Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Syifa Fardhan


Dalam perjalanan menuju Rumah syifa..


"Sayang boleh aku jujur?" Tanya Syifa


"katakanlah, kalo di pendam nanti jadi bisul" ledek Fardhan yang selalu saja membuat syifa terkekeh


"Hemm atas apa yang sedang terjadi pada Tiara dan Barry, apa pantas jika kita mengadakan lamaran dan menikah dalam waktu dekat?" Ucap Syifa sangat hati-hati agar tidak mengundang ketersingungan


Fardhan berfikir sejenak, mengingat kondisi Tiara saat ini memang sepertinya terlalu memikirkan ego dirinya juga Syifa


"Ah sayang, tapi aku udah ga tahan" Kata Fardhan nyeleneh


"Hah? Gatahan apaan yank?" Kata Syifa sambil mengerutkan dahinya


"Gatahan mau hemm mau halal pokoknya" Kata Fardhan bersikap seperti cacing terkena garam


"what? kamu bikin ilfeel" kata syifa memojokkan dirinya ke arah jendela


hahahah


" Kok kamu ketawa" kata syifa kesal


"Kamu lucu sayang haha, ekspresi kamu kaya ngeliat kucing kawin"bkata Fardhan semakin tertawa terbahak-bahak


"FARDHAAAAANNNNN" ucap Syifa dengan suara mengelegarmya


"Astagfirullah" Fardhan memeegangi kupingnya yang pengang


"Haha makanya jadi orang jangan kelewat konyol, aku serius kamu bercanda... jangan- jangan soal menikah juga main-main"


Syifa cemberut memalingkan wajahnyabke jendela, tangannya di lipat di dada


"Ehhh engga lah, mana ada kaya gitu..." elak Fardhan...


Ekspresi Syifa masih sama, ia masih kesal karena tak jarang Fardhan membuatnya jengkel


"Sayang udah jangan ngambek, aku mau ngomong nii, serius" kata Fardhan menahan tawanya


"Ngomong aja!! kan yang denger kuping" kata Syifa


"hehe yaudah kita Nikah minggu depan yaaa" ucap Fardhan santai


"hah????????" kata Syifa syok lalu menatap Fardhan dengan wajah menuntut nya


"haha makanya jangan ngambek mulu si, jadi kena prak deh" ucap Fardhan tanpa rasa berdosanya


"Astagfirullahh" ucap Syifa kesal sambil memukul lengan Fardhan


Cup!


kecupan mendarat di kening Syifa...


"Kita menikah tahun depan yaa? tapi aku mau lamar kamu bulan depan" kata Fardhan serius, kini Syifa berada dalam dekapan fardhan yang tengah menyetir.. posisi yang kurang nyaman bagi Syifa tapi sungguh peluka hangat itu yang di rindukan Syifa karena akgir-akhir ini Fardhan begitu sibuk


"Tahun depan? dua bulan lagi itu udah tahun depan loh" kata Syifa


Fardhan tersenyum kemudian mengecup pucuk kepapa kekasihnya..


"Kita lamaran dulu yaa, supaya hubungan kita semakin terlihat serius, seiring berjalannya waktu kita bisa bicarakan sambil menunggu Kabar baik dari Tiara dan Barry" Ucap Fardhan


"Apa setelah menikah aku masih bisa bekerja?" Tanya Syifa penuh harap


"Kamu ga faham yaa dengan ucapan mama, mama minta kita mengurus perusahan peninggalan papaku"


"lalu?"


"hemm akan aku pikirkan, entah kamu menjadi aspri ku di kamar dan di kantor atau hanya di kamar aja" kata Fardhan membuat Syifa menjauh dari tubuh kekasihnya


"Sungguh pikiran mu sangat mesum!" ucap Syifa sambil menggelengkan kepalanya


Fardhan tertawa melihat kekasihny Merasa risih bercampur kesal, Fardhan memang sangat senang membuat Syifa kesal pasalnya pipi chubynya sangat mengemaskan membuat Fardhan seperti melihat gadis kecil berusia lima tahun yang sedang merajuk..


Dirumah Syifa..


Fardhan tidak mampir terlebih dahulu, mengingat hari sudah malam, ia juga tak ingin membuat orang sekitar berfikiran negatif terhadap keluarga Syifa..


"Bicarakan lah sama ayah Ibu, Jika mau aku temani berbicara besok aku datang" ucap Fardhan yang berada di kursi kemudi sementara Syifa berada di luar mobil


"biar aku dulu yang bicara yah, kamu hati-hati di jalan.. kabari aku kalo sudah sampai" Ucap Syifa


"Iya sayang, yaudah masuk sana" Ucap Fardhan yang akan pergi ketika Syifa sudah berada di dalam rumah


Syifa pun melangkah kedalam rumahnya, sebelum menutup pintunya ia lambaikan tangannya sambil tersenyum manis pada kekasihnya...


haaahhh Hari yang menyenangkan, Terimakasih Tiara, karena kamu aku dekat dengan sosok Fardhan dan mama...


Terimakasih yaa Allah, rezeki itu memang tak harus selalu soal materi...


******


hari ini udah empat yah... uhuy