Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Alika aneh, Bilmar dilema.


Hayy cinta-cintaku semua❤️❤️


Tuh kan aku balik lagi, baik kan aku?🤭🤭


Mari baca guyss


🤗🤗


***


Terlihat Alika masih merintih dan mendesah hebat karena kungkungan yang diberi oleh Bilmar saat ini. Telapak tangan kekar itu terus memeras bongkahan gunung permata dan sesekali memberikan gigitan kecil disana.


Bilmar melakukannya dengan lembut dan pelan. Bermodalkan permen karet yang kemarin sudah dibeli olehnya, kini ia tidak ragu ketika menghentakkan beberapa kali di dalam inti kepemilikan sang istri.


Mereka yang awalnya saling mengumpat dan terbakar api kekecewaan kini sudah menyatu kembali dalam balungan kenikmatan duniawi. Mengundang segudang pahala di dalam nya.


Bilmar tetap merengkuh istrinya sampai mereka berdua menuju puncak kemenangan.


"Euh, Bil..."


Bilmar mencium kening Alika. "Iya sayangku!"


"Hemmm..." eluh Alika yang masih memejamkan mata nya.


Simpul garis senyum menghiasi wajah Bilmar ketika menatapi wajah istrinya yang sudah merasakan pelepasan.


"Masih sakit nggak, dahi dan pipi kamu?" Bilmar mengelus tulang pipi Alika yang tidak menimbulkan bekas apapun disana. Tamparan tadi memang tidak keras karena tidak ada kekuatan di dalam nya.


"Enggak, Bil! Nggak berasa!"


"Mau diulang lagi?"


Dengan cepat Alika membuka kedua matanya. Mendelikan matanya dengan tajam. "Tega kamu tuh sama aku!"


"...Loh, kamu yang lebih tega, Al! Segampang itu ngomong ingin bercerai, itu lebih sakit dari sekedar tamparan..."


"Adeuh..! Kan yang aku yang ditampar, bukan kamu!" Alika berdecak.


"Oh iya, lupa. Hahahaha. Makanya jangan gitu lagi ya, aku janji sekarang akan ngerubah sikap aku!"


"Aku juga minta maaf, Bil! Udah berani bicara kencang, kasar dan sempat memaki kamu di depan papa..."


"Kita berdua sama-sama salah, Al!"


Alika mengangguk terus menatapi wajah suaminya yang masih berada diatas tubuhnya.


Lalu


Gleg..gleg.


"Kamu lapar?" tanya Bilmar ketika mendengar suara perut istrinya berbunyi.


"Iya, sayang. Aku ingin makan mie rebus dengan telur setengah matang lalu pakai kecap, umm...sedap banget!"


Wajah Bilmar seketika memerah dan memberikan roman mual serta ingin muntah seketika.


"Hah? Nggak salah?"


Alika terus menatap kedua mata suaminya.


"Nggak ada lagi makanan selain itu? Aku enek ngebayanginnya..."


"Aku lagi mau makan itu, ayo turun! temani aku ke dapur!"


Bilmar pun melepaskan intinya dari Alika. Mereka kembali menggunakan pakaian masing-masing yang sudah bercampur padu disekitaran ranjang.


Alika menggandeng tangan suaminya untuk menemaninya ke dapur. Bilmar hanya duduk di meja makan, melihati Alika yang sedang sibuk menyiapkan makanan yang ingin ia masak.


"Kamu mau nggak sayang?"


"Aku mie goreng aja.."


"Oke!"


Bilmar masih setia menemani istrinya dan menunggu makanan itu matang untuk di nikmati bersama. Kedua matanya memang sudah berat. Terlihat waktu saat ini sudah menunjukan pukul 03.00 pagi.


Bilmar cukup lelah dengan tragedi sebelumnya bersama Alika dan di akhiri dengan panasnya olahraga cinta yang sudah mereka lakukan tadi. Semua ini membuat Bilmar lelah dan hanya ingin membaringkan tubuhnya di ranjang.


Tuk.


Satu mangkuk berisi mie rebus dan telur setengah matang serta satu piring berisi mie goreng instan sudah tersaji di meja makan.


Namun bukan malah menyantap makanan itu, Bilmar terus terpaku melihati Alika yang sedang mengaduk-aduk mie rebus bersama telur setengah matang di dalam mangkuknya.


Seketika membuat Bilmar menjadi mual.


Rasa itu bertambah, ketika dilihatnya Alika ingin menambahkan kecap diperpaduan adukan itu.


"Jangan---!" tangan Bilmar menghalau agar tetesan kecap itu tidak jadi turun.


"Kenapa sayang?"


"Jangan, Al! Aku enek lihatnya.." balas Bilmar sambil meringis.


"Kan aku yang makan?"


"Tapi kan aku yang lihat!"


"Ya, kamu nggak usah lihat, Bil!"


Alika tetap meneteskan beberapa tetesan kecap untuk penyempurnakan rasa adukan mie yang sudah tercacah dengan bulir-bulir cairan kuning dari telur setengah matang tadi.


Kemudian Bilmar memiringkan posisi duduknya agar ia tidak menghadap langsung ke arah mangkuk Alika.


Lalu.


Bilmar pun berlari ke wastafel untuk muntah. Dirinya tidak tahan untuk menahannya.


"Bil, kamu sakit ya?" tanya Alika polos sambil menghampiri suaminya yang masih terpaku didepan wastafel.


"Mata dan perut aku sakit, Al! Lihat kamu makan kayak gitu.." Bilmar terus membasuh wajah dan mulutnya dengan air keran yang mengalir, lalu menghela nafasnya agar kembali pulih.


"Memangnya salah, Bil?"


"Ya nggak salah! Tapi aneh. Aku heran sama kamu, bukannya kamu nggak suka sama makanan setengah matang kayak gitu?"


Ya, betul ! Alika dan Bilmar adalah dua tipe yang sama. Mereka sama-sama tidak menyukai telur setengah matang, makanan mentah atau yang berbau amis. Mereka lebih suka makanan pedas dan gurih.


"Mungkin kemauan anak kali ya?" Alika mengelus perut nya.


Bilmar pun terdiam lirih, hanya bisa menghela nafasnya. Kembali meraup oksigen di udara dalam-dalam. Ia tidak akan membayangkan bagaimana keanehan yang akan terjadi dengan istrinya selama sembilan bulan kedepan.


"Iya udah nggak apa-apa sayang, ayo habiskan makananmu.." Ucapnya mengalah.


Bilmar merangkul istrinya untuk kembali ke meja makan. Bilmar harus kuat hati dan belajar sabar untuk menjaga-jaga dalam menerima perubahan diri dan sikap aneh dari istrinya yang mungkin saja akan terus menyiksa dirinya.


Belajar ya, Bil 🤭😛


***


Aku masih ada beberapa part hari ini, tapi untuk waktunya nggak runtutan ya guys..jadi tungguin ajah❤️❤️


Oh yaa selagi kalian nunggu cerita ini update kalian juga bisa baca karyaku yang lain ya:


1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


2.Jangan Berhenti Mencintaiku


3.Dua Kali Menikah


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘