
Hay hayy kesayangan❤️❤️
Aku kembali lagi🤗🤗, Maaf ya aku telat datang. Gapapa yah telat yang penting tetap datang🤭🤭
yuk guyss kita baca bareng
****
Terlihat Alika masih duduk ditepi ranjang melihati tubuh suaminya yang sedang terbaring lemah.
Bilmar terdengar sedikit mengigau memanggil-manggil nama Alika. Efek obat nyeri yang sudah disuntikan kedalam tubuhnya membuat ia seketika menjadi lelap tertidur.
Luka-luka diwajahnya sudah diobati sendiri oleh sang istri, beruntunglah ia mempunyai Perawat pribadi didalam hidupnya.
"Sssttt.." Alika terus mengusap-usap tubuh Bilmar untuk menenangkannya, ketika dilihatnya sang suami masih saja mengigau serta diringi dengan erangan sakit.
"Tidurlah, sayang. Aku disini jagain kamu!"
Alika meraih punggung tangan Bilmar untuk di ciumnya. Alika terlihat begitu sendu dan menyesal, mengapa semua ini harus terjadi.
Perkelahian antara suami dan sang Papa tidak pernah ia bayangkan sama sekali.
"Bagaimana keadaan Bilmar, Nak?" suara Papa Bayu membangunkan Alika dari lamunannya.
"Obatnya sudah diminum Pah, sekarang sudah tidur namun masih mengigau!"
"Maafkan anak Papa ya, Nak! dia begini karena sangat sayang sama kamu." Papa Bayu mengelus bahu menantunya untuk membesarkan hatinya.
Alika tersenyum hangat.
"Iya Pah. Alika sudah tau sifat Bilmar sejak dulu. Dia akan seperti ini jika melihat Alika didekati oleh pria lain. Apalagi teman lelaki yang tidak sengaja bertemu ditaman itu, adalah teman sekelas kami dulu. Mereka pernah bermusuhan. Teman kami itu, katanya juga anaknya teman Papa Bayu. Orang tuanya sempat diundang ke pernikahan Bilmar dan Kannya."
Papa Bayu mengerutkan keningnya dalam-dalam. Lalu menggerak-gerakan kedua bola matanya kesana kemari, ia seperti tengah mengingat-ngingat siapa saja temannya yang mempunyai anak sepantaran dengan Bilmar dan Alika.
"Papa lupa Nak, mungkin nanti akan Papa cari tau, yang penting sekarang, Alika harus sabar untuk memahami kondisi dan perasaan suamimu. Demi Papa Nak, maafkan Bilmar ya."
"Alika sudah memaafkannya Pah, karena ini memang bukan kesalahan Bilmar saja. Aku juga salah, begitu saja terlena untuk mengobrol dengan lelaki lain berdua ditaman sambil melihati anak-anak kami bermain. Mungkin ini akan menjadi pelajaran untuk Alika dan Bilmar kedepannya."
Papa Bayu tersenyum bahagia kemudian mencium pucuk rambut menantunya.
"Papa sangat sayang sama kamu. Teruslah bersama sampai maut memisahkan kalian!"
"Aamiin Pah, makasi banyak doanya. Alika juga sayang sama Papa!" Alika memeluk perut sang Papa Mertua yang masih berdiri disampingnya. Mereka begitu terlihat bahagia sambil terus melihati Bilmar yang masih tertidur.
"Oh ya Nak, Alika temani Papa Luky saja dulu dibawah. Biar Papa disini yang menjaga Bilmar. Turunlah!"
"Nggak apa-apa, Pah?"
"Iya Nak, nggak apa-apa. Ayo turunlah, temui Papamu."
Alika pun bangkit, lebih dulu mencium dahi Bilmar sebelum akhirnya berlalu.
"Kalau ada apa-apa dengannya, tolong panggil Alika ya Pah!"
"Iya Nak, ayo turunlah."
Alika mengangguk dan akhirnya berjalan keluar kamar untuk menuruni anak tangga. Ia terus berjalan menuju posisi Papa Luky yang tengah memunggunginya sambil menerima telepon ditelinganya.
"Iya Nak, Malam ini Papa akan menginap dulu dirumah Kakakmu. Mungkin besok Papa akan pulang, kalau sudah selesai urusan dengan WO, cepatlah pulang kerumah. Jangan lupa makan dan minum obat. Hati-hati dirumah ya Nak, kalau ada apa-apa cepat kabari Papa...iya papa juga sayang sama Binar! Ya sudah Papa tutup ya."
Tutt...sambungan telepon pun terputus.
Terdengar sangat lembut ketika Papa Luky sedang berucap kepada Binara ditelepon. Perhatian dan kasih sayang begitu hangat tercurah.
Membuat Alika seketika mematung diam tepat berada dibelakang sang Papa. Hatinya kembali sedikit sesak, karena kasih sayang Papa Luky yang begitu terpancar kepada Binar.
"Ya Allah, Nak! papa fikir siapa?"
Papa Luky merasa kaget ketika sedang memutar tubuhnya ke belakang dan mendapati Alika tepat berada dihadapannya saat ini. Alika terus menatapi kedua mata sang Papa, ia hanya diam tidak berucap apa-apa.
"Alika kenapa Nak? ada yang sakit?"
Alika tidak menjawab, hanya ada air mata yang menggenang dikelopak matanya. Alika juga manusia normal, ia juga seorang anak yang bisa saja dilanda rasa cemburu, ketika melihat sang Papa begitu memperlakukan Binara dengan amat sayang.
Bagaimanapun Alika belum pernah mendapatkan kasih sayang yang sama rata seperti Binara sedari dulu.
"Bagaimana keadaan Bilmar?"
"Sudah cukup membaik Pah, masih sedikit meringis memang, tapi sebentar lagi juga sudah pulih."
"Papa minta maaf ya Nak, Papa khilaf. Begitu saja emosi, Papa nggak terima, anak Papa diperlakukan seperti ini!"
"Iya Pah, Alika faham. Papa bersikap seperti ini, karena sayang sama Alika."
"Papa mau menginap disini?" tanya Alika langsung. secepat kilat ia menyeka air matanya yang hampir mau jatuh.
"Iya itu pun kalau Alika mengizinkan Papa untuk menginap malam ini."
"Hanya malam ini saja?"
"Maksudnya bagaimana Nak?" tanya Papa Luky lembut. Ia masih belum faham untuk menafsirkan pertanyaan sang anak.
"Apa Papa mau tinggal setiap hari disini bersamaku?"
Kedua mata Papa Luky membulat dan melebar.
"Nggak bisa ya Pah?" Alika memutuskan sendiri jawaban dari pertanyaannya.
Kedua bibir Papa Luky masih tertutup rapat. Ia bingung ingin menjawab apa. Jika menjawab tidak bisa mungkin akan melukai hati anaknya, namun untuk tinggal disini. Itu sangatlah tidak mungkin.
"Karena ada Binara dirumah? Papa khawatir sama dia ya?" Alika kembali berucap sesuai alur hatinya.
Kulit tenggorokan Papa Luky seketika naik turun. Ia tercekat, sekejap ia tahu bahwa Alika sedang cemburu kepada nya.
Papa Luky faham bahwa Alika telah mendengar ucapannya barusan ditelepon bersama Binara.
"Bukan Nak, maksud papa---"
"Udah Pah, nggak apa-apa. Kalau sekarang Papa mau pulang juga, Alika nggak masalah. Lagian Binar juga kasian, dia sendirian dirumah. Keadaan Alika juga sudah baik sekarang. Ada Papa Bayu dan Bilmar, mereka akan menjaga aku disini."
Alika memberikan senyuman manisnya kepada sang Papa, menutup rapat-rapat hatinya yang tengah di liputi rasa cemburu. Walau Papa nya sudah mengetahui itu sedari tadi.
"Alika kenapa Nak? cemburu sama adikmu?"
Alika tertawa pelan. "Ya nggak dong Pah, Aku kan sayang sama dia. Lagi pula Binara pantas mendapatkan kasih sayang dari Papa, karena selama ini kalian kan selalu bersama!"
Jag.
Hati papa Luky terasa remuk mendengarnya. Ia tahu Alika sedang cemburu, namun ia tetap bersikap baik untuk menutupi kesedihan hatinya.
"Papa sayang sama Alika dan Binara sama rata Nak. Nggak ada yang Papa beda-beda kan. Oh mungkin karena masalah Binar kembali ke kantor Papa? Alika merasa kaget ya?"
"Nggak Pah. Alika nggak mempermasalahkan itu, karena aku tahu. Binar dan Rendi sangat pantas dalam posisi membantu Papa di Acorp dan Bilmar sudah fokus di EG. Melihat mereka bertiga rukun, Alika bahagia."
"Papa bisa memberikanmu posisi sama seperti Binar dikantor, Nak! mungkin lebih tinggi." ucap Papa Luky merayu sang anak untuk mencuri hatinya kembali.
"Nggak Pah. Alika nggak suka bisnis, aku lebih suka jadi Perawat. Alika akan meneruskan Profesi Mama."
"Mama Lisa dan Papa Samsul telah berjuang mati-matian bekerja dari pagi sampai malam untuk menyekolahkan Alika. Mereka ingin agar Alika bisa menjadi Perawat hebat seperti yang mereka cita-citakan."
"Aku tidak mungkin, melupakan pengorbanan mereka begitu saja Pah! demi hidup Alika, Mama dan Papa Samsul harus bisa menjalani hidup sesederhana mungkin. Kami harus bisa menghargai arti hidup dengan sebaik-baiknya!"
Semua penuturan Alika membuat batin Papa Luky terenyuh. Ia begitu menyesal telah mendapati putrinya dalam keadaan sudah besar seperti ini.
Ia tidak bisa merubah Alika seperti yang ia mau. Karena bagi Papa Luky dengan Alika sudah mau menerimanya sebagai Papa kandung, itu saja sudah cukup membahagiakan!
"Papa mau makan apa? biar Alika buat kan?"
"Papa nggak mau apa-apa Nak! sekarang Papa cuman mau Alika! cuman mau kamu..anak Papa!"
Papa Luky langsung memeluk Alika kedalam dadanya. Papa Luky menangis sejadi-jadinya. Ia menumpahkan segala rasa haru saat ini. Ia merasa menjadi seorang Papa yang begitu saja tidak adil untuk Alika.
***
Aku cukup terharu lihat komentar kalian semua, dan semua nya ku baca sampai habis. Makasi loh apreciatenya, aku sungguh tergugah. Karena tanpa kalian, aku bukanlah apa-apa. Semoga saja aku sehat dan ide-ide untuk cerita ini bisa terus berkembang sampai endinya tiba.
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘