
Hayy aku balik lagi❤️ aku cuman mau bilang, kalian harus bijak dalam membacanya ya, boleh terharu tapi nggak pakai kata-kata yang kasar..hihihihi. Untuk masalah konflik semua ini udah tertata dikepala aku sayang-sayang..kapan berakhir kapan muncul...aku minta kalian nikmatin aja dulu yaa, karna ini kan novel bukan cerita pendek😘🤗
****
Setelah makan malam mereka selesai, Alika menemui Binar yang sedang duduk seorang diri di taman belakang. Binar memutuskan untuk berkata iya, ketika Alika meminta dirinya untuk menginap malam ini. Begitu pun dengan Rendi yang sudah berlalu untuk pulang kerumahnya. Bilmar tengah asik bersama Maura di ruang tamu sambil menonton televisi.
"Binar?" Alika memanggil namanya agar wanita ini menoleh dan membuka matanya yang saat ini sedang ia pejam. Ia begitu terkesima untuk merasakan dinginnya malam yang begitu sejuk baginya.
"Iya Kak." Binar menoleh dengan senyuman.
"Kapan terkahir kali kamu bertemu dengan Papa mu?"
Jag.
Raut wajah yang sedari tadi tidak lepas dari senyum membahagiakan kini berubah menjadi padam dalam waktu sekejap. Telinganya seperti tercekat mendengar suatu pertanyaan yang baginya sulit untuk dicerna.
Jika yang bertanya bukanlah Alika, mungkin Binar akan berlalu meninggalkan sosok yang bertanya kala itu.
"Temuilah beliau Binar, bukan semata-mata untuk berterima kasih karena telah memberimu kebebasan, tapi sebagai ucapan tanda bakti karena kamu sudah dibesarkan baik olehnya."
"Aku merasa kehadiranku hanya sebagai beban untuk Papa, Kak. Aku belum bisa menghasilkan apa-apa untuknya. Aku hanya anak penyakitan yang membuat malu namanya, aku malu untuk menemui Papa Kak." jawab Binar dengan senandung yang lirih.
"Cinta orang tua itu lebih besar dibandingkan seorang anak. Orang tua akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan anaknya. Walaupun apa yang dilakukan Papamu dengan Bilmar adalah suatu hal yang tidak dibenarkan. Namun ia merasa kamu adalah harta yang sesungguhnya, ia ingin kamu selalu terjaga dan bahagia. Ia akan memaafkan mu, Bin. Maka dari itu ambil lah hatinya!"
Binar terus mendengarkan satu persatu nasihat yang keluar dari bibir Alika. Ia terus menatapi langit yang hitam pekat bercahaya bulan. Entah mengapa ia merasa hatinya begitu sejuk dan pemikiran dikepalanya mulai berubah sejak Alika bertutur untuk menasehati dirinya.
"Tapi..Kak?"
"Belum terlambat Binar, kamu masih ada waktu untuk memperbaiki hubunganmu dengan Papa, mengurus dan merawatnya dihari-hari tuanya."
Binar hanya mengangguk dan mulai senyum kembali, ia masih bingung untuk berucap. Bahwasanya ia memang sudah rindu sekali dengan sang Papa yang sudah lama tidak ia temui. Ia merasa benci dengan Papa Luky dengan apa yang sudah orang tua itu perbuat kepadanya.
"Setidaknya kamu masih punya orang tua yang bisa dipeluk dan didekap ketika kamu sedang sakit, sedih dan bahagia, Bin." ucap Alika dengan suara merendah, ia merasa hatinya begitu peluh karena tengah merindukan kedua orang tuanya kini yang sudah tiada. "Kamu setidaknya beruntung, Binar!"
"Sejatinya aku tidak seberuntung itu Kak!" balas Binar terus melihati kedua mata Alika, yang dirasai Rendi sangat mirip dengan mata kepunyaannya. Lalu ia menghempaskan lagi pandangan itu ke udara. Memejam mata nya.
"Kenapa?" Alika memegang bahu Binar agar wajah mereka kembali bertemu.
"Dari kecil aku hanya tahu sosok Papa, tapi tidak dengan sosok Mama. Kata Papa, Mamaku sudah meninggal dunia sejak aku masih bayi. Papa selalu sibuk bekerja dan aku hanya diasuh oleh Nenek dan Kakek. Maka dari itu aku selalu merasa iri ketika melihat Kak Bilmar bisa mendapatkan cinta lengkap dari kedua orang tuanya."
Alika merasa sangat kasian dengan penuturan Binar, ia merasa walau ia terlahir dari kalangan biasa. Dirinya begitu bersyukur karena mendapatkan kasih sayang orang tua yang lengkap semenjak kecil. Walau saat ini mereka telah tiada.
Alika masih belum mengetahui tentang rahasia yang belum terungkap tentang jati diri nya yang sebenarnya. Semoga saja suatu saat nanti, jika Tuhan sudah berkehendak untuk membongkar semuanya, semoga tidak akan ada rasa penolakan Alika.
"Ayo kirim doa untuk Mama mu Binar, aku juga ingin mengirim doa untuk Mama ku disana, ikuti bacaan doa yang aku ucapkan ya lalu terakirnya ucapkan nama Mama mu, mengerti?"
"Alisa..."
"Alisa..."
Ucap mereka berdua secara bersamaan.
Alika dan Binar yang tengah memejamkan mata sehabis menyebut nama Mama mereka, langsung meyerngitkan dahi secara bersamaan, seperti ada yang aneh ketika mendengar nama yang sama namun terucap di dua bibir yang berbeda.
"Kamu jangan pakai nama Mamaku Binar, setelah doa ucapkanlah nama Mamamu--" Alika tidak bisa menahan gelak tawanya karena merasa Binar belum fokus. "Tapi terimakasih ya kamu sudah mendoakan Mamaku." Alika tersenyum sambil menyembil pipi Binar dengan gemas.
"Aku tidak pakai nama Mamamu Kak, aku hanya menyebutkan nama Mama ku, Alisa namanya!" tatapan serius bermunculan dari rahut wajah Binar.
Mereka saling menatap kedua bola mata masing-masing, begitu serius, begitu dingin dan begitu mencengangkan.
Lalu
Terdengar suara mereka tertawa bersamaan.
"Masya Allah, aku nggak nyangka nama Mama kita ternyata sama Binar!" ucap Alika dengan takjub.
"Iya Kak, aku juga. Karena nama Mama kita berdua sudah mirip, mau kan kamu untuk selalu menjadi Kakakku? pengganti Mama ku udah menjaga aku selamanya?"
Binar menyodorkan jari kelingkingnya ke arah Alika untuk berjanji. "Iya Binar, aku berjanji akan selalu menjagamu!"
Binar pun memeluk Alika dan menjatuhkan kepalanya dibahu sang Kakak. Alika terus mengelus-elus rambut dan punggung sang Adik.
"Kini Mama mu disana sedang tersenyum melihat kamu sebentar lagi akan bahagia Bin."
"Mama mu disana juga sedang senyum bahagia melihat kamu sudah bersatu dengan Kak Bilmar, aku mencintaimu Kak Alika." Binar mempererat pelukan itu.
Bilmar terus melihat mereka yang masih saling berpeluk di ambang pintu taman. Begitu bahagianya ia bisa melihat Alika dan Binara saling menerima satu sama lain.
"Aku tidak akan patah semangat, untuk memperjuangkan kebahagian kita semua. Aku janji!"
***
Ih..Wow, terharuu banget aku tuh 😭😭 liat komenan kalian. Dengan kalian terenyuh membuat aku semangat 45!❤️❤️
Like, Vote dan Komen ya😘🤗
Makacih, with love gaga❤️😘