Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Binara Artanegara


Hayyy aku balik lagi nih❤️❤️


Selamat baca 🤗🤗


***


"Bagaimana Pak, apakah tadi malam sudah dicoba?" Tanya Rendi menyelidik.


Bilmar menghela nafasnya, hanya bisa memunculkan sendu dimatanya. Sudah dapat dipastikan jawaban apa yang akan Bilmar lontarkan.


Benar saja, ia hanya menggeleng. Terlihat raut kekecewaan mendarat di wajah Rendi.


"Maaf Pak, saya izin keluar dulu sebentar." Tutur Rendi.


"Oke baiklah!"


Rendi pun bangkit dari kursinya berjalan keluar dari pintu ruangan Presdir. Ketika langkah kakinya sudah sampai diambang pintu, ia pun berhenti dan diam agak lama seraya sedang berfikir.


"Kenapa Ren?" Suara Bilmar dari mejanya.


Tanpa menoleh ia hanya berucap "Saya permisi dulu Pak."


Dirasa usaha Bilmar hanya sia-sia dan jalan ditempat, Rendi yang sudah tidak tahan lagi dengan semua ini, akhirnya memutuskan untuk menemui Alika.


Ia akan membeberkan masalah ini tanpa terkecuali. Entah sepercaya apa dirinya, bahwa Alika akan mau menerima apa yang akan ia ucapkan. Semoga saja usaha Rendi saat ini tidak membawa dirinya dan Bilmar kedalam kenestapaan.


Rendi telah sampai mendaratkan langkah kakinya di klinik.


"Mau berobat Pak?" tanya Bella bangkit dari kursi meja perawat. Rendi menggeleng cepat. Jangankan untuk berobat, mencium aroma klinik saja sudah membuat ia takut. Tubuhnya terpaksa dibawa kesini hanya karena urusan dengan Alika.


"Enggak Mba, saya hanya ingin bertemu dengan Ibu Alika!" Tuturnya dengan sopan.


"Tunggu dulu ya, Kak Alika lagi ganti balut luka pasien,"


Rendi terlihat merinding, ia meringis takut mendengar apa yang sedang dikerjakan oleh Alika.


"Baiklah, saya akan menunggu didepan saja!" Ucapnya diiringi anggukan tanda faham dari Bella. Ia pun berlalu dari klinik untuk menunggu diluar sambil menghisap beberapa puing rokok di apitan jari tengahnya.


15 menit kemudian


Rendi menjatuhkan puing rokok yang sedang di hisap ke atas tanah lalu menginjaknya. Ia pun menoleh, ketika Alika sudah memanggil namanya dari belakang.


"Maaf Bu Alika. Saya menganggu kamu! Saya ingin bicara dengan kamu, bicara dari hati ke hati dalam bahasa pertemanan. Apakah bisa?"


Alika diam sebentar, tidak langsung memberikan jawaban. la masih menatap Rendi seraya berfikir ada apa gerangan.


Lalu akhirnya


"Oke..didalam?" Alika memberi pilihan tempat untuk mereka berbicara di klinik.


Rendi menggeleng, "Diluar aja, dicafe!"


Alika menaikan satu alisnya diiringi dengan kerutan-kerutan dikening. "Kenapa harus diluar?"


"Ini penting banget, rahasia! Jangan sampai ada yang tau, apalagi mengupingnya."


"Hmmm..?"


Dirasa Alika masih ragu, maka Rendi membawa arah mata Alika untuk melihat ke jendela klinik sekarang. Terlihat dua wanita yang tengah kepo terus berjejer untuk melihati diri mereka saat ini.


Alika mendelikan matanya ke arah jendela "Sofia! Bella!" seru Alika sambil mengeraskan rahangnya. Dengan cepat dua wanita itu mengibaskan tirai gorden untuk menutupi diri mereka.


"Baiklah, tapi jangan jauh-jauh. Sebentar aku minta izin dulu dengan Bilmar." Tangannya mulai menggeledah kantong baju untuk meraih HP nya.


"Etss..jangan! Bilmar nggak tau soal ini. malah mau telepon minta izin, gimana sih Bu!"


"Bisa nggak kamu, nggak usah panggil aku dengan sapaan ibu? aku tuh nggak nikah sama bapak kamu!" Ucap Alika sewot.


"Nama aja, lebih enak!" Sambungnya lagi.


Rendi membalas senyum dan mengangguk tanda setuju, lalu tanpa menunggu lama menggandeng tangan Alika untuk berlalu dari sana.


"Eitss..lepas! Siapa suruh pakai gandeng segala?"


"Oh yaa maaf, ketelepasan!" Jawab Rendi dengan gelak tawanya, akhirnya mereka berjalan menuju mobil rendi untuk berlalu ke cafe yang sudah disepakati.


***


"Ayo diminum dulu!" Ujar rendi meminta alika untuk minum minuman yang sudah ia pesan.


"Kamu lagi nggak masukin racun ke minuman aku kan? Terus hipnotis aku?"


"Idih...pede banget looh..hahaha!" Gelak tawa Rendi membuncah rasa penasaran dihati Alika.


"Ayo cepetan bicara. Aku nggak mau Bilmar tau aku disini dan cuman berduaan sama kamu di cafe kaya gini!"


"Karna dia pasti cemburu banget, mungkin dia nggak akan segan-segan untuk bunuh aku kalau tau bawa istri nya pergi dari kantor kaya sekarang!" Rendi berdecis geli.


"Bilmar tuh sayang banget sama kamu Al, udah cinta mati nggak bisa kemana-mana lagi!"


"Alah..buaya!"


"Dih..beneran! Sama suami harus percayaan biar kamu nggak banyak dosanya."


"Intinya aja, mau ngmongin apaan. Aku sibuk!"


"Heran yah cewek tuh banyak, kenapa Bilmar harus nyantolnya sama kamu sih yang keras kepala kaya gini?" Rendi tertawa lagi.


"Udah ah, aku cabut!" Alika mulai bangkit namun tangannya di tahan, ia pun duduk kembali.


"Sebelum lari ke lapangan aja kan kudu ada pemanasannya, buru-buru banget!"


"Udah deh buruan mau ngmong apa?


"Kamu tahu kan kalo Kaneysa itu cuman---"


"Oh jadi kamu jauh-jauh, bawa aku kesini cuman ingin ngomongin wanita pirang itu? kalo cuman itu bahasan kamu. Sorry aku gak ada waktu!"


Alika kemudian bangkit dengan cepat meninggalkan kursi yang sekarang ia duduki.


Dengan cepat Rendi berdiri lalu berucap.


"Bukan hanya dia! tapi tentang seorang wanita yang sekarang masih ada didalam isi kepala kamu!"


Alika menghentikan langkahanya dan mengerutkan dahinya sebentar, ia merasa ucapan rendi mendekati kebenaran. Alika masih diam mematung membelakangi Rendi.


"BINAR!"


Alika langsung menoleh dengan cepat ketika nama itu yang diucapkan oleh Rendi. Betul saja peluru tepat masuk dalam sasaran. Alika membetulkan apa yang diucapakan oleh Rendi barusan.


Memang nama Binar lah yang masih terngiang-ngiang dikepalanya.


"Aku akan bawa kamu ke dia!" Tatapan rendi serius. Terdengar suara nafas Alika meronta-ronta, tubuhnya bergetar, ia takut tapi ia juga ingin kejelasan.


"Baik, bawa aku kesana!" Ucapan dan tatapan Alika begitu menantang.


***


Satu jam kemudian, mobil sudah terparkir dibasement. Rendi mengiringi langkah Alika bersamaan untuk masuk kedalam. Tubuh alika seketika menjadi dingin dan gugup. ia takut apa yang akan ia lihat dan ia dengar. banyak kecurigaan telah berspekulasi dalam benaknya. Sesekali ia menggerutkan giginya untuk menghilangkan kecemasan.


Kini langkah mereka sudah ada di apartemen lantai 10. Apartemen dengan fasilitas mewah. mereka berjalan dengan amat terburu-buru, mungkin lebih tepatnya Alika yang sudah tidak santai.


"Biasa aja nggak usah gugup!"


Alika hanya menoleh dengan tatapan dingin ke arah Rendi. Lelaki itu tau bahwa Alika sangat tidak bersahabat kali ini. Ia menjadi sedikit mundur maju untuk membawa Alika namun sepertinys untuk mundur tidak bisa terelakan lagi, sudah kepalang tanggung.


Kini langkah mereka sudah terhenti didepan pintu apartement.


"Siap ya?"


"I-iya!" Alika menelan salivanya yang sudah terkumpul kedalam tenggorokan.


Pintu diketuk beberapa kali. lalu terlihat asisten rumah tangga yang membukai pintu.


"Eh den Rendi, ayo den masuk." Ucap wanita paru baya yang sudah hafal dengan Rendi


"Kamu kayanya udh sering kesini ya?"


Rendi mengangguk lalu meminta Alika untuk duduk. Ia pun berjalan menuju salah satu kamar untuk menjemput seseorang.


Kemudian Alika berdiri dengan baik menatapi wanita yang kini berjalan bersama dalam rangkulan Rendi. Begitu manis dan ayu. Kulitnya putih dan rambutnya hitam sebahu. ia memakai dress rumahan dengan aroma wangi tubuh yang sangat sejuk.


"Kak Alika cantik sekali ya!" Ucap wanita itu yang digandeng tangannya oleh Rendi, ia yang terus berjalan menghampiri Alika.


Alika terus menatapinya dengan wajah ragu-ragu. Ada rasa sakit yang muncul saat melihatnya, mengingat pesan yang masuk kedalam hp suaminya.


Kini mereka saling berhadapan, menatap kedua bola mata masing-masing.


"Perkenalkan Kak, aku Binara..istri dari Kak Bilmar!"


***


Gimana nih guyss? Bisul kalian udah pecah belom pas tahu Binar itu siapa? Hihihihii...stay tune terus ya


Aku terharuu banget sama komenan positif kalian dukung banget aku..unch sosweet😘❤️ maaf kalo ada yg kelewat nggak dblas chatnya..insya allah kalian kesayangan akuu..hehehe🤗


Oh iya aku pengen promoin NOVEL TERBARU aku "Jangan berhenti Mencintaiku". Boleh cek di profil aku ya, jangan lupa jadikan Favorite di rak buku kalian.🖤🖤


Kaya biasa


Like dan Komen yaa..meminta kebaikan hati kalian untuk mem Vote dan Rate bintang dicerita ini..biar aku semangat.


thankyou❤️😘😘