
Hayy kecintaankuu❤️❤️
Mari baca yuk
🤗🤗🤗
"Mungkin saya harus mengalah dulu dengan keadaan. Harus menerima Bilmar dan Binar untuk saling meninggalkan. Tetapi saya tidak rela jika Bilmar dan Binar mendapatkan orang yang salah untuk menjadi pendamping hidup mereka! andai saja gadis itu..siapa ya namanya? kok jadi lupa?...Al...hmm--" Papa Luky mengerutkan dahi berulang-ulang seraya mengingat kembali nama gadis yang sudah menolongnya tempo lalu. "Ya..saya ingat, Alika namanya! coba saja dia yang menikah dengan Bilmar, mungkin akan saya pertimbangkan!"
"Setiap melihat gadis itu, saya seperti melihat Alisa kembali!"
Papa Luky memejamkan matanya, lalu membuka lagi untuk menerawang napak tilas masa lalu nya. Karena sebuah cinta yang kandas menjadikan dia pribadi yang mengerikan dan angkuh. Membuat ia begitu serakah dan semangat dalam menyergap sebuah tahta, kekuasaan dan kekayaan.
Semoga saja suatu saat nanti Papa Luky bisa menemukan Alika dalam arti yang lain
***
"Kita ketemuan dirumah aja ya, Bil! Aku juga sudah diparkiran motor mau pulang."
"Oke, baiklah. Kamu hati-hati ya sayang. Aku cinta kamu!"
"Aku juga cinta kamu--"
Tutt...sambungan telepon mereka terputus.
Alika menginstruksikan bahwa Bilmar langsung pulang saja kerumah tanpa harus menjemputnya ke kantor, karena kebetulan hari ini ia sudah bisa menggunakan motornya lagi. Perjalanan dari kantor Papa Luky juga lumayan jauh, akan membuat suaminya letih jika harus bulak-balik ke kantor.
"Bell, Sof, aku duluan ya!" ucap Alika sambil memasang jaket ditubuhnya, dan meraih tas kerjanya untuk keluar dari klinik.
"Iya Kak, hati-hati ya!" jawab mereka beriringan yang masih beres-beres diruang periksa.
Ketika ia sedang berjalan menuju tempat parkir. Tiba-tiba lengan tangan kirinya langsung dicengkram oleh kekuatan tangan lelaki yang maha dasyat.
"Lepaskan saya---!" pekik Alika menatap tajam ke arah Danu.
"Jadi galak ya? mentang-mentang sekarang sudah ada hubungan gelap dengan Presdir EG?" Danu memberikan tepuk tangan yang begitu nyaring. Lelaki beristri ini sepertinya masih penasaran dengan Alika.
Alika terus melihati orang-orang yang sedang berjalan melewati mereka. Ia masih malu dengan tragedi digudang tempo lalu.
"...Dasar gila!" Alika memaki sebelum ia memutar langkahnya untuk meninggalkan Danu.
"Berapa harga yang ia bayarkan, untuk tubuh kamu?"
Langkah Alika terhenti, begitu sakit hatinya direndahkan seperti ini. Ia ingin tetap mengunci masalah ini, namun hatinya tidak tahan.
"Karena mulut liar kamu! Saya harus dipindahkan dari jabatan saya! dasar wanita murahann..cih..!" Danu merendahkan diri Alika dan membuang ludahnya ke bawah, menghina nya tanpa perasaan takut sama sekali.
Alika mengeraskan rahangnya lalu ia menoleh dengan tatapan tajam ke arah Danu. Kedua tangannya dikepal kuat lalu ia berjalan menghampiri lelaki sialan ini yang hanya berjarak 2 meter dari nya.
Pakkkk
Suara nyaring tamparan tepat mengenai mulut dan pipi Danu, jangan salahkan kekuatan wanita ini. Ia sudah sabuk hitam di eskul tekwondo dibangku SMA dulu.
"Harusnya waktu itu, saya biarkan saja suami saya untuk memecat dan menendang kamu dari EG!"
Ucapan tersebut sontak membuat Danu menoleh hebat menatap wajah Alika dengan sengitan dahi dan menaikan satu alis matanya, ia merasa butuh pengulangan untuk arti kata suami, yang tadi diucapkan oleh Alika.
"Kenapa? Kaget? Presiden direktur EG, adalah Suami sah saya, Bilmar Artangera!" ucap Alika dengan penuh penekanan dan kebanggaan.
Kedua mata Danu melolong dengan hebat, bagai ditampar kembali dengan angin yang tak kasat mata, sudah dipastikan kali ini dirinya akan masuk lagi kedalam suatu masalah.
"Saya bisa membuat kamu bertekuk lutut, merendahkan diri! bahkan mencium kedua kaki saya! terlebih lagi jika kamu ada hubungannya dengan kejanggalan kless keuangan klinik dengan cabang 5 EG! saya tidak akan segan-segan untuk membuat kamu membusuk dipenjara!"
Alika menatap hina Danu dengan segala kemurkaannya, bagaimana tidak dulu lelaki ini pernah berusaha untuk memperkosa dirinya, merenggut keperawanannya untung saja ada Bilmar yang menolongnya saat itu.
Alika berlalu meninggalkan Danu yang tidak bisa berucap sepatah kata pun, suatu peringatan langsung keluar dari pemilik Artanegara yang sebenarnya.
Berhati-hati lah Danu!"
***
Alika mengemudikan motornya dengan lancar, tidak pelan namun tidak kencang. Ia terus menyusuri kawasan industri menuju perkotaan. Wajahnya begitu riang kala ini, sesekali ia bersenandung lagu-lagu cinta yang mengkondisikan jiwanya sekarang. Ia begitu bahagia ketika Bilmar sudah memberitahunya bahwa Papa Luky mau mengabulkan permintaan Bilmar untuk menceraikan Binara.
Sederetan angin jalanan yang meniupi tubuhnya membuat ia begitu damai dan sejuk. Tetapi itu semua tidak berlangsung lama, ketika semua kesejukan dan kedamaian terganti menjadi kehalauan dan ketakutan.
Ia merasa ada sebuah mobil yang mengikutinya persis dibelakang motornya, membunyikan suara klakson tak henti-henti ke arahnya. Jalanan begitu sepi, hanya terlihat perpohonan disisi kanan dan kiri jalan. Alika tahu yang dibekangnya kini bukanlah semata-mata orang yang memang sedang memakai jalan, namun lebih tepatnya orang yang akan mencelakainya.
Berkali-kali ia menanggil nama ibu, ayah dan Bilmar secara bergantian untuk menolongnya dari rasa ketakutan saat ini.
Siapakah mereka? fikir Alika
Tanpa fikir panjang, Alika menekan pedal gas nya untuk melaju lebih cepat, namun tetap saja lajuan Alika tidak bisa menyaingi mereka.
Kini mobil itu sudah sejajar dengan motornya. Kaca mobil pun diturunkan terlihat beberapa orang yang ada didalamnya menggunakan masker tanpa bisa untuk dikenali.
Dan kemudian
Darrrrrr
Suara platuk pistol telah mengembang lurus ke si pengemudi motor.
Alika dan motornya terseret begitu saja dalam beberapa meter dijalan yang hening, dirinya masih setengah sadar ketika dapat mengabsen plat nomor mobil itu sebelum akhirnya, ia terpejam tidak sadarkan diri dengan simbahan darah dari luka tembakan di dada nya.
***
Kepada teman-teman readers kesayangan. Gaga mau mengucapkan "**Selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin"
❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤗🤗🤗🤗🤗
Jangan lupa like and komennya ya😘**