Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Kebaya pengantin


"Al, tunggu aku!" Bilmar menarik keras lengan Alika setelah keluar dari pintu toko.


"Lepas!" Alika melepaskan genggaman Bilmar dengan kasar. Kedua bola matanya menatap tajam.


"Kamu kenapa sayang?" Bilmar mencoba melembutkan suaranya dan kembali menggenggam tangan Alika.


"Apakah rasa cintaku benar-benar sudah tidak ada lagi untuk nya ? bahkan terasa risih ketika ia memanggilku sayang,"


Alika kembali mendelik kan matanya dengan tatapan sinis ke arah genggaman itu. Pandangan tersebut tertangkap di mata Bilmar, seketika itu pun Bilmar melepasnya.


"Aku tau kamu punya banyak uang, apapun yang kamu ingini pasti dengan mudah kamu dapatkan! tapi enggak semua bisa dibeli dengan uang, seperti kenangan ini!" Alika mengangkat jari manisnya menunjuk sebuah cincin yang telah dihina-hina oleh Bilmar.


"Kamu tidak punya hak untuk menghina nya dan meminta aku untuk mencampakan nya!"


Alika dengan cepat membalikan tubuhnya untuk berlalu meninggalkan Bilmar.


"Bukan itu maksud ku sungguh," Bilmar menghentikan langkah kaki calon istrinya itu.


Lalu mendekap nya dengan erat, entah mengapa Alika tidak ada kekuatan untuk berontak. Ia merasakan suatu kehangatan mengalir dari Bilmar kepadanya.


"Maafin aku ya sayang, aku sudah hilang kendali. Harusnya aku mengerti apa kemauan mu, sekarang aku udah enggak perduli lagi dengan cincin kawin itu. Aku hanya perduli dengan hatimu, calon istriku dan calon ibu dari anak ku," Bilmar merintih.


Jantung Alika bergemuruh hebat. Ia merasa sudah tidak berbuat adil dalam menandingi rasa cinta Bilmar untuk dirinya.


"Dia begitu mencintaiku, tapi kenapa hati ini terlalu enggan untuk menerimanya!"


"Mungkin aku harus belajar menata hati untuknya lagi"


***


Kini Bilmar membawa Alika ke salah satu Boutique pengantin yang termewah dan termahal di Indonesia. Bilmar terus berdoa jika Alika mau mengikuti keinginannya untuk hal yang satu ini, mengingat Alika telah menolak pemberian cincin berlian sebagai mas kawin dirinya beberapa jam yang lalu.


"Mau yang mana sayang ?" tanya Bilmar kepada Alika ketika sang perancang memberikan contoh beberapa kebaya yang akan digunakan olehnya nanti.


Alika memegang kedua buah kebaya itu dengan wajah senang bukan main. Ia begitu takjub melihat beberapa kebaya yang ditaburi dengan bulir-bulir svarosky. Ia sungguh merasa semua ini hanya mimpi. Lalu menepuk-nepuk kedua pipinya seraya membangunkan bahwa hal ini adalah nyata.


Mengingat pada saat menikah dengan Aziz, ia hanya memakai kebaya putih yang tengah usang bekas sang Ibu.


Alika menoleh ke arah Bilmar, memperlihatkan butiran-butiran air mata yang sebentar lagi akan mengalir turun ke peraduan.


"Aku ingin kamu yang pilihkan," Alika meminta Bilmar untuk memilih salah satu dari nya.


Bilmar tersenyum bahagia melihat Alika sudah tenang dan menurut akan kemauan dirinya. Ia pun menyeka air mata yang sudah turun sangat pelan.


Lalu.


"Saya pilih yang ini," Bilmar menunjuk kebaya putih brukat yang sedikit agak terbuka dibagian leher menuju dada, bertabur dengan banyak kilauan svarosky.


"Saya ingin besok siang kebaya itu sudah siap dirumah saya !" ucap Bilmar tegas.


"Baik Tuan..ayo Nona silahkan ikut saya." sang perancang membawa Alika masuk kedalam, untuk mengukur tubuhnya agar pas dengan kebaya yang akan dipakainya lusa.


"Bil?" panggil Alika.


Bilmar pun mengangkat wajahnya dengan cepat, ia terperangah hebat. Matanya terus terbelalak dengan kuat, mulutnya menganga lama. Ia begitu kagum melihat kecantikan Alika, yang tengah mencoba kebaya pernikahan mereka.


"Oh God ! you are beautiful honey," Bilmar bangkit lalu memeluk Alika. Alika masih tercengang atas reaksi Bilmar setelah melihatnya memakai kebaya ini.


"Bagus nggak ?"tanya Alika polos.


"Banget ! malah kayanya bidadari bakalan cemburu ngeliat kecantikan kamu saat memakai kebaya ini. Aku jadi engga sabar nunggu lusa ," Bilmar dengan refleks mencium pipi kanan Alika.


Alika pun dengan cepat mendorong tubuh Bilmar, karna sudah kepalang malu oleh orang-orang yang tengah melihat mereka.


"Bil, inget dong ini dimana !"


"Ya gitu deh Mba, laki-laki kalau sudah mau melangsungkan akad nikah bawaan nya emang selalu pengen nempel terus kaya perangko," Si perancang berdecis geli.


Bilmar hanya mau Alika, perduli setan dengan mata semua orang yang sedang melihati kemesraan mereka saat ini.


Melihat wajah Bilmar yang begitu bahagia, semakin membuat Alika terpenjara dalam dosa. Ia merasa tidak sepenuhnya jujur dengan perasaan nya kini.


**Dulu aku merasa sangat mencintaimu !


Menggilai mu !


Menginginkanmu !


Menutup semua akses lelaki untuk mendekatiku !


Tetap percaya Semesta akan mengembalikan cintamu kembali kepadaku !


Namun, mengapa saat ini semua terlihat sirna ?


Mengapa disaat aku sudah yakin akan memiliki mu !


Semesta telah mencabut perasaan cinta ini dari mu**?"


Memang misteri hidup hanyalah Allah yang tau. Ia mampu merubah semua dalam sekejap, mampu mempertahankan, menghancurkan dan melupakan serta membuat


Rasa cinta menjadi benci


Rasa benci menjadi sayang


Rasa benci menjadi rindu


Semoga saja rasa cinta di hati Alika yang telah lama usang, kembali berbuih menerangi kehidupan rumah tangga mereka yang sakinah, mawaddah, warrohmah.


Enggak bosen-bosen aku mah, minta Like nya yah. Kalau mau vote ke BDCT aja ya..thankyou❤️❤️