
Hayy selamat hari sabtu, maaf aku baru kembali. Lagi padat hari ini tuh, kalian jangan marah yaa😁
selamat baca readers kesayangan..
🤗🤗
***
Terlihat dekorasi pernikahan Binar sudah 85 persen tertata indah di taman rumah kepemilikan Luky Artanegara. Taman ini lebih luas 4 kali lipat dari kepemilikan Papa Bayu dan Bilmar.
Papa Luky masih duduk di kursi rodanya. Ia terus memperhatikan pekerja yang berlalu lalang dalam menyiapkan acara akad nikah Rendi dan Binar yang akan di laksanakan besok. Sesekali suara batuk terdengar dari nya.
Rendi memutuskan untuk melaksanakan pernikahannya di rumah Papa Luky, ia membatalkan niat Binara sebelumnya untuk melangsungkan pernikahan di rumah Papa Bayu. Karena keadaan keluarga mereka masih belum memungkinkan untuk cepat seperti dulu.
Wajahnya masih sendu. Tubuhnya disini, tapi fikirannya terus melayang-layang memikirkan Alika.
"Alika sedang apa, Nak?"
Sepanjang hari Alika pasti akan berkirim pesan, berkirim foto kepada sang Papa. Alika akan menanyakan apakah sudah makan? apakah sudah minum obat? dan jangan lupa untuk istirahat.
Namun sekarang. Sudah tidak lagi. Ponselnya sepi, karena tidak ada lagi kecerewatan yang mencuat dari putri sulungnya.
Papa Luky masih terus menatap ponselnya, takut-takut Alika akan memberinya pesan.
Namun semua itu nihil.
Papa Luky dan Binara sudah beberapa kali menelpon sang Kakak. Namun tidak ada jawaban apapun.
Tak lama kemudian.
"Kakek..!"
Suara Maura seketia membangunkan lamunan lelaki ini. Maura turun dari gendongan Kakeknya lalu berlari menghampiri Papa Luky yang masih duduk disana.
Ia menoleh, melihat cucu dan adiknya datang menemuinya.
"Bagaimana kabar Kakak?" sapa Papa Bayu lalu mencium punggung tangan Kakaknya.
Walau jawaban pertanyaan itu sudah terwakilkan dengan keadaan Papa Luky yang terlihat lemas. Dibawah mata terlihat kantung hitam karena ia tidak bisa tidur.
Lelaki paru baya ini terlihat tidak segar, terpasang syal di leher dan baju hangat yang tebal menyelimuti tubuhnya.
"Hey, Nak. Cucu Kakek..." Papa Luky mengelus tubuh Maura yang masih memeluk dirinya.
"Maura masuk dulu ke dalam ya, cari tante Binar." Papa Bayu menyuruh cucu nya untuk masuk ke dalam.
"Iya Kek.."
"Kabarku tidak baik Bayu. Kamu pasti sudah tau itu." Kembali menjeda diiringi dengan nafas sesak terdengar. "Hidupku kembali terasa pincang!" Air mata nya menetes lagi.
"Sabar Kak, mereka butuh waktu.."
Papa Luky menyeka air matanya secara bergantian. "Bagaimana keadaan putriku? Apakah dia baik-baik saja?"
Seketika wajah Papa Luky berubah ketika melihat respon tidak baik dari sang adik.
"Alika kenapa, Bayu?"
"Ia mencoba menenggelamkan tubuhnya di bath up kamar mandi, syukurlah aku dan Bilmar datang tepat waktu.."
"Hah?" Kedua mata nya melolong hebat, mulutnya tercekat. Ia terus melihati wajah Papa Bayu yang masih menatapi kesibukan pendekor di hadapannya.
Papa Luky menggelengkan kepala dan memejamkan matanya. Meremas dada bagian kirinya, telinganya sungguh perih mendengar penuturan dari sang adik.
"Tolong Bayu, aku ingin bertemu anakku!" Papa Luky memegang bahu sang adik, agar menoleh kepadanya.
Papa Bayu hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Jangan dulu Kak, Alika butuh waktu. Dia masih shock! Aku tidak akan menutup-nutupi apa yang terjadi dengan menantuku. Jujur, ia amat terguncang!"
"Ya Allah..." desahnya amat pilu. Air matanya menetes lagi.
"Memang betul apa kata Bilmar, mungkin Kakak tidak akan menyesal jika yang Kakak bunuh bukanlah anak kandung Kakak.." ucap Papa Bayu dengan suara masih dirundung kekecewaan.
"Maafkan aku Bayu, aku memang terlalu banyak melakukan dosa! Hatiku kasar, aku bukanlah orang baik!"
Papa Bayu kembali menatap kedepan, ia terus mendengarkan keluh kesah sang Kakak.
"Walau aku pendosa, apakah aku tidak bisa diampuni?"
"Aku ingin memeluk putriku, Bayu!"
"Sabar Kak, semua ini tidak semudah membalikan telapak tangan."
"Silahkan diminum, Pah.." Binara muncul sambil menggendong Maura. Ia meletakan nampan berisi teh di meja taman.
Binara tidak akan mengulang pertanyaan lagi, karena ia sudah mendengar percakapan kedua Papa nya sedari tadi.
"Maura main dulu ke dalam ya, Nak. Tante mau bicara dulu sama Kakek--"
Maura mengangguk dan kembali berlalu ke tempat mana yang ia suka.
"Pah? Bagaimana besok dengan pesta Binar, apakah kedua kakakku akan datang?"
Binara menatap sendu wajah Papa Bayu. Terdengar kembali helaan nafas dari lelaki ini. Melihat respon Bilmar dan Alika tadi pagi, sangat sulit jika dirinya harus berkata iya.
"Papa akan berbicara lagi dengan kakak-kakakmu, Bin. Mereka pasti akan datang--"
Gleg.
Saliva Papa Bayu begitu saja terdorong dengan suara hati yang berdalih. Sejujurnya ia tidak tahu apa yang akan terjadi besok.
"Ada atau tidaknya kehadiran mereka, kamu harus tetap menikah, hiduplah berbahagia Nak.." Papa Bayu mengelus tangan keponakannya.
"Pah, maafkan Binar. Jika Binar memilih untuk berbohong, ini semua aku lakukan hanya untuk melindungi Papa, agar keluarga kita tidak bercerai berai--" Ia menunduk lemas ke bawah. "Nyatanya tetap terjadi!"
Papa Luky hanya menatap lurus kedepan. Ia tidak ingin berkata-kata lagi sekarang. Hatinya kacau balau. Betapa sakitnya kenyataannya ini.
Baru kemarin rasanya ia dapat memeluk putrinya. Menerima perhatian dan cinta darinya.
"Lebih baik aku mati, lihatlah yang telah aku miliki. Tidak satu pun dapat membawanya kembali, aku hanya ingin putriku, Bayu!"
Binara beranjak untuk memeluk Papanya. Mereka pun menangis bersamaan. "Papa sabar ya, Kakak pasti akan memaafkan kita. Mungkin benar kata Papa Bayu, Kakak masih butuh waktu!"
Papa Luky masih menangis. Air mata nya terus menetes. Suara sesegukan terus terdengar.
"Papa belum berhasil membahagiakan Kakakmu, Nak. Sekarang ia kecewa dan hampir melukai dirinya sendiri--"
Papa Bayu dan Binara tidak bisa berucap apapun. Sikap Alika dan Bilmar memang masih kecewa. Terutama untuk Alika, ia adalah korban dari segala korban.
Korban kebohongan sang Mama, korban dipisahkan dengan Mama Mertua dan korban kebrutalan sang Papa. Sungguh, tragis hidupnya.
Bersabarlah Alika, kelak dirimu akan berterima kasih kepada semua masalah ini. Yang kedepannya akan membuat dirimu bahagia secara utuh.
***
Masih ada part lagi, semoga cepat lulus review yaa❤️❤️
Hey teruntuk kalian yang baik hati, beri dukungan vote dong buat Alika sama Bilmar
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Jangan Berhenti Mencintaiku
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘