
Haii selamat sore guyss
Aku kembali
Selamat baca yaa
❤️❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
"Pelan-pelan sayang---" Seru Alika ketika Bilmar akan menurunkan tubuhnya di atas kasur.
Bilmar menggendong Alika sampai ke kamar. Padahal Alika berucap bahwa ia masih bisa berjalan dengan baik.
"Kamu mau ganti baju sayang? Biar aku yang ambil ke lemari ya!" Alika mengangguk dan Bilmar berlalu mengambil piyama tidur untuk istrinya.
Bilmar membantu Alika berganti pakaian. "Bil nggak apa-apa, aku kan nggak sakit."
"Ssst! Udah, sini aku bantu!"
Bilmar membuka dress yang saat ni sedang dipakai oleh Alika. Walau gairah nya masih memuncak, tapi ia akan tahan dulu sampai Alika memberikan izin. Ia takut Alika menangis seperti kemarin. Mungkin karena saat ini ia masih merasa bersalah, namun siapa akan menduga kalau hasratnya kembali bergelora. Tentu ia tidak akan menunggu selama itu.
Setelah Alika berganti piyama, Bilmar duduk ditepi ranjang dan meletakan kedua kaki Alika di atas pahanya. Ia membalurkan minyak zaitun di bagian yang Alika keluhkan.
Sedikit rintihan karena linu masih terdengar disana. "Uhh sayang---"
"Masih sakit, Al?"
Alika mengangguk, ia sudah berbaring dengan nyaman diatas bantal. Disampingnya ada Maura yang sudah bermimpi indah.
Bilmar terus memberikan pijatan-pijatan kecil di kaki istrinya. Alika masih melihati perangai Bilmar yang sesekali memberikan senyum kepadanya sambil terus memijit.
"Gimana sayang, enak?" Ucap Bilmar lembut.
Alika mengangguk dan memberikan senyuman balik. Ia tahu suaminya masih lelah, bahkan ia saja belum berganti baju, mandi dan makan malam. Tetapi melihat Alika seperti ini, rasa lelahnya seperti menghilang begitu saja.
"Kamu mandi dulu sana, kamu mau makan? Biar aku siapkan ya?"
Alika beranjak untuk mengangkat kakinya. Seketika tangan Bilmar langsung menarik kembali.
"Udah kamu tidur aja, nggak usah fikirin aku terus. Kamu juga udah capek seharian urus anak-anak, sekarang giliran aku yang urus kamu."
Alika hanya tertawa senang, ia tersipu malu menahan bahagia.
"Maafkan aku ya sayang, tadi aku udah marah-marah sama kamu. Aku terbawa emosi."
"Iya aku faham, Al." Bilmar terus memberikan senyuman.
Mereka pun saling bersitatap dalam kebahagiaan. "Ayo tidurlah--"
"Nggak bisa tidur, Bil. Perut aku kayaknya lapar nih!"
"Aku buatkan makanan buat kamu ya?"
"Kamu mau masak, Bil?" Alika membulatkan kedua bola matanya. Ia terlihat cemas.
"Loh kenapa? Kok gitu tatapannya?"
"Jangan aneh-aneh, Bil. Biar aku aja yang siapkan makan. Kamu cepatlah mandi atau cuci muka aja, langsung tidur. Ini sudah jam 11 malam! Aku udah nggak lapar lagi kok---" Alika terpaksa menghilangkan rasa laparnya ia takut Bilmar akan nekat untuk memasak.
"Aku nggak lapar! Ya udah kamu tidur ya. Aku mau mandi dulu--"
Untuk mempersingkat waktu dalam perbincangannya dengan Alika yang, ditakutkan akan berujung perdebatan. Maka Bilmar hanya mengalah untuk mengakhirinya.
Tentunya ia sangat lapar dan dirinya pun tahu Alika juga lapar. Bilmar akan tetap menjalankan misinya untuk mengajak Alika makan malam berdua.
Bilmar bangkit dan meletakan kedua kaki istrinya di atas ranjang. Menarik selimut untuk menutupi kaki sampai ke dada Alika. Mengecup dahi istrinya sebagai pengiring ucapan selamat malam.
*****
Tepat jam 00:00.
Bilmar sudah selesai mengacak-ngacak dapur Bik Minah. Untuk masak makanan seperti ini saja ia sudah banyak menghabiskan waktu lama.
Semoga saja besok pagi Bik Minah tidak akan berfikir bahwa beruang lapar sudah masuk kedalam rumah ini dan merusak tatanan perkakas dapur yang sudah tertata rapih disana.
Letih? Sudah pasti, namun rasa itu akan hilang ketika ia sudah membayangkan bagaimana wajah senang dari Alika ketika ia berhasil menjamunya dengan makanan-makanan seperti ini.
Ketika dilihat semua sudah rapih. Ia pun bergegas untuk menjemput istrinya di kamar.
Terlihat Alika sudah tertidur sambil memeluk Maura. Pemandangan yang begitu mensejukan hati untuk Bilmar.
"Makasi ya cinta, kamu sudah mau mengasuh dan merawat putriku seperti darah dagingmu sendiri--"
Bilmar mencium pipi Alika terus menerus sampai wanita ini bergumam dalam setengah mengantuk. "Bangun yuk sayang, kita makan malam dulu!"
"Makan, Bil? Memang ini sudah jam berapa?"
"Jam 12 malam, Al."
"Hah?" Alika terkejut.
Tup.
Bilmar dengan cepat membungkam kedua bibir Alika dengan telapak tangannya.
"Ssst, jangan keras-keras, Al! Nanti Maura bangun---" Bisiknya.
"Ayo!" Ajak Bilmar sambil melepaskan tangan putrinya untuk melepas pelukannya kepada Alika.
Maura terlihat membuka matanya sayup-sayup, namun Alika dengan cepat mengusap kembali tubuh Maura dan anak itu pun menutup kedua matanya kembali.
"Kok pakai ditutup segala mata aku, Bil?" Alika kaget ketika kedua matanya ditutup oleh sebuah kain yang diikat dibelakangnya.
"Surprise sayang, nanti kamu juga tau!"
Bilmar berbisik tepat di telinga istrinya. Alika tersenyum menikmati apa yang akan disuguhkan oleh Bilmar saat ini.
"Kamu kenapa si sayang? Hari ini lagi kenapa? Tiba-tiba ajak aku makan malam, terus bikin suprise kayak gini?" Alika terus bertanya ketika mereka sedang melangkah menuju meja makan.
Tuk.
Langkah mereka pun terhenti. Bilmar mulai membuka kain penutup mata Alika.
Garis senyum yang sedari tadi sudah merajah wajahnya kini terlihat semakin melebar. Kedua matanya tidak berhenti untuk menatapi meja makan saat ini.
Sebuah lilin-lilin besar tertata ditengah-tengah meja. Itu terlihat sebagai lilin-lilin yang dipakai pada saat mati lampu dirumah-rumah.
Ilalang dedaunan ditaman dan bunga-bunga peliharaan Alika dipetik secara asal dari tempatnya untuk menjadi pemanis di meja makan.
Dua buah piring mie instan dengan telur mata sapi yang bentuknya sudah tidak beraturan tersaji dengan baik, terlihat beberapa potongan sosis dan nuget ayam kepunyaan Maura digoreng dengan gosong untuk sebagai menu pelengkap.
Alika masih terperangah, ia kaget tapi juga senang. Walau terlihat sangat berantakan, tetapi ia tetap menghargai jerih payah suaminya.
"Ayo duduk sayang!"
Bilmar mempersilahkan Alika untuk duduk dan Bilmar melangkah memutar untuk duduk tepat berhadapan dengannya.
"Karena rencana makan malam kita batal, ya udah aku buat seadanya aja ya. Udah malam soalnya, mau pesan ke restoran semua udah tutup. Besok lagi gimana?"
"Nggak apa-apa, Bil. Makan malam kayak gini aja udah cukup bagi aku..."
Mengingat bagaimana susah payahnya ia agar bisa pergi menerima ajakan Bilmar untuk makan malam direstoran.
"Mungkin kamu sibuk dan terlalu lelah, sampai lupa kalau hari ini adalah ulang tahun pernikahan kita yang pertama sayang---" Bilmar meraih sebuah kotak kecil dari saku celananya lalu membuka nya tepat di kedua mata Alika.
"Masya Allah sayang,"
Alika kembali terperanjat ketika ia melihat sebuah cincin mutiara asli telah terpajang didalam kotak kecil itu. Bilmar memesan cincin mutiara asli dari Lombok tanpa sepegetahuan sang istri.
Bilmar pun bangkit dari kursinya untuk menghampiri Alika. Ia setengah berjongkok, Alika pun memiringkan tubuhnya agar bisa sejajar menatap kedua bola mata suaminya.
"Sayang---"
Alika mengelus pipi suaminya, a begitu terenyuh dengan keromantisan Bilmar saat ini.
Bilmar meraih tangan Alika untuk ia sematkan cincin itu di jari cantiknya.
"Tetap sayang sama aku ya, Al--" Bilmar mengecup dahi istrinya.
"Maafkan aku ya, Bil. Aku lupa sama hari pernikahan kita dan aku juga nggak sempat buat belikan kamu hadiah." cicitnya sendu.
Bilmar tertawa. "Dengan selalu lihat kamu sehat itu udah jadi hadiah buat aku!"
Alika kembali tersipu-sipu wajahnya tidak berhenti merona, ia langsung mengalungkan kedua tangannya ke leher Bilmar. Alika mengecup bibir suaminya lalu meletakan wajahnya diceruk leher Bilmar.
Lalu Bilmar menyalakan sebuah lagu favorit mereka dari ponselnya. My Valentine song
"Ayo kita berdansa, sayang---"
Bilmar meraih genggaman jari Alika, Alika bangkit berdiri untuk mensejajarkan tubuhnya dengan Bilmar. Lelaki itu pun meletakan tangannya di pinggang sang istri. Dengan langkah pelan-pelan agar kakinya tidak terasa linu, Alika berdansa dengan hati-hati.
"Aku sayang kamu, Bil!"
Semoga saja hati Alika yang masih berbunga-bunga tidak begitu saja terhancurkan dengan kedatangan Kaneysa esok pagi.
Waspadalah Bilmar Artanegara, nikmati dulu saja kebahagiaan malam ini. Sudah dapat dipastikan ia pasti akan mendapatkan Sassy kembali malam ini.
****
.
.
.
.
.
Bagi yang mau tahu bagaimana kisah Maura dan Gifali yang sudah dewasa, sudah bisa baca di karya ku yang ke tiga ya, boleh cek profil ku❤️
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Gifali Untuk Maura
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘