Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Sudah Cinta Mati


Sambungannya guyss..


lets go..mari baca


🤗🤗


***


"Sayang..sayang?" Panggilan yang samar terdengar di telinganya. Kedua mata nya dibuka pelan-pelan walaupun langsung menutupnya kembali karena sorotan lampu yang membuat dirinya silau luar biasa.


"Sayang..?" panggilan kembali terdengar, dirasa ada yang menggenggam tangannya dan sedikit sakit di bagian bahu kirinya.


Ia pun langsung membuka mata dengan cepat dan meraba-raba dadanya apakah ada luka tembakan yang ia rasakan barusan. "Ya Allah, cuman mimpi berarti!" gumam Alika dalam hatinya.


Bilmar langsung membantu Alika yang berusaha bangkit untuk duduk. Kedua mata Alika terus menyelidiki ruangan apa yang saat ini ia pijaki.


"Bil aku kenapa?" Tanya nya.


"Kamu tadi jatuh dari motor, nabrak bahu jalan kalau kata orang-orang yang menolong kamu. Untung disaat kejadian pas banget aku lagi telepon kamu, jadi mereka bisa angkat dan beritahu keadaan kamu. Jantung aku kaya mau copot liat kamu satu jam nggak sadar-sadar."


"Aku benar-benar lupa Bil, dengan kejadian barusan."


Alika hanya mengingat jelas mimpi yang masih bertahta dalam benaknya.


"Besok pagi, motormu akan aku bakar! Aku nggak suka lihat kamu pakai motor sendirian. Terlalu berbahaya!"


Delikan mata tajam dengan suara yang belum sempat terucap dari Alika kepada suaminya, sontak membuat ia terasa aneh dihadapan Perawat IGD yang kini sedang berjalan kepada nya untuk memasang arm sling dibahu kanannya.


"Aku keluar dulu sebentar." Alika hanya mengangguk dan membiarkan Bilmar berlalu begitu saja.


Meraih HP nya yang tertinggal dikantong celananya, lalu ia memilih kontak untuk dihubunginya


"Ya hallo?" Seseorang disana masih setia menjawab walau dirinya sudah habis dipukuli mentah-mentah.


"Bagaimana keadaan mu sekarang Ren?"


"Sudah mendingan, Binar mengobatiku sekarang!" Terdengar suara Rendi masih berat karena pergerakan mulut dan pipinya yang masih beradu.


"Kalian belum menikah Ren, jangan sering-sering kesana!" Ucap Bilmar dengan rasa keberatannya.


"Saya bisa jaga diri, bagaimana keadaanmu Pak? Maaf saya sudah lancang memukulimu." Nada penyesalan kini muncul.


"...Hmmm." Bilmar menarik nafas panjangnya. "Alika jatuh dari motor--"


"Apa?" Suara teriakan Rendi membuat Bilmar seketika menjauhi HP nya.


"Saya dan Binar kesana sekarang, tunggu kami!"


Bilmar mematikan sambungan telepon dengan cepat, ia merasa ada kejanggalan dikejadian Alika barusan. Ia tahu Rendi selalu bisa diandalkan. Untuk membunuh semua praduga yang saat ini menghiasi isi kepalanya.


***


Binar dan Rendi langsung bangkit berdiri dari sofa ketika melihat Bilmar sudah sampai diambang pintu sambil menggendong tubuh Alika.


"Hey kalian, aku senang sekali kalian datang---" ucap Alika menyambut kedatangan mereka.


"Kamu nggak apa-apa Kak?" selak Binar.


"Nggak apa-apa Binar, aku hanya teledor tadi, ayo Bil, turunkan aku!" Alika menatap suaminya dengan kedua tangan masih mengunci dileher Bilmar.


"Nggak sayang, aku akan menggendongmu sampai kamar! kamu belum bisa jalan dengan betul!"


"Memang betul adanya, kalau Kak Bilmar sangat mencintai Kak Alika, aku bersyukur kalian bisa bersatu. Membuat aku merasa hilang dari rasa penyesalan." tutur Binar dalam hatinya.


"Ren, tunggu saja diruang kerja ku ya! dan Binar ikut naik ke kamar, temani dulu Kak Alika."


Rendi dan Binar saling mengangguk, mereka melepaskan gandengan tangan untuk berlalu sesuai perintah yang sudah terucap dari bibir Bilmar.


"Kalau mau minta apapun, tinggal telepon aku. Aku akan datang." ucap Bilmar meletaki Alika di sandaran ranjang, dengan sangat hati-hati agar tangannya tidak begitu tergesek dengan kasur. Binar pun duduk ditepi ranjang melihati Bilmar yang begitu sangat perhatian.


"Aku kebawah dulu ya, ada perlu dengan Rendi sebentar!" satu kecupan manis mendarat di dahi Alika lalu diiringi anggukan tanda setuju dari sang istri.


"Bin, tolong jaga Alika dulu ya...untuk Kakak!" Bilmar mengacak-acak poni Binar sambil berlalu.


Belum sampai di daun pintu untuk keluar, Bilmar menoleh lagi. "Jangan banyak bergerak ya, kalau mau ke kamar mandi telepon aku, aku akan menggendong kamu kesana!"


Alika mengangguk sambil memberikan dadahan ke arah suaminya. Belum ada sejengkal langkah Bilmar pun menoleh kembali.


"Apa lagi?" selak Alika sebelum suaminya berucap lagi, ia bahagia melihat sikap Bilmar yang sebegitu mengkhawatirkan dirinya.


Tanpa malu dengan Binar, Bilmar memberikan suara kecupan nya untuk Alika dari jauh "Muach."


Binar dan Alika hanya senyum bersamaan melihati sikap Bilmar yang seperti ABG yang sedang jatuh cinta.


"Betul apa kata Kak Rendi, Kak Bilmar sudah cinta mati sama kamu Kak." gumam Binar lagi-lagi cuman dalam hatinya sembari memijiti kaki Kakak Iparnya.


***


Kepada teman-teman readers kesayangan. Gaga mau mengucapkan "**Selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin"


❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗🤗


Jangan lupa like and komennya ya😘**