
Hayy aku balik lagi nih💖💕
Terima kasih aku ucapkan bagi kalian yang sudah berbaik hati untuk memberi Like, vote dan meninggalkan komen. Sungguh aku terinspirasi.
Keep reading guys❤️❤️
***
Motor dan Mobil sudah terpakir dengan baik di salah satu objek wisata di Paris. Alika tidak berhenti mengucap syukur dari bibirnya ketika melihat pemandangan yang kini ia ratapi. Bilmar hanya tersenyum senang melihati sikap istrinya yang terbawa suasana takjub dan bahagia. Karna ia tahu Alika sangat menyukai bunga dan taman.
"Tempat ini adalah salah satu objek wisata di Paris Mba dan Mas. Namanya Jardin Du Luxembourg atau suka disebut dengan taman Luxembourg, dibangun pada tahun 1612 oleh Marie de' Medici. Taman ini mempunyai luas sekitar----"
Ucapan Aldi terhenti ketika ia tidak sengaja menolehkan dirinya kesamping melihat sang Tuan dan Nyonya nya sudah berhambur pergi ke tengah taman.
"Udah capek-capek ngejelasin, ditinggal gitu ajah..huft!" Aldi tak kuasa untuk tidak menggelengkan kepalanya.
Alika terus berjalan ke tengah taman, memutar-mutar tubuhnya atau sedikit berlari kecil untuk menikmati suasana taman yang diapit oleh rerumputan dan dikelilingi berbagia ragam bunga seperti melati, petunia, bugeunvi, kembang sepatu dll.
Alika berlari kesana kemari, ia bebas mau melakukan apa saja saat ini karna taman masih sepi dari pengunjung. Walau matahari kian naik ke peraduan, sepertinya alam sepakat untuk memberikan angin sejuk yang dapat menepis rasa panas yang hampir tidak terasa ditubuh mereka.
Bilmar tidak akan melewatkan kesempatan ini untuk terus mengambil gambar Alika dengan kamera foto tercanggihnya. Dalam posisi apapun Alika, maka tak akan luput dari cekrekan foto sang suami kepadanya.
"Bil, ayo!" Alika menggandeng tangan Bilmar untuk mengikutinya pergi ke sudut taman yang lebih banyak memberikan pemandangan sejuk dengan semua bunga yang telah berjejer.
"Duh indah banget Ya Allah, segala puji bagi mu.." Alika menciumi bunga itu lalu memejamkan kedua mata nya.
Muach ! satu kecupan mendarat di pipi Alika dari Bilmar. Ia merasa Alika sangat sexy dan menggairahkan dirinya ketika melihat senyum Alika yang terus mengalir deras.
"Ih Bil, nggak enak loh ini kan tempat umum!" wajah Alika memerah, ia merasa amat dicintai oleh sang suami.
Lalu Bilmar memeluk tubuh Alika dari belakang, membisikan sesuatu ditelinga istrinya "Kalau sekarang aku ingin kamu disini, lalu mereka mau apa? aku sudah membayar ini semua dengan mahal!" Bilmar terus merengkuh tubuh mungil itu dan sedikit membungkuk untuk menyamakan posisi mereka, meletakan wajahnya diceruk Alika.
Alika tiba-tiba mengerutkan dahinya, seraya bergerak ingin melepas tangan Bilmar yang sudah mengunci bagian atas perutnya.
"Apa tuh maksud kamu?" tanya Alika cepat
Bilmar masih tetap memeluk erat tubuh mungil sang istri, ia merasa kini dirinya telah menegang. Bilmar mendamba lagi Alika ingin mengulangi yang semalam. Mungkin nanti setelah sampai hotel, Alika akan jadi santapan mengenyangkan untuk Bilmar tanpa ampun dan celah.
Wajar saja lah mendapatkan mahkota murni Alika adalah impiannya dari dulu.
"Ya aku sudah bayar kamu dengan mahal, dengan penantian panjangku selama 12 tahun. Tidak bisa leluasa seperti ini dan terlebih lagi aku sudah bahagia sekarang karna setiap malam akan dimanjakan oleh keberadaan sassy." Bilmar sedikit tertawa lalu kembali mengecup pipi sang istri, memberi haluan nafas yang keluar dari hidungnya mengibaskan aroma itu ke pipi Alika lalu ke bagian leher. Alika seperti menikmatinya perlahan. Kedua matanya terpejam, mulain mengikuti alur Bilmar.
Lalu.
"Akhh..sakit!" Alika tanpa sengaja menginjak kaki Bilmar agar bisa melepaskan tubuhnya saat ini. Alika berlari cepat lalu menolehkan wajahnya untuk meledek Bilmar.
Sang istri berlari lalu disusul oleh sang suami, menerjang lalu menggendong tubuh Alika dari belakang, memutari gendongan itu kesemua arah. Mereka berlari-larian menikmati udara sejuk ditengah luasnya taman sesuka hati mereka.
Lebih tepatnya mereka saat ini sudah mirip pemain film India.
Aldi dari jauh terus mengawasi suami-istri yang telah dimabuk kepayang ini. Ia senyum-senyum melihati Bilmar dan Alika yang seperti anak ABG sedang jatuh cinta.
Bukan sedang! tapi memang iya.
Sesekali Bilmar memundurkan langkahnya lalu merentangkan kedua tangannya memberi jarak dengan Alika. Sang istri ini pun lalu berlari untuk memeluk tubuh sang suami yang setelah itu akan menggendong dirinya ke udara.
Tampak dari kejauhan Aldy hanya bisa menelan ludahnya dalam-dalam, sepertinya pemuda ini menginginkan juga hal yang sama.
"Ayo kita pergi dari sini, kamu belum sarapan sayang. Nanti kamu sakit, kamu kan punya maag." ucap Bilmar menggandeng tangan Alika untuk mengikuti langkahnya untuk kembali pergi dari taman.
Alika hanya mengangguk menuruti apa kata suaminya. Ia terus tersenyum melihati sikap Bilmar yang sangat perhatian kepadanya, sampai masih ingat apa saja penyakit yang sering kambuh di tubuh Alika.
"Mau kemana lagi Mas, Mba?" tanya Aldi ketika diri mereka sudah berhadapan.
"Baik Mas, ayo kita keluar dari sini." Aldi dengan sigap mengubah posisi nya mundur dibelakang.
Kata "istriku" yang barusan ia dengar dan gandengan tangan yang melekat ditangannya, membuat Alika terjebak dalam cinta yang semakin membuih. Membuat gadis 29 tahun ini tidak berhenti tersenyum sedarintadi. Sampai saat ini dirinya masih tidak percaya jika Allah sudah mengembalikan Bilmar kepadanya dan mengizinkan Alika untuk hidup bergaya istri kolongmerat.
15 menit kemudian. Alika memberhentikan lajuan motor Bilmar di salah satu penjual burger ditepi jalan. Awalnya lelaki ini menaikan satu alis dan memiringkan bibirnya, ia tidak sampai hati melihat Alika makan ditempat seperti ini. Namun karna wajah Alika yang sumringah, membuat nya untuk menyetujui keinginan sang istri.
"Aldi katakan pada penjualnya pesan kan empat buah burger ya!" perintah Alika, karna ia tidak bisa berbahasa perancis.
"Empat burger Mba?" tanya Aldi menyelidik.
"Wah rakus juga nih cantik-cantik!"
Batin Aldi menggelegar. Hal yang sama pula dirasakan oleh Bilmar, namun ia tidak punya keberanian untuk mengkomplennya.
Lalu Alika menggandeng tangan Bilmar untuk duduk disebuah karpet lesehan yang menutupi tanah dan rerumputan. Baru kali ini seorang Presiden Direktur dengan mempunyai kekuasaan dan kekayaan yang tidak akan ada habisnya mau duduk melantai dipinggir jalan seperti ini.
Kalau bukan karna cinta! hahahaha
Tidak lama kemudian Aldi membawakan empat buah burger itu di nampan.
"Ambilah dua burger ini untuk mu dan untuk sopir hotel itu, bawalah dan makan dimobil Aldi." ucap Alika sambil memberikan dua burger itu kepada dirinya.
Mata dua lelaki yang tadi mengumpatinya rakus secara tidak langsung, kemudian merubah menjadi takjub akan kedermawanan sang Nyonya.
"Bawalah sana, dan jangan ganggu kemesraan kami!" Bilmar meminta Aldi untuk segera angkat kaki.
"Sayang..!" Alika menghentikan ucapan suaminya yang tidak baik itu.
"B-baik Mas, Mba. Terima kasih saya permisi ke mobil lagi."
Alika membukai roti burger lalu menarik daun salada nya untuk enyah dari sana, ia masih hafal jika Bilmar tidak menyukai daun salada.
"Ini, makanlah Bil!"
Bilmar terus tersenyum bahagia melihat Alika masih hafal dengan ketidak sukaannya itu.
Mereka pun menikmati dengan lahap.
"Apakah kamu bawa kunciran rambut sayang..?" tanya Bilmar. Lalu Alika meletakan burgernya dipiring dan membuka tas nya untuk meraih kunciran rambutnya.
"Mau apa dengannya?" tanya Alika sambil memberikan kunciran rambut itu.
"Sebentar.." Bilmar meraih semua rambut Alika yang sedari tadi tegerai diterpa angin untuk dikuncir dengan rapih, setidaknya rambut yang bertebaran karna angin tidak menganggu Alika ketika sedang melahap burgernya "Nah udah selesai, ayo habiskan lagi makananmu!"
Demi apa pun Bilmar terus membuat wajah Alika terenyuh berkali-kali. Lelaki ini begitu perhatian dan amat cinta kepada istrinya.
Sangat romantis ! sungguh.
Setelah ini ia akan terus melakukan hal apapun lagi untuk kebahagiaan Alika. Dirinya berjanji.
***
Aku terharuu banget sama komenan positif kalian, dukung banget aku..unch sosweet😘❤️ maaf kalo ada yg kelewat nggak dblas chatnya..insya allah kalian kesayangan akuu..hehehe🤗
Kaya biasa
Like dan Komen yaa..meminta kebaikan hati kalian untuk mem Vote dan Rate bintang dicerita ini..biar aku semangat.
thankyou❤️😘😘