
Sore ini Maura sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter dari Rumah Sakit. Bilmar terus menggendong Maura, membawa putrinya masuk dalam kamarnya untuk beristirahat.
Alika masih merasa kaget dengan apa yang ia lihat saat ini. Ia masih mengunci langkah kaki nya di ambang pintu menuju taman.
Ia melihat sebuah dekorasi garden party yang akan digelar besok sudah berjalan 75%. Semua bernuansa putih dan gold, dari mulai pergola masuk, tatanan meja akad, panggung pelaminan klasik, persiapan makanan katering dan alunan musik sudah tertata baik disana.
Alika terus melihati para pekerja yang sudah lebih dulu dibayar jasanya oleh Bilmar untuk menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
Dari WO, katering, hiburan dan sebagainya adalah kualitas premium semua. Bilmar tidak mau memberi kesan murahan untuk Alika, karna wanita ini adalah calon istri yang paling berharga untuknya.
Bagaimana tidak, Bilmar yang seorang duda beranak satu masih diberi kesempatan oleh Allah untuk memiliki istri yang masih perawan. Tentu ini adalah suatu hal yang harus dibayar mahal olehnya.
Terlihat dipojok kanan ada Pak Adit yang sedang berdiri, mengambil komando untuk kesiapan berjalannya acara.
"Siang Pak," Alika menghampirinya dan memberi salam.
"Oh sudah pulang toh rupanya?"
Alika mengangguk ," Sudah Pak, Bilmar masih dikamar bersama Maura, menemaninya dulu untuk tidur."
"Saya ucapkan selamat atas kebahagian yang sebentar lagi Mba Alika dapatkan. Sungguh sangat beruntung bisa menikah dengan Pak Bilmar. Mengingat beliau adalah orang penting untuk kalangan EG," ucap Adit penuh haru, ia merasa turut senang karna akhirnya Alika mendapatkan kembali kebahagiaannya setelah berpisah dari Alm Aziz.
Alika hanya mengangguk dengan mengembang senyum tanda setuju, entah bagaimana perasaannya saat ini. Ia masih labil, namun dengan kejadian semalam membuat dirinya terus menerus ingin selalu berada disamping Bilmar.
***
Langit malam kini bermandikan bintang-bintang menyalah. Seperti saat ini Bilmar dan Alika tengah duduk ditaman belakang menikmati suasana dekorasi pernikahan mereka yang akan dilaksanakan besok pagi. Terlihat Paman dan Bibi Alika sudah datang menempati ruang tamu dan Pak Bayu sudah tiba dari India sejak tadi siang, yang kini masih menemani sang cucu bermain dikamar nya serta Bella dan Sofia masih asik ber foto ria dengan kamera mereka menikmati fasilitas mewah yang ada dirumah ini.
Alika dan Bilmar senyum-senyum sendiri melihat kelakuan dua gadis tersebut.
"12 tahun kita terpisah untuk dipertemukan kembali dalam ikatan pernikahan besok, aku akan menjadi lelaki yang sangat beruntung mendapatkan mu saat ini," tangan Bilmar sudah menyergap perut Alika dari belakang punggungnya.
"Apa kamu masih mencintaiku?" Bilmar kembali memberikan pertanyaannya.
Alika masih terdiam menatapi sinaran bintang-bintang yang berkelip-kelip diatas sana. Dingin nya malam kini tak lagi menepi pada kulitnya, karna ada tubuh Bilmar yang sedang mendekap erat memberikan kehangatan. Terasa detak jantung Bilmar sedang menggebu-gebu dibelakang punggungnya.
Bilmar mencium ceruk leher Alika dengan sangat lembut. Seketika merasakan aroma nafas wangi yang keluar dari mulut Alika pada saat wanita ini membuka mulutnya untuk membalas ucapan Bilmar.
"Jangan memelukku seperti ini, nanti ada yang melihat. Aku malu, kita kan belum halal!"
Alika mengalihkan pertanyaan yang Bilmar beri, selama ia hidup Alika tidak pernah berbohong kepada siapa pun. Tapi kali ini ia sudah melakukannya berulang-ulang kali kepada Bilmar dan hati nya.
Bilmar sepertinya merasa curiga dengan sikap aneh Alika yang selalu banyak alasan ketika ditanyai soal pertanyaan itu.
Enggak bosen-bosen aku mah, minta Like nya yah. Kalau mau vote ke BDCT aja ya..thankyou❤️❤️