
Hayy kesayangan...aku balik lagi nihđź–¤
***
Masih muncul raut malu dan pias dari wajah gadis ini. Alika yang sudah bersiap untuk turun makan malam masih terpaku didepan cermin kamar mandi, terus melihati tubuhnya serta mencubit-cubit terus bibir indahnya. Ia masih membayangi bagaimana ketika bibirnya digeluti lama oleh Bilmar.
Entah mengapa semenjak tadi, tubuhnya seperti memberi alarm untuk memintanya kembali. Apakah Alika sudah mulai menginginkan Bilmar? atau kah ini hanya sekedar penasaran tentang hasrat nya saja yang sudah lama terpendam.
Ia pun terus melihati tubuhnya. Tubuh yang hampir saja terjamah oleh mantan kekasih yang telah berpisah dengannya selama 12 tahun, karna kehendak Sang Illahi lah mereka dapat di persatukan kembali dalam ikatan pernikahan.
"Bermimpi menikah dan menjadi ibu dari anak-anak mu adalah impian terbesar ku dulu. Selama kita berpisah, aku selalu berdoa agar engkau dikembalikan oleh Sang Pencipta kepada ku lagi. 12 tahun ku menanti dalam kebimbangan, menerka-nerka apakah kamu masih hidup atau sudah mati. Namun ketika aku sudah mampu melupakan mu, mengganti cintamu dengan cinta suamiku. Tuhan memanggil suamiku dan mengembalikan dirimu kepada ku, lalu bagaimana sekarang? aku harus bagaimana?"
Alika terus mengeluh dan merintih sejadi-jadinya. Ia berdoa agar secepatnya hati itu kembali berlayar untuk mencintai lelaki ini seperti dulu.
"Sayang..?" suara Bilmar diiringi dengan suara ketukan tangannya di pintu kamar mandi.
"Ayo kita turun kebawah, aku sudah lapar!" Bilmar masih menunggu sang istri didepan pintu.
Alika dengan cepat mengambil tisu untuk menyeka air mata yang sempat turun sedikit.
"Iya Bil, sebentar!"
Pintu kamar mandi terbuka, Alika menemukan manik mata indah Bilmar dihadapannya. Ia kaku kembali, lalu diam untuk menyimpan rasa bersalahnya. Ia tahu cinta Bilmar tidak pernah urung untuknya, tapi apa yang sekarang ia beri ? untuk memanggil kata sayang saja begitu berat dikeluarkan dari mulut nya.
Berlututlah kamu Alika dihadapan Bilmar nanti ketika cintamu telah kembali untuknya !
"Ayo sayang!" Bilmar menggandeng tangan istrinya untuk beranjak keluar dari kamar hotel.
"Apa kamu sakit sayangku..? kalau memang capek, kita dikamar aja. Aku akan suruh pelayan untuk mengantarkan makan malam kita." Bilmar merasakan tubuh Alika agak hangat malam ini. Ia melepas gandengan itu menggantinya dengan rangkulan yang sangat erat.
Begitu cintanya Bilmar kepada istrinya ini.
"Mungkin udara disini belum bersahabat dengan aku Bil, aku nggak apa-apa !" Alika melepaskan rangkulan suami nya.
Bilmar melepaskan jaket dari tubuhnya untuk dipakaikan ke tubuh Alika. "Biar kamu hangat, sepertinya diluar dingin. Aku nggak mau kamu sakit sayang."
Alika mengangguk setuju. Mereka terus menyusuri lorong kamar hotel untuk turun ke lantai bawah menuju restauran.
Ketika sedang menunggu lift terbuka. Ada suara memanggil entah dari mana.
"Bilmar..?" ada suara wanita memanggil dari belakang tubuh mereka. Membuat pasangan suami istri ini menoleh bersamaan mencari sumber suara.
"Ya betul, Bilmar...?" dua wanita mendekat ke arah mereka.
"Hey, Frida, Sandra !" Bilmar menyambut mereka dengan sukacita.
Alika tercengang ketika salah satu dari mereka memeluk dan mencium Bilmar dengan sangat intim. Bilmar yang ditembak dengan mendadak, tidak bisa berkutik apa-apa. Ia hanya ikut merasakan.
Bagaimana perasaan seorang istri ketika melihat suami dikecup bibirnya oleh wanita lain. Bibir yang telah digunakan untuk mencium dirinya.
"Sialan..!" Alika berdecis dalam hati nya.
"Hemm...!" Alika berdehem nyaring. Sebagai kode kepada mereka, bahwa dirinya adalah makhluk hidup bukan barang mati.
"Oh iya, kenalin ini---"
"Adek kamu Bil?" Frida memotong cepat.
Alika seraya mendelikan matanya dengan sinis. "Oh sorry, bukan ya? soalnya masih mungil gini, aku fikir." diam sebentar "Hemm.. emang ya selera kamu dari dulu suka sama yang mungil-mungil lucu kaya gini, demi dia kamu ninggalin Tasya, Bil ?" Frida kembali bercuap-cuap seenak jidadnya.
Membuat bukan hanya Alika yang terperjak dengan ucapannya, melainkan Bilmar yang ingin pingsan seketika untuk membungkam mulut wanita ini.
Alika menoleh ke arah Bilmar dengan tatapan tajam dan serius, seraya menanti sebuah penjelasan panjang akan masalah ini. Baru saja dirinya mau mencoba untuk membuka hatinya untuk Bilmar kembali, kenyataanyaa yang terjasi tidak sesuai harapan. Seketika patah dengan pemikiran yang akan ia asumsikan sendiri.
Lift pun terbuka. Alika melepaskan jaket yang ada didalam tubuhnya untuk diserahkan kembali kepada Bilmar dengan kasar. Ia pun masuk cepat memencet tombol lift untuk menutup kembali. Meninggalkan Bilmar dengan para dua wanita itu.
Mereka memang terlihat sangat berkelas, dari segi penampilan yang ada. Berbeda dengan penampilan Alika yang apa adanya. Membuat hatinya sedikit menciut dan minder.
"Silahkan Mba..?" Aldi sedari tadi sudah menunggu Alika dan Bilmar didepan pintu restauran. Ia seperti celingak-celinguk mencari keberadaan lelaki itu.
"Dia masih lama untuk turun, nggak usah ditunggu !" jawab Alika masih menahan kesal.
"Baik Mba, ayo kita kedalam," Aldi membawa sang ratu kedalam restauran untuk memilih hidangan ala buffet yang tersedia disana.
Melihat begitu banyak makanan yang berjejer dengan tatanan mewah tersaji lengkap didampingi para chef nya, seketika membuat suasana hati Alika membaik. Ia melupakan sebentar kejadian tadi, untuk mengisi dulu perutnya dengan makanan yang melimpah ruah disini.
Semangkuk tom yam seafood menjadi salah satu menu awal yang ia santap saat ini ditemani dengan segelas infus watter yang sudah tersedia disana. Ia duduk sendiri menatap kolam renang.
"Silahkan makan dulu Mba---" ucap Aldi.
"Kamu nggak makan? ayo makan disini!" Alika menepuk sebuah kursi yang ada disampingnya.
"Terima kasih Mba, tapi saya sudah makan."
"Oke baiklah,"
"Saya akan tunggu diluar, untuk menunggu suami Mba. Saya permisi dulu Mba!"
"Ya silahkan." Alika kembali menyantap makan malam nya. Beberapa kali ia mondar-mandir ke meja buffet untuk mengambil menu yang lain.
Alika suka sekali makan, ia tidak akan melewatkan kenikmatan duniawi begitu saja.
Bilmar melangkah cepat dengan nafas tersengal-sengal membuat ia susah untuk berbicara.
"Lihat istriku ?" kali ini Bilmar harus bisa berbaik diri dengan Aldi.
"Ada didalam Mas, dekat kolam renang sedang makan ma----"
Bilmar langsung melangkah kembali dengan cepat sebelum Aldi menuntaskan ucapan nya sampai dititik terakhir.
"Sayang..!" Bilmar merapat ke meja dengan hentakan kecil di kakinya, sontak membuat Alika kaget dan memuntahkan apa yang sedang dikunyah didalam mulutnya.
Tersedak dan muntah ke sembarang arah. Bilmar dengan cepat menggapai gelas berisi air minum ke arah mulut Alika.
"Ayo sayang minum dulu!" ucap Bilmar dengan lembut.
Dirasakan tenggorokannya sudah enak kembali, Alika pun seperti teringat kembali akan kejadian barusan, ia menepis cepat tangan Bilmar dari tubuhnya.
"Lepas ! aku jijik sama kamu!"
***
Seneng aku tuh liatin komenan kalian, ikut terenyuh dan baper...
Kaya biasaa buat aku terus semangat dengan
Like dan Vote dari kalian yaa
Ditunggu komen nya...makasi guyss🖤🖤🖤
sehat selalu⛑️⛑️