
Guyss aku kembali lagi nih🤭
Dua episode di hari ini ya.
Selamat baca
❤️❤️🖤❤️🖤
.
.
.
.
.
.
.
Setelah mendapatkan alamat Ny. Gweny yang baru, mereka memutuskan untuk untuk tetap mendatangi rumah orang tua itu, hari ini juga.
"Ternyata Ny. Gweny masih satu kota dengan kita, Al!"
"Iya ya, untuk apa sampai jauh-jauh kesini. Kalau Ny. Gweny masih menetap di Jakarta!"
"...Udah nggak apa-apa. Mungkin jalannya seperti ini dulu, diputar-putar baru mendapatkan alamat yang pas!" Alika menenangkan Binara dam Bilmar.
"Oh ya sayang? Apa kamu lelah?" Tanya Alika kepada Bilmar ketika mereka melangkah menuju mobil.
Ia terus menggandeng tangan suaminya. Terlihat Binara berada dibelakang mereka sesekali ia menoleh lagi ke arah Tatiana yang masih melihat kepergian mereka dari posisinya.
Kenapa mereka membawa pergi anakku ya?
Binara terus berfikir seketika perasaanya menjadi tidak enak.
"Nggak sayang, aku kuat kok untuk tetap mengemudikan mobil mengantar kalian lagi!"
"Tapi kamu sepertinya letih, Bil! Apa mau gantian mengemudi dengan Binar?"
"Iya Kak, gantian aja sama aku ya? Bagaimana? Wajahmu terlihat letih!"
Tidak dipungkiri memang jikalau Bilmar selama ini belum pernah pergi membawa mobil sendiri dengan perjalanan jauh berjam-jam dijalan. Apalagi tanpa sopir, ini menjadi suatu hal yang pertama baginya.
"Enggak kok aku kuat! Aku akan tetap mengemudi!" Bilmar terlihat memaksakan kehendaknya padahal ia sudah letih, pusing dan perutnya sedikit mual.
Alika hanya mampu mengiyakan keputusan Bilmar walau hatinya ragu. Mereka pun akhirnya bergegas kembali menuju Jakarta.
Didalam perjalanan, Bilmar terlihat membawa mobil dengan kencang. Ini ia lakukan untuk menghilangkan kantuk yang tengah menggelayuti kedua matanya serta ingin cepat sampai ditempat tujuan.
.
***
Jika pergi tadi membutuhkan waktu tiga jam perjalanan, saat kembali pulang ia berhasil membelah jalan dalam waktu 1,5 jam. Bilmar memperlihatkan keahliannya dalam mengemudi.
Lalu
Tak lama kemudian
Bilmar terlihat ingin muntah, ia begitu mual.
"Udah, udah! Matikan mobilnya. Bin ayo gantian!"
Bilmar yang tidak kuasa menahan mual akhirnya mengikuti perintah sang istri. Alika dan Binar pun turun dari mobil.
Alika membuka pintu kemudi dan meraih tangan suaminya untuk berpindah duduk ke kursi belakang. Binar pun mengambil alih untuk mengemudikan mobil kembali.
Alika meletakan kepala suaminya diatas kedua pahanya. Bilmar terlihat memejamkan kedua mata sambil memeluk perut istrinya.
"Bin, tolong berhenti dulu di Kafe depan. Aku mau memesan teh hangat untuk Bilmar. Kamu mau apa Bin?"
"Samain aja Kak."
"Iya udah tunggu dulu di mobil ya, titip Bilmar, Bin!"
"Sayang, aku keluar dulu sebentar ya!" Alika mengecup dahi suaminya yang masih bergumam tidak jelas dibalik pejaman matanya. Terasa tubuh Bilmar sedikit hangat.
Alika pun turun ke Kafe untuk memesan minuman serta beberapa kue disana.
"Kak? Maafin aku ya, kamu jadi sakit---" Cicit Binara sendu melihati Bilmar yang sedang tertidur.
Setelah memesan apa yang ingin ia beli, Alika pun beranjak menuju toilet. Namun seketika ada langkah lelaki yang menabraknya tanpa sengaja, membuat tubuh kecilnya begitu saja tersungkur ke atas lantai.
"Sorry, sorry..." Lelaki itu membantu Alika untuk bangkit berdiri. Alika terlihat mengerang ketika sikut tangannya terasa linu. Ia pun mendongakkan wajahnya.
"Kalau lagi jalan hati-hati dong, Mas!" Alika tetap berkata biasa, ia tidak marah sama sekali. Bahkan suaranya terasa lembut.
Lelaki berpenampilan gagah dengan balutan jas kantor menyelimuti tubuh yang ideal ini terlihat terkesima dengan wajah Alika yang begitu cantik.
"Maaf ya, apakah ada yang sakit?" Tanyanya.
"Nggak apa-apa kok!" Alika pun memberikan senyum dan meninggalkan lelaki itu untuk masuk kedalam toilet.
Lelaki ini terus memandangi bayangan Alika yang sudah pergi. Ada rasa-rasa aneh yang tiba-tiba muncul dari dihatinya. Ia terlihat tersenyum.
"Cantik sekali wanita itu, siapa dia?"
Dorr.
Seketika Lelaki ini memejamkan kedua matanya karena menahan kaget. Bahunya disentak oleh temannya sendiri.
"Ayo Go! Balik lagi ke meja, gue fikir lo pingsan di kamar mandi!" Seru Martin.
"Lo lagi lihatin siapa sih? Cewek? Apa hantu?" Gelak tawa Martin semakin seru.
"Ahhh! Bikin mood gue hilang aja lo!" Ia pun kembali berjalan menuju meja nya, dimana teman-teman tongkrongannya tengah asik minum dan makan.
"Lama banget lo, Go! cuman buang air kecil aja kaya mandi besar, cck!" Ucap Fandi yang diringi tawa oleh Martin, Beni dan Noval.
Diego!
Ya, lelaki yang baru saja menabrak Alika di ambang pintu toilet itu bernama Diego.
Diego kembali terpana, ketika melihat kedatangan Alika dari toilet. Ia terus menatap wajah dan tubuh Alika yang sekarang sedang duduk berdiri dikasir untuk mengambil pesanannya.
Ia pun segera bangkit untuk menghampiri, sayangnya ia terlalu lama melamun, membuat Alika sudah berlalu jauh kembali ke mobil.
Ke empat temannya pun terbawa arah mata Diego yang masih melihati Alika berjalan menuju mobilnya.
"Wah bener nih, si dingin! Lagi ngeliatin cewek broh---" Fandi terkekeh, membawa semua temannya untuk mentertawakan Diego.
"Udah jangan diliatin aja! Sikat broh, lo tuh udah tua! Lo harus cepat nikah, liat tuh mantan lo si Vika. Dia aja udah nikah---" ucap Beni.
"...Anaknya dua lagi!" Sambung Noval
Fandi, Noval, Beni dan Martin adalah teman sebaya Diego. Mereka sama-sama menjadi Presiden Direktur di perusahaan masing-masing. Namun tetap saja dikota ini EG dan Acorp adalah perusahaan terbesar dibanding perusahaan yang lain.
Diego pun beringsut untuk mengejar, namun sayangnya mobil Alika sudah berlalu dari hadapannya.
Alika membantu Bilmar untuk menenggak teh hangat kedalam kerongkongannya.
Bilmar mengangguk dan terus menyandarkan tubuhnya di jok mobil.
"Apa masih mual? Masih ingin muntah?"
"Nggak sayang, aku udah mendingan." Balas Bilmar mencoba meyakinkan Istrinya.
"Apa kita pulang saja Kak, biar besok saja aku dan Kak Alika yang kerumah Ny. Gweny--"
"Nggak Bin, hari ini semua harus tuntas! Aku akan tetap menemani kalian!"
Bilmar tetap dalam pendiriannya, tidak ada yang bisa membantah walau itu Alika sekalipun.
"Baiklah sayang, ayo sini kamu tiduran lagi--" Alika memposisikan tubuh Bilmar untuk tidur berselonjor. Meletakan kepala suaminya di atas kedua pahanya kembali.
Mengusap-usap tubuh sang suami yang makin terasa hangat. Bilmar kembali memejamkan kedua matanya.
Binar kembali melajukan mobilnya untuk sampai ke alamat yang akan ia sambangi. Ketika nomor rumah dan alamat sesuai dengan yang sudah diberikan oleh Tatiana. Binar pun menoleh ke belakang. Ternyata kedua kakaknya sudah tertidur pulas.
Ingin membangunkan Alika namun ia tidak enak hati, ia kasian kepada Alika dan Bilmar yang ikut lelah karena membantunya sedari tadi.
Ketika Binar ingin membuka pintu mobil, suara Alika pun mengejutkannya.
"Binar? Apa kita sudah sampai?" Tanya Alika yang sedang mengucek kedua matanya.
"Eh iya Kak, tadinya aku ingin turun sendiri. Aku kasian sama kamu, terlihat lelah sekali!"
"Ayo kita turun, Bilmar biar saja tidur disini. Ia sudah sangat terlelap---" Tidak biasanya Bilmar tertidur dengan dengkuran keras seperti ini.
Ia mulai meletakan kepala suaminya dengan hati-hati, walau Bilmar terlihat bergumam tetapi ia tetap dalam posisi tidur yang tidak gampang dibangunkan.
Alika dan Binar kembali turun dari mobil lagi-lagi untuk menghampiri pos penjaga dirumah ini.
"Selamat sore Pak. Apakah benar ini kediaman Ny. Gweny?"
"...Iya Bu, benar! Ada keperluan apa dengan Nyonya?"
Seketika garis senyum Alika dan Binara mengembang bahagia. Perjuangan mereka tidak sia-sia.
"Kami ingin bertemu dengan Ny. Gweny, apakah bisa?"
"Maaf sebelumnya Bu. Nyonya kami sedang sakit, beliau tidak mau menerima tamu dulu sampai keadaannya pulih!"
Lalu terlihat seorang asisten rumah tangga tengah berjalan dan menghampiri para penjaga itu. "Apakah perawat itu sudah datang?"
"Sepertinya tidak datang lagi--"
"Bagaimana ini, siapa yang akan mengurus nyonya? Apa yang harus saya katakan kepada Tuan Diego nanti?"
Alika dan Binara sama-sama mendengar percakapan mereka. Alika seraya menggerakkan kedua bola matanya kesana kemari.
Ting.
Ide cemerlang pun muncul di kepalanya.
"Baiklah Pak, terima kasih banyak. Maaf kami sudah mengganggu." Alika berucap pamit dan menggandeng tangan Binar untuk berlalu dari sana. Mereka pun kembali melangkah menuju mobil.
"Kok kita pergi gitu aja Kak? Bukannya kita harus tetap meyakinkan penjaga itu, supaya kita bisa bertemu dengan Ny. Gweny? Aku ingin Gadis Kak!" Ujar Binar sebelum mereka masuk kedalam mobil. Wajahnya terlihat sangat frustasi. Ia merasa kegembiraan yang baru saja hidup seketika meredup.
"Tunggu dulu, Bin! Kamu jangan mengeluh terus!"
"Lalu aku harus apa? Harus senang sekarang?!"
"Aku akan menyamar!"
"Menyamar??"
Alika langsung membekap mulut adiknya yang bersuara sedikit keras.
"Sstr! Berisik Binar. Pelankan suaramu---"
Binar hanya membulatkan kedua matanya ketika mulutnya masih dibekap oleh sang kakak.
"Aku akan menyamar! Aku melakukan ini untuk lebih mengetahui segala situasi dan kondisi, sehingga lebih mudah untuk menjangkau Ny. Gweny dan Gadis. Sepertinya akan sulit jika kita datang tanpa ada persiapan apapun! Kamu mengerti kan maksudku??"
Binar mengangguk. Alika pun melepas bekapan itu dan mencium dahi sang adik.
"Doakan aku saja, Binar! Doakan Kakakmu ini agar secepatnya bisa membawa Gadis kembali kedalam keluarga kita!"
Binara amat terharu ia pun langsung memeluk tubuh sang Kakak.
"Makasi banyak Kak, aku mencintaimu--"
Berbahagialah kamu Binara, telah mendapatkan seorang Kakak yang hatinya begitu baik dan mulia dan berhati-hatilah Alika, semoga jalanmu selalu dipermudah.
****
.
.
.
.
.
.
Untuk kalian yang belum bergabung ke grup chat ku bisa gabung ya, biar tau apa aja info update dari ku...atau sekitar info lainnya.
Bagi yang mau tau kisah Maura dan Gifali yang sudah dewasa, sudah bisa baca di karya ku yang ke tiga ya, boleh cek profil ku❤️
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Gifali Untuk Maura
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘