
Hayy akuu balik lagi nih❤️
selamat baca🤗🤗
***
Bilmar masih tetap berdiri di kaca jendela belakang mejanya kerjanya. Tatapannya terus disorotkan kepada suatu bangunan kecil berwarna putih tempat dimana sekarang istrinya berada. Bilmar terus menatapinya dengan mata berkaca-kaca. Ia masih tidak habis fikir dengan ucapan Alika barusan.
"Aku nggak akan bisa membayangkan kalau aku hidup tanpa kamu lagi! aku akan hancur lagi seperti dulu! bisa-bisa nanti aku mati..Al!" dada Bilmar terasa begitu berat dan sesak karna ucapan Alika terus terngiang-ngiang dibenak nya.
Bilmar tidak bisa membayangkan dirinya akan kembali merana seperti 12 tahun yang lalu. Tidak bisa lagi bernafas lega dan tidak mempunyai warna dalam hidupnya. Semua akan terasa kelabu.
Klekkk
Pintu ruangan dibuka, terlihat Rendi yang datang masuk kedalam, melangkah menuju ke meja kerja Bos nya. Bilmar terasa enggan untuk menoleh dan mengerjakan apapun hari ini, hatinya terus berkecamuk gelisah memikirkan istrinya, Alika Sarasafi.
Rendi diam sebentar, sebelum membuka suara untuk jadwal kerja Presdir nya hari ini.
"Hari ini rencananya akan ada audit khusus di klinik Pak, jam 2 siang."
Bilmar langsung menolehkan wajah ke arah Rendi dan berjalan menghampiri kursi kerjanya.
"Jangan..jangan! tidak untuk saat ini Ren, kamu lihat kan bagaimana sikapnya tadi kepada saya, saya nggak mau buat dia makin marah, itu akan memperburuk keadaan rumah tangga kami!" balas Bilmar sembari mengusap wajah nya dengan kasar, ia seperti kehilangan tiang kekuatannya.
"Sebaiknya masalah pribadi tidak dicampurkan dengan masalah kantor Pak, Bapak harus tetap konsisten untuk menyelesaikan kless ini."
Bilmar kembali menatap wajah Rendi dengan tajam, ia tidak suka di nasehati seperti itu dalam perasaannya yang masih kalut. Walau memang apa yang dikatakan Rendi itu benar.
"Saya cuman butuh istri saya! saya nggak perduli mau rugi berapapun. Kalau nggak ada dia dihidup saya, semua yang sama punya nggak akan ada artinya!"
Rendi menghela nafasnya, menurunkan ego nya sedikit untuk tidak menentang Bilmar. Ia tahu bagaimana rasanya ketika sedang mencintai wanita yang amat dicintai. Rendi pun jadi teringat dan rindu dengan Binar.
"Memang apa masalah awalnya? hanya cemburu melihat Kaneysa?" tanya Rendi menyelidik.
Bilmar diam sebentar lalu mengingat-ngingat perilaku istrinya hari ini.
"Sebelum kejadian dengan Kaneysa, dari berangkat kerja sampai datang kesini, ia begitu berbeda. Menangis terus dan murung. Jika ditanya kenapa, hanya diam, nggak mau menjawab. Saya jadi bingung salah saya dimana, padahal tadi malam tuh kita---"
Mungkin itu juga yang membuat hati istrinya sesak, karena merasa sudah dibohongi mentah-mentah ketika ia sudah berhasil memberikan cinta dan tubuhnya dengan utuh kepada sang suami, Bilmar Artanegara. Malah menyakiti hatinya seperti ini.
"..Hmmm..ini yang saya takutkan Pak!"
"Maksudnya?"
"Mungkin dia ada salah faham, namun urung untuk bertanya, ada sekelompok orang yang tidak ingin membuat masalah itu menjadi besar, jadi hanya bisa mendiaminya dan menunggu saja kapan hatinya bisa enak lagi, mungkin salah satunya istri Bapak, ibu Alika!"
Bilmar hanya diam, tidak bisa memberikan respon apa-apa. Sesungguhnya dalam hati Bilmar ia membenarkan beberapa potongan ucapan Alika barusan. Mereka sudah 12 tahun tidak pernah bersama. Pasti akan ada hal tentang sifat atau perilaku yang berubah sesuai dengan keadaan hidup mereka selama ini.
"Yang saya takutkan adalah Alika tidak akan bisa terima dengan sosok Binar sekarang! Pak Bilmar harus bisa menceritakan semuanya, lebih sakit rasanya jika kita mengetahui kebenaran bukan dari orang yang kita cintai Pak, mungkin saja ibu Alika akan---"
"Akan apa..?" Bilmar memotong ucapan itu dengan cepat.
"Ibu Alika akan meninggalkan Bapak dan Maura!"
Jag.
Seperti ada gledek di pagi hari ini.
Bilmar kembali menghela nafasnya dengan kasar, rasanya begitu panas. Ia menundukan wajahnya ke bawah meja, menatap bayangannya yang begitu dilanda kecemasan. Matanya kembali berkaca-kaca.
"Untuk Binar, jika anda tidak bisa melakukannya. Akan saya pastikan, orang pertama yang akan memberitahukan semua masalah ini kepada istri Bapak adalah saya. Karena saya tidak ingin lagi melihat anda menderita Pak!" tutur Rendi dalam hatinya, masih menatapi Bilmar yang sedang gundah gulana.
***
Kalau komennya banyak, aku akan UP lagu secepatnya❤️😁.
jangan lupa ya semangat buat aku nyaa....Jempol kalian goyangin...
thankyouu
with love, gaga😘