
Hayyy kesayangan, selamat pagi❤️🖤..pagi-pagi nih aku balik lagi.
Yuk guyss selamat bacaa
🤗🤗
***
Setelah pergumulan cinta yang mereka mainkan tadi malam, membuat Alika dan Bilmar harus keramas bersama didalam bilik kamar mandi pagi ini. Lebih tepatnya Alika yang memandikan Bilmar untuk membantunya membersihkan tubuh. Bilmar terlihat manja hari ini.
"Kamu benar mau masuk kerja? apa nggak sebaiknya dirumah dulu, istirahat? wajah kamu masih lebam-lebam kaya gini, Bil!"
Alika masih menggosok-gosokan rambut Bilmar yang basah dengan handuk. Lelaki itu hanya duduk diam di tepi ranjang, menikmati pijatan sang istri diatas kepalanya. Bilmar masih bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer.
"Terpaksa sih! hari ini aku males kerja sebenarnya. Tapi karena liat kamu juga udah masuk kerja, ya ngapain aku dirumah, ya kan?" Bilmar melihat Alika sudah rapih dengan baju seragam dinas nya di Klinik.
Ya tepat! hari ini Alika akan kembali masuk bekerja lagi di Klinik. Sudah beberapa minggu ia tidak menjamah tempat itu. Bagaimana pun ia masih menjabat disana, bukan hanya sebagai karyawan tapi juga sebagai pemilik tentunya.
"Iya nggak apa-apa dong, kalau kamu masih nggak enak badan, kamu tiduran aja dirumah. Nanti siang aku bisa pulang dulu. Temani kamu makan!"
Dirasa rambut sang suami sudah kering, ia pun berjalan ke meja rias nya untuk mengambil botol minyak telon dan sisir kepunyaannya.
Bilmar adalah lelaki penurut. Ia hanya diam saja ketika Alika menyisiri rambut lelaki itu dan mengolesi minyak telon ke perut dan belakang punggungnya.
"Udah gini aja deh! nggak usah ganteng-ganteng!" Alika mengakhiri sisiran rambut untuk sang suami. Hanya licin ke samping kanan.
"Nanti banyak yang naksir kamu lagi!" cicitnya pelan. "Nih, pakai kemejanya!" Alika menyodorkan satu kemeja dan celana yang ia pilihkan sendiri tanpa meminta persetujuan dari sang suami.
"Aku kebawah dulu ya, siapin sarapan pagi buat kita semua."
Namun sebelum langkah sang istri melaju, Bilmar dengan cepat meraih lengan Alika, membuat ia menoleh dengan cepat.
"Kenapa?"
"Nggak usah capek-capek, Al! kan ada Bik Minah. Aku juga nggak masalah kalau harus nambah beberapa pembantu lagi dirumah ini atau nambah Perawat lagi untuk di Klinik, agar meringankan beban kamu!"
Alika menghela nafasnya pelan. Sambil mengancingi kemeja Bilmar yang masih ternganga memperlihatkan belahan dadanya yang bidang dan begitu atletis.
"Kamu nggak usah khawatir sayang! aku akan bicara kalau aku butuh!" Alika memberikan senyuman terbaiknya.
"Ya udah, aku turun dulu ya!"
Cupp.
Alika mencium pipi kanan suaminya yang sedang menganggukan kepala tanda mengerti.
Ia pun berlalu dari kamar untuk menuruni anak tangga, berjalan ke meja makan.
"Sini Bik, saya bantu!"
"Non udah mau mau masuk kerja lagi?"
Alika mengangguk senyum. "Jangan lupa nanti siang suapi Maura ya Bik, kalau dia nggak mau. Bilang aja nanti Mamanya marah."
"Siap Non, ini..bumbunya!" Bik Minah menyodorkan beberapa cacahan bumbu yang akan di tumis oleh tangan Alika sendiri. Begitulah setiap hari, tugas Bik Minah didapur hanya membantu sampai disitu. Selebihnya Alika yang akan memasak.
Karena semenjak menikah, Bilmar hanya ingin masakan dari hasil tangan istrinya. Berhubung Alika baru sembuh dan sedang hamil muda, maka ia mulai berfikir tidak masalah jika Bik Minah memulai kembali untuk menghidangkan makanan untuk keluarga mereka.
15 menit kemudian Bilmar turun untuk menyusul sang istri ke dapur.
"Eh, Den? mau teh apa kopi den?" suara Bik Minah membuat Alika menoleh ketika sedang menyiapkan nasi goreng yang sudah jadi di meja makan.
"Mau kamu sayang." Bilmar menggodai sang istri. Ia kembali memeluk perut Alika yang tengah menyiapkan beberapa piring disana.
"Ish, Bil! malu dong ah.."
Bik Minah hanya tertawa melihat mereka dan pergi berlalu ke belakang.
"Aku mah kangen terus sama kamu, Al!"
Bilmar masih duduk dikursi meja makan dengan tangan melingkar memeluk perut sang istri yang masih berdiri disampingnya.
"Maafin aku ya? janji ya jangan pernah tinggalin aku? terus sama aku sampai kita keriput?"
"Kamu aja ah yang keriput, aku mah nggak mau, hahaha!" ledek Alika.
"Yang benar, Al!" Bilmar mencebik.
"Iya sayang..aku akan berusaha selalu disamping kamu, nggak akan pergi sebelum dapat izin dari kamu! apapun yang terjadi."
"Kami udah maafin aku kan soal yang kemarin? aku menyesal banget, Al." Bilmar menaruh kepalanya dipertengahan dada sang istri.
"Iya sayang, yang penting kamu janji jangan diulangi lagi ya?"
"Iya cintaku, hidupku, sayangku, jiwaku! aku udah ikhlas maafin kamu!"
Alika membawa kedua tangannya untuk dinaikan ke atas pundak sang suami sambil memberikan kecupan cinta di dahi. Lalu turun ke kedua mata, terjerembab lurus untuk turun ke pucuk hidung, menyambar ke kedua pipi secara bergantian dan terakhir melesat lama ke bibir kenyal Bilmar Artanegara. Hanya mengecup tanpa diiringi gerakan lebih dalam.
Alika hanya ingin membuat hati Bilmar lega saat ini. Begitu baiknya wanita ini.
Lalu
"Hemmm...kayanya kita bakal punya cucu banyak nih Bayu!" ucap Papa Luky kepada Papa Bayu yang begitu saja terdengar kencang ditelinga anak-anak mereka.
Alika pun melepas dekapan itu dengan wajah amat malu dan seketika memerah karena diketahui oleh Papa-Papa mereka yang sedang berjalan menuju meja makan.
"Ayo Pah, kita sarapan sama-sama!" Bilmar membuka suara untuk menyambut mereka.
"Wajar lah Kak, Bilmar sudah lima tahun hidup menduda. Ia haus akan belaian dan kasih sayang dari seorang istri. Kasian anakku, baru sekarang terlihat bahagia!" ucap Papa Bayu mengelus bahu putranya.
Semua pun tertawa mendengarnya. Mereka semua berkumpul di meja makan pagi ini. Terlihat Alika sangat melayani suami dan Papa-Papanya.
Ada raut bahagia sangat terpancar dari wajah Papa Luky. Tidak pernah dalam bayangannya, ia akan merasakan kehangatan keluarga seperti ini lagi setelah kepergian Alisa dahulu.
"Enak banget nih, pintar masak kamu, Nak!" puji Papa Bayu.
"Persis kaya Mamanya, Alika menurun bakat dari Alisa. Mereka sama-sama pintar masak." sambung Papa Luky, ia terus menikmati sarapannya sampai habis.
"Makasi ya Pah..." cicit Alika malu-malu. Lalu tiba-tiba ia memundurkan kursinya begitu saja, karena rasa mual ingin muntah begitu saja datang melanda.
Berlari ke wastafel lalu memuntahkan cairan yang menganggu sarapan paginya saat ini.
"Kamu mual sayang?" Bilmar menyusul sang istri dan mulai memijiti belakang lehernya, agar leluasa untuk memuntahkan semua agar pertunya lega.
Alika terus berusaha untuk memuntahkannya dan membasuh mulutnya dengan air.
"Udah, Bil! aku udah enakan sekarang."
Bilmar mengambil beberapa helai tissu untuk mengelap kebasahan yang ada di wajah sang istri. Ia pun kembali menggenggam tangan Alika untuk dibawanya kembali ke meja makan.
"Kamu nggak apa-apa, Nak?" tanya Papa Luky.
"Biasa Pah, kalau pagi bawaannya agak mual."
"Istirahat aja dulu dirumah Nak, nggak usah masuk kerja dulu." sambung Papa Bayu.
"Iya sayang dirumah aja ya? sekalian kita kontrol lagi ke Dokter? gimana?" susul Bilmar.
Namun Alika tetap saja dalam pendiriannya ingin bekerja.
Ia tidak boleh bermanja ria, hanya membiarkan Bilmar yang berjuang sendiri dalam menghidupi keluarga mereka. Alika pun ingin mempunyai penghasilan sendiri. Kelak ia akan membesarkan Klinik itu sesuai cita-cita sang Mama dan Papa Samsul dimasa lalu.
Papa Luky tak jemu-jemu menatap kemesraan Alika dan Bilmar. Sepasang suami istri ini, tidak canggung lagi untuk memperlihatkan rasa cinta dan sayang mereka.
Begitulah Bilmar ia akan berubah menjadi singa lapar disaat sedang cemburu atau ketika miliknya merasa terancam untuk disakiti oleh orang lain. Sifat yang susah untuk ia kendalikan saat ini.
Semoga saja Bilmar bisa memaafkan Papa Mertuanya dengan tangan terbuka ketika ia sudah mengetahui siapakah dalang dari kejadian yang hampir merenggut nyawa Istrinya, ibu dari anak-anaknya kelak.
Semoga saja!
***
Makasi banyak untuk seluruh komennya🖤🖤🖤...Bilmar dan Alika mencintai Kalian❤️
Makasi juga buat kalian yang selalu memberiku doa untuk selalu sehat dan semangat. Tangisan dan candaan kalian..aku terharuu hihihi😘😘
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘