Mantanku PresdirKu Suamiku

Mantanku PresdirKu Suamiku
Pasca Akad Nikah


Bilmar terus menatapi Alika yang kini sudah duduk disamping dirinya. Senyuman nya mengembang ke seluruh para tamu dan keluarga terdekat. Sesuai permintaan Alika bahwa ia menginginkan pernikahan yang sederhana saja, tidak ada satu pun media yang meliput atau mengundang jejeran karyawan EG yang tidak dianggap dekat oleh mereka berdua.


Tetap saja pernikahan ini jauh dari kata sederhana, Bilmar tetap mau memberikan yang terbaik untuk istrinya itu.


Bilmar dan Alika bergantian menanda tangani surat nikah mereka. Kini Bilmar sudah tidak gugup lagi, ia bisa tersenyum lega karna nanti malam sudah bisa lepas landas. Sudah ada yang menemani ketika mau dan bangun dari tidur. Bisa merasakan hangatnya pelukan wanita yang belum pernah ia rasakan sebelumnya dengan cinta yang tengah membara.


Bahkan ciuman pertama mereka terjadi setelah 12 tahun berpisah, semasa pacaran dulu Bilmar tak berani melakukan hal itu kepada Alika.


"Cantiknya istriku.." senyum Bilmar sangat menawan, ia tidak henti-henti memuji istrinya.


"Duh jadi pengen nikah Sof," rintih Bella.


"Coba dulu goreng nuget nggak sampai cemong, baru bisa nikah!" cibir Sofia


"Sendirinya aja masak air juga nggak bisa, uhh!" Bella melawan ia tak mau kalah.


Semua mata memandang begitu iri melihat mereka, wanita nya cantik dan pria nya gagah rupawan. Mereka sangat cocok bersanding didalam kerajaan ini.


Prosesi sungkem sangatlah khidmat penuh derai air mata, manakala Bibik Alika tengah memeluk Bilmar.


"Sayangi Alika selalu ya Mas, didik menjadi istri yang baik sebagaimana mestinya." Bibik mengelus punggung Bilmar ketika sedang mendudukan kepala diatas kedua paha sang Bibik. Begitupun Pak Bayu yang tengah memeluk Alika dengan dalam dan penuh akan rasa penyesalan. Mengingat apa yang sudah dilakukan oleh istrinya dahulu.


"Saya titip Bilmar dan Maura, jadikanlah mereka bagian dari ibadah mu untuk mencari ridho Allah SWT," ucap Pak Bayu ketika memeluk Alika dengan erat.


Alika tak kuasa menahan tangis, ketika mendengar permintaan yang telah terucap, bagai hati di belah pisau ia harus bisa menahan sesak untuk tetap bersikap mencintai Bilmar dengan seutuhnya.


"Selamat ya kalian, semoga bahagia selalu dan cepat dapat momongan. Jangan ditunda-tunda ya," Pak Adit dan Istri memberikan selamat kepada dua mempelai yang kini tengah berada dipanggung pelaminan untuk menerima salaman dari tamu yang hadir tidak lebih dari 20 orang.


"Saya dan Alika tidak akan menundanya, saya ingin cepat memberikan Maura adik, agar ia tidak kesepian," jawab Bilmar mantap sambil merangkul Alika dengan kuat.


Wajah Alika tercekat karena kaget, ia belum sepenuh nya berfikir bagaimana sikap nya nanti malam jika Bilmar meminta hak nya dan ia harus berkewajiban memenuhi nya.


Semua tamu pun bersalaman tanpa terkecuali dan menikmati hidangan makanan yang melimpah disetiap sudut taman dan alunan musik romantis pun yang tak terlewatkan.


"Kamu bahagia sayang?" tanya Bilmar. Ia terus mengenggam tangan sang istri.


Alika tetap bersikap wajar untuk menandingi kebahagiaan sang suami saat ini.


"Aku sangat bahagia...sayang," jawab Alika tengah berjuang untuk memanggil nama itu dikalimat akhir nya.


Bilmar pun mencium kening Alika dengan syahdu, ia terus menciumi punggung tangan sang istri.


"apa pun yang membuat kamu bahagia, aku akan turuti!"


Alika hanya bisa memberikan senyuman tipis yang kemudian perlahan dirubahnya menjadi senyuman lebar penuh arti. Ia harus terus belajar untuk bisa menandingi cinta suami nya yang begitu besar kepadanya.


Semoga saja malam ini, Alika tidak mengecewakan Bilmar.


Kaya biasa...minta Like nya yah, buat yang mau aja..makasih kesayangan🖤❤️