Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Habis Terbakar


Hayy guysss, aku balik lagi nih, duh hari ini berasa crazy up yah🤭🤭. By the way aku udah ingetin di episode pertama hari ini, kalau aku akan memulai konflik panjang. Akan terkuak semua yang menjadi ganjalan batin Bilmar dan Alika.


kalau kalian masih ngeri bacanya, ya udah ditabung dulu aja ya. Nanti sampai banyak baru baca, biar nggak penasaran🤭🤭.


Aku aja yang nulisnya deg deg an, gimana kalian yang baca😁😁😁.


Okey deh guyss, semoga kalian selalu sehat ya. Makasi banyak yang selalu antusias baca kisah mereka, aku love lah sama kalian🖤🖤🖤


Yuk guys mari bacaa


***


Dari jauh terlihat kobaran api begitu saja mengembang di udara dari gudang obat klinik EG. Asap hitam bergulung-gulung menghiasinya. Terlihat dari jauh ada Bilmar yang terus berlari kencang dari kantor pusat EG menuju klinik.


Ia tidak perduli jika klinik akan habis terbakar, yang ia perdulikan hanya nyawa istrinya saat ini. Langkah kaki nya cepat, jas kantornya sedari tadi mengibas-ngibas karena hembusan angin yang bersejajar dengan langkah kakinya.


Dari belakang Bilmar terlihat Pak Adit, beberapa pimpinan cabang ikut berlari menuju Klinik.


"Hah?" Kedua mata nya melotot tajam ketika melihat gudang obat sudah habis dilahap si jago merah.


"Alika..!" ia berteriak kencang mengagetkan beberapa karyawan yang tengah membantu memadamkan api sebelum petugas damkar datang ke tkp.


Seketika tubuhnya ditarik paksa oleh Pak Adit, karena langkah kaki nya yang ingin menerobos masuk kedalam gudang obat yang sedang terbakar untuk membawa istrinya keluar.


"Lepas! Jangan halangi saya!" Bilmar menghalau tangan Pak Adit yang sedang mencengkram nya. "Jangan Pak, terlalu berbahaya!"


"Lepas! Ada istri saya didalam!" Bilmar menepis cengkraman itu dan mendorong Pak Adit sampai terjungkal ke aspal.


Lalu lagi-lagi langkah kakinya terhenti dan ia menoleh cepat ke belakang, ketika mendengar suara istrinya memanggil dan tengah berlari kepadanya.


Bluss.


Dengan langkah kaki grasak-grusuk, Alika menerjang tubuh suaminya bagai ombak menerjang lautan.


"Sayang.." Alika menangis, memeluk suaminya.


Dengan nafas kelegaan, ia menyambut tubuh istrinya dengan wajah bahagia.


"Alhamdulillah Ya Allah.." ucap syukur penuh haru tercuat dari bibir Bilmar. Ia terus memeluk, menciumi wajah istrinya yang masih memangis ketakutan.


"Kamu nggak apa-apa sayang? Ada yang luka? Ada yang sakit?"


Segala hujaman pertanyaan mengalir dari mulut suaminya. Bilmar tetap mendekap erat tubuh sang istri yang begitu dingin karena shock.


"Bil, lihat gudang obat ku terbakar!" Alika menangis tersedu-sedu.


"Akan aku buatkan pengganti yang lebih besar dari pada ini, yang penting nyawa kamu selamat sayang!"


Bilmar terus merangkul tubuh mungil itu. Mereka sama-sama tengah menyaksikan bagaimana api masih memakan habis bangunan itu.


Berguyun-guyun para karyawan menyiramkan air sebisa mereka untuk memadamkan api yang tidak akan mungkin segampang itu dapat hilang.


Plass


Ada sosok Danu tengah berdiri tepat dihadapan mereka saat ini. Kedua mata Bilmar mendelik tajam, dengan cepat ia melepas tubuh sang istri dan menghampiri lelaki itu untuk menghajarnya.


Bagg.


Bugg.


"Kurang ajar kamu! Pasti kamu biang keladi ini semua! Kamu sengaja ingin menyingkirkan nyawa istriku!"


Bagg.


Bigg.


Bilmar merasa Danu adalah adalah dalang dari semua ini.


"Sayang, jangan! Lepasin dia!" Alika mencoba melepaskan tangan Bilmar yang sudah brutal menghujam wajah lelaki itu dengan kepalan tangannya yang kuat dan kasar.


"Sudah, Pak! Pak Danu bisa mati nanti!" Pak Adit ikut menarik tubuh Bilmar yang sudah kesetanan karena emosi.


Semua karyawan yang melihat begitu kaget terperanjat. Mereka tidak menyangka sebegitu marahnya Presdir mereka, ketika mengetahui Alika hampir tidak bernyawa.


Mereka baru tahu siapakah jati diri wanita itu saat ini. Alika adalah istri kesayangan Presiden Direktur mereka. Yang keberadaannya mulai saat ini harus di hormati dan di hargai.


"Sudah sayang, stop! Pak Danu nggak salah! dia yang sudah menolong aku, Bella dan Sofia agar bisa selamat dari kobaran api itu!"


Jag.


Kedua tangan Bilmar melepaskan tubuh Danu begitu saja. Mengingat kejadian ini adalah kedua kalinya ia menghantam Danu tanpa ampun.


Danu dan Johan sama-sama memberi senyum tipis yang getir. Mereka berhasil mengelabuhi Bilmar dan Alika dalam drama ini.


"Maaf..dan terima kasih!" hanya itu yang bisa Bilmar ucapkan di sela-sela emosi nya yang masih mendidih. Ia masih belum bisa percaya bahwa Danu akan bersikap heroik kepada istrinya.


***


"Kamu nggak apa-apa sayang?" tanya Bilmar lagi sambil meneliti lekuk tubuh istrinya. "Aku khawatir banget, aku takut kamu---"


"Aku nggak apa-apa sayang, kamu jangan cemas!" Alika mengelus pipi suaminya.


Mereka masih terduduk di sofa ruang tunggu klinik. Setelah melihat keadaan Bella yang sedikit agak parah dari mereka bertiga. Ada luka bakar sedikit di sekitaran tangan kanan Bella ketika ia hendak menghalau puing yang akan jatuh menimpa kepala Alika dan Sofia.


"Bagaimana ini bisa terjadi?"


"Aku tidak tahu bagaimana awal mula nya api itu bisa membakar gudang, yang aku tahu Sofia seketika berteriak ketika ada api yang sudah menjalar di dinding. Lalu api tersebut melebar luas dengan cepat. Untung lah ada Pak Danu...yang menyelamatkan kita."


Bilmar hanya bisa diam mendengarkan penuturan sang istri, ia merasa berhutang budi dan mempunyai kesalahan fatal terhadap Danu.


Terlihat bunyi sirine damkar telah sampai di tkp. tak berapa lama terliha api sudah berangsur padam. Tetapi gudang obat sudah tidak bisa terselamatkan. Hancur lebur bersama puing-puing kobaran api yang sudah luluh lantah.


Bilmar melepas kan Alika dari dekapannya. Ia tatap wajah itu dalam-dalam.


"Sayang, kita harus ke Rumah Sakit sekarang!"


"Ke Rumah Sakit? Ada apa, Bil? Kamu sakit sayang?" tangan Alika menyentuh wajah suaminya. Mengukur suhu Bilmar, takut dirasa demam.


"Bukan aku sayang, tapi----"


"Tapi siapa, Bil?"


"Papa kamu sayang! Tadi Binar telepon aku, kalau Papa Luky jatuh pingsan di kantor dan masih tidak sadarkan diri!"


Wajah Alika menegang kembali, Air matanya mulai menggenang. Ia sangat cemas.


"Papa, jangan tinggalkan aku!"


***


Masih ada sih part selanjutnya. Tapi nggak tau kenapa kepala aku masih pusing aja nggak hilang-hilang🥺🥺. Mungkin aku akan UP lagi malam, tapi aku nggak janji ya guyss.


Oh yaa selagi kalian nunggu cerita ini update kalian juga bisa baca karyaku yang lain ya:


1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang


2.Jangan Berhenti Mencintaiku


3.Dua Kali Menikah


Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya


Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :


VOTE


LIKE


RATE


dan


KOMEN YA🖤🖤


sekali lagi👇


Thankyou readers kesayangan🥰


With love, gaga😘