
Allhamdulillah, Hasil tes Rapid hari Minggu pagi Kita sekeluarga Negatif/ tidak reaktif ...
Allhamdulillah, Senin pagi kita SWAB (atas kemauan sendiri) Dan dapet hasil malam jam 8n via email kalo kita Negatif...
itu aku perjuangan yaa mau melakukan SWAB huhu.. ga bisa aku ceritain disini hehe
Tapi aku tetap harus karantina diri sampei 14 hari, setelah itu aku harus cek Rapid atau SWAB lagi... DOAKAN YAAAA ❤️😘🙏
kita lanjut yaa, kalo kalian agak lupa bisa baca yang sebelumnya dulu yaa temen-temen
😘😍
***
Barry pulang seorang diri.. keadaan rumah yang sudah sepi dan sebagian lampu utama telah padam...
Barry masuk ke kamarnya, mendapati isterinya tertidur di sofa sambil menghadap ke arah box bayi..
Barry menggelengkan kepalanya, namun ia tidak bisa menyentuh isteri serta anakanya mengingat dirinya belum membersihkan diri sepulangnya dari Rumah sakit...
Dengan cepat Barry membersihkan diri, lalu ia keluar kamar...
Barry menyelipkan Tangannya di bawah paha dan leher bawah sang isteri, ia kemudian memindahkan isterinya ke atas kasur mereka..
Cup!!!
Barry mengecup kening Tiara..
mengusap lembut pucuk kepala isterinya..
kemudian Barry beranjak menuju box bayi, ia geser box itu agar mendekat dengan sisi ia tidur..
"kenapa wajah kamu mirip mamih sayang, kenapa ga mirip papi"kata Barry pelan seolah protes melihat anaknya yang cantik seperti Tiara..
Barry kemudian merebahkan tubuhnya usai mematikan lampu utama di kamar itu...
karena gerakan Barry membuat Tiara keget dan terbangun...
"Astagfirullah, maasssss"kata Tiara seolah tidak percaya
"hehe maaf syaang, ngagetin ya?"kata Barry sok polos
"Yaa kaget lah mas, kamu bilang Tante Mala meninggal.. terus kenapa disini?" Tanya Tiara heran
"Aku ga ke Bandung sayang, besok aku ada meeting, aku juga gak bisa lah ninggalin kamu lama-lama" kata Barry jujur
"Terus yang pergi ke Bandung siapa?" Tanya Tiara
"Fardhan, mama, sama Kevin" kata Barry
"Kevin???"
"Iya Kevin, biar Fardhan ada temennya sayang" kata Barry
menurut kamu biar Fardhan ada temennya? menurut aku si biar Kevin ada temen hidupnya mas - Batin Tiara terkekeh
"Kok senyum-senyum sayang?"tegur barry
"Ha? engga kok.. hmm Mas Al taro samping aku aja, nanti kamu keganggu tidurnya" kata Tiara protes
"Mami bawel yaa Al.. udahlah sayang tidur aja aku ngantuk lohh, belum lagi besok aku meeting sendirian" kata Barry protes
"Mas kamu itu, sodara meninggal masa mau tidur?" Protes Tiara
"Ya terus aku harus bagaimana sayang? kan aku sudah bagi tugas, aku kerja besok Fardhan kesana bantu pemakaman.." kata Barry protes
"sayang, mumpung Al tidur, kamu tidur... inget kata dokter jangan stres jangan banyak pikiran jangan capek-capek"kata Barry mulai mengeluarkan senjata ampuhnya
dengan cepat Barry pun memeluk isterinya
Ama suami aja susah di bilangin, sama dokter kok takut banget yaa-Batin Barry
****
Di dalam kamar Syifa...
"kenapa Kaka ipar?" Tanya Risa yang sejak tadi memperhatikan Syifa yang gelisah
"gapapa"kata Syifa bohong
"mau boongin aku? lupa ya kalo aku dukun" kata Risa cekikikan
"hehe sebenrnya semenjak hamil pas mau tidur Fardhan selalu usap-usap telapak tangan aku Ris, sekarang jadi kaya ada yang kurang" kata Syifa jujur
"yaudah sini aku usapin" kata Risa
"beneran mau?" kata Syifa merasa tak enak hati namun ia merasa gelisah dan ingin telapaknya di usap..
Risa menarik dan mengusap telapak tangan Syifa..
"Apa kak Fardhan tiap malem melakukan ini syif?" kata Risa
"Iyaa...kaya bikin relax gitu Ris..." kata Syifa seolah terlena mendapatkan apa yang dia mau
"Biasanya juga dia sambil ngaji kadang aku sampe ketiduran" kata Syifa
"ah so sweet banget kakak aku itu... semoga aku dapet yang setype dengan kedua kaki yaa" kata Risa membayangkan kekasihnya Reza
"Ah Reza pasti lebih sweet dari kedua kakak kamu Ris" kata Syifa
"Kok tau? apa sok tau?" kata Risa terkekeh
"Aku itu kenal Reza dari aku SMP , aku tau sedikit sih tentang dia, yang aku tau dia kalo udah sayang tuh pake hati bangett, belum lagi sikap dia ke perempuan yang sweet banget, nanti kamu juga ngerasain kok" ledek Syifa
"Aamiin.. hmm sekarang reza udah tinggal disini loh syif?" kata Risa senang
"Loh kamu baru tau?" kata Syifa heran
"iyaaa , emang kamu ???" kata Risa bingung
"yaa aku tau dari ibu waktu Tiara lahiran, eh pas Tiara pulang kesini sih, ibu bilang kalo Reza ada di Jakarta lagi urus perusahaan baru sama papa nya jadi belum bisa jenguk Tiara, gitu kata ibu"
"Oh gitu... tapi tadi aku ketemu dia syif, dia juga cerita hal yang sama tadi" kata Risa jujur
"hemm pantes aja aura nya beda dari tadi" ledek Syifa
"bentar lagi punya om baru kamu sayang" kata Syifa sambil mengusap perutnya seolah ia sedang berbicara dengan baby-nya
"semoga aja bisa cepet-cepet resmi" kata Risa penuh harap
"Aamiin ... bantu aku yakinin ka Fardhan ya syif ... aku takut dia masih sedikit ada rasa ga suka sama Reza"
kata Risa khawatir
"tenang, itu urusan aku... percayakan aja sama kakak ipar mu ini" kata Syifa yang sudah mengantuk
"Baiklah... tidurlah kakak ipar, aku gamau di gantung kak Fardhan karena bikin isterinya begadang" kata Risa terkekeh
"haha baiklah... Good night onty" kata Syifa sambil memegangi perutnya
"Good night, baby... Good Night Kaka ipar" kata Risa menjawab..
Huuhhh... semoga kak Fardhan benar-benar ikhlas menerima hubungan aku dan Reza, bisa gila aku ngadepin Kaka posesif macam dia... tapi dasar hatinya sangat lembut, pikirannya sangat luas, jiwa toleransinya juga kental... Ahhh semoga saja kehadiran Syifa dan bayi mereka bisa membuat kak Fardhan melunturkan sedikit sikap Posesif nya ke aku.... Aamiinn