
Haii cinta-cintaku. Aku kembali
Selamat baca ya guyss
❤️❤️❤️❤️❤️
.
.
.
.
.
.
.
Seperti burung gagak yang selalu berkicau dengan suara seram di udara. Ia terus terbang untuk mencari mangsanya. Ia akan terus fokus kepada satu mangsa yang sudah ia bidik dan akan ia terkam tanpa ampun sama sekali.
Seperti Bilmar saat ini, ia terus menerkam Alika yang sedari tadi sudah luluh lantai lemas dibawah kungkungannya. Permintaan maaf Bilmar telah disambut hangat oleh Alika. Tentu Bilmar akan menagih lebih dari sekedar sambutan.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan dari luar kamar.
"Kak?"
Binar memanggil kedua kakaknya yang masih bergolek lemas di atas sofa. Bilmar memang tidak pernah bisa menahan segala hasrat dalam situasi apapun. Mereka lupa masih ada Binara yang menunggu dibawah.
"Kakak---!"
"....Mah, Pah? Maura mau masuk!" Cicit Maura polos. Ia pun sama mengetuk-ngetuk pintu kamar kedua orang tuanya.
"Bil? Sayang..." Alika menghentak punggung suaminya yang masih mendekapnya dari atas. Kepala Bilmar masih setia berada di ceruk leher Alika.
"Bangun sayang, itu ada Binar dan Maura ketuk pintu!" Suara lembut sang istri setengah berbisik tepat ditelinganya.
"Hemm...aku capek sayang." Desah Bilmar.
"Capek tapi enakkan?"
Bilmar mengangkat wajahnya untuk tegak melihati kedua bola mata Alika.
"Tapi kamu juga kan? Makasi ya kamu selalu mengerti kemauanku sayang..." Bilmar mengecup kembali bibir tipis itu yang sudah satu jam lebih tidak lepas dari capitan bibirnya.
"Ayo bangun dulu, tubuh kamu tuh besar! Nggak kasian menindih tubuh aku yang kecil ini?"
"Iya sayang oke---" Bilmar pun mengangkat dirinya untuk menjauh dari tubuh Alika. Mereka berdua kembali meraih semua pakaian yang sudah terjatuh di atas lantai. Dan memakainya kembali.
"Apa masih sakit buah dadamu? Aku sedari tadi menahan untuk tidak menyentuhnya!" Tanya Bilmar sambil mengancingkan kembali kemejanya.
"Tolong, Bil. Ressleting kan dulu rok ku!" Bilmar membantu untuk menarik Ressleting itu agar tegak lurus naik ke bagian pinggang.
"Rasanya udah enggak ngilu, tapi nanti aku mau coba untuk menyusui Ammar, siapa tahu asi nya sudah keluar---"
"Kakak....Kak?" Panggilan Binar lebih kencang dan nyaring. Ia takut Alika diperlakukan kasar oleh Bilmar.
"Ayo sayang!" Alika menggandeng tangan Bilmar untuk bangkit.
Krek.
Pintu kamar dibuka.
Terlihat Alika sedang merapihkan rambutnya dan Bilmar pun melakukan hal yang sama. Binar pun langsung merubah rautnya menjadi malas.
"Ah kirain kamu mati didalam Kak, taunya lagi main----ah payah! Ayo Maura, ikut tante kebawah!" Binara menarik tangan Maura untuk meninggalkan Alika dan Bilmar yang masih berdiri diambang pintu.
Alika dan Bilmar pun mengikutinya untuk turun ke bawah.
"Ini hanya salah faham adikku sayang..." Alika berjalan cepat untuk mensejajarkan langkahnya dengan Binara. Ia merangkul tubuh sang adik untuk dibawa ke meja makan.
"Binar mau makan apa? Biar Kakak buatkan."
"Burger!" Jawab Binar datar. Ia malas tapi ia lapar.
"...Maura mau kentang ya Mah!"
Alika mengangguk ketika mendengar keinginan mereka satu persatu.
"Kamu mau apa sayang?"
"....Isshh! Abis peluk-peluk cewek, masih aja kamu mau panggil dia sayang Kak?" Binar menyelak cepat, membuat Bilmar tak kuasa untuk menjawab.
"Bin----" Ucap Alika lembut.
"Aku burger aja ya cinta...." Ucap Bilmar sambil mengedipkan salah satu matanya.
"Dasar lelaki genit!" Binara mendelik tajam ketika melihat Kakak Iparnya terus menggoda sang Kakak.
"Bin, ayo lah kita baikan! Semua ini hanya salah faham. Dan kamu masuk di waktu yang tidak tepat---"
"Lalu jika aku tidak datang? Apakah kamu akan berciuman dengannya??"
"Binar......" Seru Alika dari dapur. Walau ia tengah sibuk, tapi tetap saja mendengarkan apa yang mereka ucapkan disana.
"Bibirku ini sudah di vaksin, Bin. Kata Dokter hanya bisa digunakan untuk mencium bibir Kakakmu!" Bilmar berdecis geli.
Binara tetap malas mendengar godaan Bilmar.
"Ya sudah kalau masih marah, padahal besok niatnya aku akan menemani kalian kerumah Ny. Gweny---"
"Yang benar Kak?" Lagi-lagi Binara menyelak ucapannya, ia beringsut bahagia. Bergeliat manja dilengan sang Kakak.
"Ya benar, makanya percaya aku dulu. Jangan lagi berfikir aku selingkuh, karena itu sangat menjijikan, Bin!"
"Ya oke lah baik, tapi benar kan Kakak mau menemani aku dan Kak Alika?"
Bilmar mengangguk. "Aku juga akan menghubungi beberapa informan handal untuk mencari tahu siapa Ny. Gweny. Jika kedatangan kita besok tidak membuahkan hasil."
"Ahhh Kakak, aku sayang kamu..." Binar memeluk Bilmar, wajahnya terlihat sangat bahagia.
"Nah gitu dong, mantan istriku...makanya kita berdamai, ya---"
"Menjijikan! Aku benci setiap mendengar kata-kata itu!!"
"Hahahahaha...." Gelak tawa Bilmar terus saja menggema. Ia suka sekali meledek Binara seperti ini.
Maura pun ikut tertawa walau ia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan.
Tak berapa lama Alika pun kembali datang ke meja makan membawakan dua burger dan satu piring kentang goreng.
Bilmar, Binar dan Maura bergegas menyantap makanan mereka yang sudah disajikan.
"Makasi ya Kak Bilmar dan Kakak, sudah mau membantu aku untuk menemukan Gadis---"
"Sama-sama sayang. Aku yakin Gadis pasti ditemukan!" Balas Alika dengan segala kelembutannya.
"Gadis itu siapa Mama?" Cicit Maura.
Semua terdiam, mereka lupa ada Maura yang akan selalu bertanya siapakah Gadis. Bagaimana reaksinya jika bertemu Gadis nanti, ia harus menerima bahwa bukan hanyalah dirinya cucu perempuan satu-satunya di Artanegara.
Alika masih menatap wajah putrinya yang mempunyai sikap pencemburu seperti Papa nya. Helaan nafas ia keluarkan seraya mengiringi jalan fikirannya untuk menerawang bagaimana setelah ini.
"Semoga Maura bisa bersahabat dengan Gadis nantinya, aamiin---"
****
.
.
.
Untuk kalian yang belum bergabung ke grup chat ku bisa gabung ya, biar tau apa aja info update dari ku...atau sekitar info lainnya.
Bagi yang mau tau kisah Maura dan Gifali yang sudah dewasa, sudah bisa baca di karya ku yang ke tiga ya, boleh cek profil ku❤️
Makasi banyak untuk kalian yang sudah Like, Vote aku dan kasih semangat. Karena Kalian juga cerita ini terus mengalir.
Oh iyaa selagi kalian nunggu aku Update, bisa loh baca karya ku yang lain:
1.Bersahabat Dengan Cinta Terlarang
2.Gifali Untuk Maura
3.Dua Kali Menikah
Bisa klik di profil aku ya, terus pilih karya
Berikan aku bukti semangat dari kalian dengan cara :
VOTE
LIKE
RATE
dan
KOMEN YA🖤🖤
sekali lagi👇
Thankyou readers kesayangan🥰
With love, gaga😘