Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Insiden


Hari-Hari berlalu..


Tiara semakin bahagia akan kesehariannya yang begitu menyenangkan dan di kelilingi orang-orang yang menyayanginya..


Bahkan Tiara hampir lupa akan teror yang pernah mengintainya...


Barry menjemput Tiara karena hari ini jadwalnya agak sedikit longgar, ia tidak akan meeting dengan siapa pun hanya setumpuk berkas yang harus ia pelajari dan tandatangani..


Barry turun dari mobilnya karena Tiara belum siap untuk berangkat, yaaa Tiara kesiangan hari ini..


Barry di persilakan masuk oleh asisyen rumah tangga Tiara yang tengah menyiram tanaman..


Saat Barry masuk ia mendapati kekasihnya tengah sarapan sambil wara wiri mencari sepatu, mengambil tas dan mengikat rambutnya...


"Maaf Barry aku kesiangan tadi" Kata Tiara sambil membawa tas dan mengunyah makanan


Barry tak menjawab ia hanya menggelengkan kepala...


"Nakk sudah sampai, ayo sarapan" kata Ibu Sulis membawa rantang makanan dari arah dapur, Barry segera menghampirinya dan mencium tangganya


"Barry udah makan Buu.." kata Barry


"Tiara ayo kenapa buru-buru nanti keselek" kata Ibu Sulis


"Aku kesiangan buu, ada rapat nanti jam 8.30" kata Tiara dengan jujur tanpa melirik Barry


Ibu sulis hanya menggelengkan kepalanya...


"Sudah ya buu" Kata Tiara tidak menghabiskan makanan paginya


"belum habis, tenanglah" Kata Barry melihat isi piring Tiara


"Aku ada rapat, berkasnya belum aku Print, ayolah" kata Tiara pada Barry sambil menghampiri Ibu Sulis lalu mencium tangann ibu sulis


"eh Tunggu ini makan siang untuk kalian" Kata Ibu Sulis menahan langkah Tiara


"iya maksih ya buu" kata Toara meraih rantang tiga susun itu llu berjalan keluar


"Buu Barry pamit, Assalamnualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab ibu sulis sambil memandangi keduanya sampai hilang dari pandangannya...


********


Tiara berlari dari mobil Barry hingga melupakan Box makan siang pemberian Ibunya.. Begitu juga dengan Barry, ia juga ikut tergesah-gesah mengimbangi labgkh Tiara..


kau ini pacarku, kekasihku, calon istriku, calon ibu dari anak-anakku.. kenapa kamu malah takut terlambat saat rapat yang akan aku pimpin.. ahh sungguh Totalitas yang membuatku jadi gilaaa...


Batin Barry..


Tiara mengikuti Barry memasuki Lift khusus, bagi sebagian karyawan hal tersebut sudah menjadi hal yang biasa dan wajar, namun bagi karyawan bermulut jahil itu adalah hal yang luar biasa, Luar biasa untuk di jadikan bahan perbincangan..


"Sabarlah sayang aku akan menunda rapat Tiga Puluh Menit kedepan.. "Kata Barry di dalam lift


Tiara menatap Barry sinis..


"kenapa baru sekarang bilangnya, kenapa ga saat kita masih dirumah?" ah menyebalkan!!" kata Tiara berdecak kesal


Barry sedikit terkekeh..


gede gengsi! kenapa ga kamu aja yang memintaku menunda rapat pagi ini..


sungguh menggemaskan! - Batin Barry


Lift terbuka Tiara menuju ruangannya, menyalahkan Pc nya dan memepersiapkan berkas-berkas yang telah menjadi tangung jawabnya...


Saat Waktunya Tiba.. Rapat pun di mulai, Tiara dan Barry memang seorang kekasih, namun disaat waktu formal di kantor mereka bersikap wajar sebagai atasan dan bawahan...


Rapat berjalan Satu Jam Tiga Puluh Menit..


usai rapat Tiara mengingat makeup pouch dan lunch box nya tertinggal di mobil Barry..


Tiara langsung memperlambat gerakannya, membiarkan Anwar kembali ke ruangan, sementara Syifa tidak ikut rapat karena harus standby di ruangan... Tiara menhan Barry untuk meminjam kunci mobil miliknya..


"biar sarah yang ambil, kamu kembali lah ke ruangan" Kata Barry yang masih berada di ruang rapat bersama Fardhan


"gak papa, ada makeup aku juga takut tercecer nanti kalo ga di cek" Kata Tiara sedikit memaksa


Barry menghela nafasnya..


Tiara berjalan menuju Lift lalu menuju parkiran khusus petinggi perusahaan..


Tiara mengambil beberapa barangnya, juga membawa lunc box untuk makan siangnya beesama Barry..


Tiara berjalan santai sambil menebar senyiman, siapa yang melihat senyumnya merasa ketenangan dan ketulusan dari diri Tiara.. hanya ada beberapa karyawan yang lululalang di dalam kantor meningat ini adalah jam sibuk kantor, hanya terlihat beberapa OB wara wiri kesana kemari, termaksud salah satu OB yang membawa perlengkapan kebersihan yang berlarian kecil ke arah pintu emergency..


Langkah kaki Tiara sungguh pasti, Tiara menekan tombol lift hingga beberapa detik kemudian pintunya terbuka, Tiara masuk dan menekan tombol nomer lantai yang ia tuju, hanya ada Tiara dalam lift umum tersebut.. Tiara tidak pernah berani menaiki lift khusus ketika tidak bersama Barry..


Tiara merasa ada yang aneh, kenapa laju lift sangat cepat membuat tubuhnya terhuyung sedetik ia segera menyeimbangkan diri..


namun Tiba-tiba lift yang hampir sampai di lantai 11 seolah kembali ke bawah dengan kecepatan sangat cepat dan bergoyang selayaknya ada gempa bumi menimpah..


yaa Allah kenapa ini...


Tiara panic, langkah kakinya maju ia berusaha menekan tombol bantuan berkali-kali, nafasnya mulai takberaturan menahan kepanikan... kepalanya pusing karenga gontaian lift begitu kuat...


dug! Lift terhenti...


Tiara terus mengedor pintu lift yang entah berada dimana saat ini karena layar LED lift mati...


petugas ME mengetahui kejadian tersebut, mereka berlarian menggunakan tangga darurat ke lantai 5 sebagian menuju pusat kontrol di basement..


Kericuhan Kantor mulai terdengar saat seorang resepsionis mengetahui kekasih CEO baru saja masuk kedalam lift..


"mbaa bagaimana keadaan di dalam?" Tanya seorang petugas ME


"Tolong, aku takut" ucap Tiara lewat speaker yang masih terhubung dengan pusat kontrol


Barry tengah menunggu kekasihnya mengembalikan kunci mobil dan memastikan bahwa kekasihnya baik-baik saja, namun apa daya, sarah masuk dengan wajah pucat, nafasnya ikut tak beraturan, tangannya gemetar bercampur dingin..


Sarah harus siap mental ketika amarah bosnya meningkat drastis saat mengetahui marahbahaya menimpah kekasihnya..


"Ada apa?" Tanya Barry dengan tatapan dingin


"Anu Pak...emmm" Sarah masih ragu untuk mengatakan informasi dari pihak resepsionis..


aduh gimana ini.. batin Sarah sambil meremas jemarinya..


"Sarah coba cek Tiara diruangannya, suruh dia kemari" kata Barry dingin sambil


Deng!!!


matilah aku, matilah akuuuu... Batin Sarah


Namun Tiba-tibaa..


Brakkk..


Fardhan berlari hingga tanggannya menhan dirinya di pintu ruangan Barry...


"ikut gue" kata Fardhab sudah tak terkontrol


"ada apa?" melihat fardhan panik membuat Barry juga panik


"Tiara kejebak di lift" ucap Fardhan lantang


"apah????!!!!!!!" Barry berdiri sambil mengendorkan dasinya, ia berlari keluar ruangannya, jantungnya berdebar.. Barry berlari menuju lift terlihat satu layar led bertukiskan Eror dan disitu ia yakin bahwa toara terjebak..


Fardahn dan Sarah berlarian menyusul..


"kita ke lantai 5 " kata Fardhan memencet tombol lift khusus dan lift yang selalu standby itu terbuka


Barry begiu panik, jntungnya bedebar kencang pikirannya kmbali mlihat sosok Tiara yang terbarng lemah penuh dengan alat..


"Arrrggghhh" Barry benar-benar Frustasi memikirkan hal buruk yang pernah Tiara alami...


*******


Nah loh, ada unsur ke sengajaan ga yaa kira-kira ... hihiii 😂😁


like, vote dan komennya nya dulu donk biar kita tambah Up nya hehehe


BESOK CRZY UP GA NII??? AH KALIAN JUGA GA BOOM LIKE KOMEN VOTE SIII... YUK KITA SALING BOM, JANJI 5 EPS DEH HIHII


(KALO AKU DI BOM)😂😂😂