulutnya.
Binara mengangkat kedua kaki nya untuk duduk menyila di sofa, ia menatap dalam wajah Kakak iparnya.
"Kak, kamu benar ingat Diego?"
"Si begoo??"
"Ya Allah, Kak. Serius ih!"
"...Lupa-lupa ingat sih..Kenapa emang?"
"Siapa tau aja kan Diego yang mengadopsi anakku?"
"Bukannya dia itu sudah lama pergi ke Amsterdam?"
"...Nah itulah anehnya, apa dia sudah kembali ya? Apa dia tau itu anakku? Lalu dia mengambilnya di panti asuhan?"
"Terlalu jauh pemikiran kamu, Bin. Mana mungkin sih dia melakukan itu, jelas-jelas dia itu udah kecewa sama kamu! Orang tuanya aja udah mengutuk kamu habis-habisan."
"...Iya sih, Kak. Kamu benar! Aku memang wanita yang nggak berakhlak waktu dulu! Aku menyesal!! Ini semua karena Andra!"
"Bagus deh kamu sadar! Dan karena itu kan, aku jadi terjebak pernikahan dengan kamu selama empat tahun----" Bilmar mendesah pilu.
"Maaf Kak.." Hanya kata itu yang melolong halus dari bibir Binara.
"Iya udah nggak usah difikirin."
"Emm Kak, siapa tau aja kan Daddy Gadis saat ini adalah Diego?"
Bilmar terus berfikir. "Iya sih, kemungkinan kan nggak ada yang tau.."
Bilmar dan Binar seketika terdiam, merenung dan melamun.
Lalu
Tak lama kemudian
Kedua mata mereka saling menatap. Sepertinya stimulus otak mereka saling sepemikiran satu sama lain.
"...Kak?"
"Bin.."
Mereka pun akhirnya berbincang menyusun rencana untuk besok. Suara mereka saling bersaut-saut membuat strategi dan taktik.
"Baiklah, kita cari tau siapa Diego, betul pemain telenovela atau bukan..."
"Ya Allah..." Binara kembali mendesah panjang.
"Baiklah, besok pagi! Jangan sampai Alika tau, Bin!"
"...Siap Kak!"
Entah kekacauan apa yang akan dilakukan oleh Bilmar dan Binar di keesokan hari. Kita tunggu saja sang banteng yang sedang kelaparan mengibaskan tanduknya untuk menyerang pertahanan Diego Federic
🤭🤭
****
Bonuss guys hehehe. Biar kalian gak penasaran, eh apa tambah penasaran yah? huhuhuhu🤭🤭..pantengin yah, kalau aku udah Up dua novel yang lain, mungkin aku akan up lagi cerita ini, tapi nggak janji❤️❤️
Beri aku semangat dengan Like dan Komen dari kalian ya, hatur nuhun guys❤️❤️