
Assalammualaikum hayy kesayangan. Aku balik lagi nih🥰
Keep Reading guyss
🥰🥰
***
Kedua mata Aldi terbelalak hebat saat melihat sesuatu yang ada didepan pandangannya.
"K--kok bisa? sekarang berubah jadi Romi and Juli, bukannya kemarin masih kaya kucing sama tikus?" kening Aldi berkerut-kerut melihat Alika yang sedang bermanja-manja didalam rangkulan Bilmar. Ketika mereka baru keluar dari lift. Ia teringat bagaimana Alika menghempaskan bogeman keras ke arah Bilmar.
"Hey Aldi!" senyum sapa Alika membuyarkan lamunan Aldi. "S-siap Mba!" jawab Aldi dengan tangkas.
"Mau langsung sarapan dulu Mba, Mas?" tanya Aldi sambil menundukkan wajahnya sedikit.
"Kita sarapan diluar aja ya Bil, mau nggak? aku lagi ingin makan yang lain." Alika langsung melemparkan pertanyaan kepada suaminya tanpa dahulu menjawab Aldi yang masih menunggu didepan mereka.
"Aku mau sayang." jawab Bilmar masih menaruh tangannya dipinggang sang istri.
Tanpa menunggu jawaban, sepertinya Aldi sudah faham kemauan Tuan dan Nyonya nya.
"Oh iya Aldi, apakah dihotel ini menyediakan sepedah motor yang bisa kami pakai?"
Pertanyaan itu membuat Aldi dan Bilmar saling menatap wanita ini.
"Aku ingin jalan-jalan berdua denganmu naik motor Bil, apa kamu mau?"
Kerutan di wajah Bilmar berangsur menghilang berubah menjadi tatapan yang bersinar-sinar. Ia teringat dengan kenangan bersama Alika di bangku SMA dahulu. Berdua di motor ketika mau berangkat dan pulang sekolah.
"Apapun buat kamu Al, aku bisa," Bilmar melempar senyum merekah.
Padahal dibalik itu, terdapat jantung yang sedang berdegup kencang dari dalam tubuh Bilmar, ia sudah lama sekali tidak mengendarai motor. Terakhir 12 tahun yang lalu sesaat masih di SMA, karna selama ia berada diluar negeri sampai saat ini, semua fasilitas sangat dipenuhi oleh orang tuanya. Dari Apartemen mewah, mobil sport dan segala kebutuhan lainnya.
Tapi karna ini adalah permintaan sang istri tercinta, ia harus siap menyanggupinya.
Alika terus bertengger dibawah lengan Bilmar sambil merentangkan kedua tangannya memeluk lelaki itu. Sepertinya doa-doa Bilmar mulai berproses untuk mengubah Alika jadi mencintai dirinya.
Aldi pun melangkah pergi untuk menyiapkan apa yang diinginkan oleh Tuan dan Nyonya nya.
Alika sengaja ingin menghidupkan kembali kenangan-kenangan mereka dahulu yang telah usang. Ia berfikir mungkin saja dengan cara itu bisa menggenapkan perasaanya yang masih belum sempurna untuk Bilmar.
Alika harus bisa menenggelamkan Aziz untuk selamanya. Mengganti sosok Bilmar untuk menyelinap masuk dihatinya.
Deru mesin motor sudah dinyalakan. Kedua tangan Bilmar sudah menggenggam erat gagang stir. Kepala nya terbalut helm menutupi seluruh wajahnya. Ada Alika yang tengah duduk sambil memeluk perutnya dari belakang, melekatkan dadanya ke punggung sang suami.
"Kamu sudah siap sayang?" tanya Bilmar menolekan sedikit kepalanya sambil memegang tangan sang istri yang sudah sedari tadi memeluk tubuhnya.
"Iya sayang..ayo kita jalan-jalan!" jawab Alika yang sudah menyandarkan kepalanya di bahu Bilmar.
Mereka pun berlalu dengan lajuan motor Harley Davidson kepemilikan sang hotel. Aldi tetap mengawasi mereka dari belakang. Bilmar memerintahkan Aldi untuk membawa mobil dan sopir guna mengangkut belanjaan yang kemungkinan akan dibeli oleh Alika nanti.
"Kamu suka sayang?" tanya Bilmar disela-sela kemudinya. Alika hanya menganggukan kepala yang masih bersandar disana sambil memejamkan matanya untuk terus merasakan kehangatan, kenikmatan dan kebanggaan kepada dunia atas kebahagiaan yang kini ia rasakan.
"Lihatlah mereka, udah kaya amplop sama perangko nempel banget hahaha.." ucap sopir yang kemudian diringi gelak tawa dari Aldi. Lelaki itu terus menatapi Bilmar yang masih memboncengi Alika di depan matanya.
"Kamu tau jalan disini ya, Bil?"
Bilmar mengikuti alur jalan dengan sangat hafal tanpa tergegap.
"Ya sayang, Aku pernah kesini dulu." Bilmar sedikit mengeraskan suaranya karna bercampur dengan suara bising jalanan.
"Oh ya? acara apa?" Alika masih memeluk erat sang suami.
Bilmar diam sebentar. "Dulu sehabis menikah dengan mamanya Maura, kami pernah tinggal setahun di Paris!"
Jag.
Alika terdiam sebentar, matanya terbuka melebar cepat. Sesekali sapuan angin jalanan menerpa wajahnya. Lalu refleks ia melepaskan kedua tangannya yang sedang mengunci perut sang suami.
Ia kembali menegapkan tubuhnya untuk menjauh dari tubuh Bilmar.
Ya...Alika mulai cemburu ! yes.
Walau ia tahu Mama nya Maura tidak akan kembali lagi kedunia, tetap saja ia merasa Bilmar pernah berbahagia bersama wanita lain diatas penderitaannya dahulu.
Bilmar merasa sikap tubuh Alika berubah, Ia melihat ke bagian perutnya, bahwa tangan Alika sudah tidak lagi berada disitu untuk memeluknya dengan erat.
"Sayang..?" panggil Bilmar mencari-cari suara sang istri yang mulai meredup. Ia tetap menyetir lurus kedepan sesekali melihati spion motor untuk mendapati wajah Alika yang terlihat cemberut dibelakang.
Tangan sebelah kiri nya diturunkan ke belakang untuk meraih kembali tangan Alika, ditarik kedepan untuk memeluk perutnya kembali. Alika yang masih ngambek kembali melepaskan tangannya dari genggaman itu.
"Yah, baru aja lengket kok udah berantem?" ucap dua lelaki itu sambil tertawa hebat. mereka masih menatapi dan memandangi Tuan dan Nyonya nya yang masih berada diatas motor.
"Sayang..?" panggil Bilmar dengan lembut. Ia mengulang lagi untuk meraih tangan sang istri yang masih diam merungut.
Ia pun menolehkan setengah kepalanya.
"Udah jangan nengok-nengok! jalan aja yang bener!" ucap Alika ketus.
Untuk mengerjainya, Bilmar sontak menekan rem mendadak, seketika tubuh Alika menerjang menubruk punggung tubuh yang ada dihadapannya. Seketika tangan Alika diraih kembali.
"Nah kan enak kalau dipeluk gini."Bilmar tertawa kencang.
"Iihh...kamuuuuuuu!!!!" suara manja diiringi rasa kesal mengalir keluar dari bibir Alika.
***
Ada lanjutannya nih, stay tune yah🖤❤️
Jangan lupa Like, Komen dan Berikan point kalian untuk Vote cerita ini. Biar aku semangat💖💖.
Selamat berbuka puasa yaa🤗