Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kepanikan Barry


Hari Berganti..


Tiara telah siap berangkat ke kantornya, hanya saja ia masih menunggu Syifa dan Fardhan yang hendak menjemputnya..


"Sayang nanti Ibu antar nenek ke Solo ya, besok pagi ibu pulang" Kata Ibu Sulis


"iya buk, tadi nenek udah bilang" Kata Tiara tersenyum..


"Aku hari ini juga akan lembur bu sepertinya, nanti aku minta Syifa menemaniku, atau aku akan menginap dirumahnya bu" kata Tiara


"Iya itu lebih baik, ibu lebih tenang jadinya kalo kamu sama Syifa" Kata Ibu Sulis


"Makanya nduk, menikahlah.. Biar Ibu mu di solo dulu menemani Nenek" ucap Nenek yang datang membawa singkong rebus bertabur kelapa parut


"Doain aja ya nek..." Kata Tiara santai


"mah, bukannya mama baru saja sarapan sekarang udah mu ngemil karbo lagi?" kata Ibu Sulis heran


" Biarlahh, aku biasa loh begini di kampung.. sambil nonton acara Tv" Kata Nenek sambil duduk di atas sofa


Tiara dan Ibu Sulis saling pandang dan saling melempar senyuman satu sama lain...


Tak lama Syifa dan Fardhan datang menjemput.. lagi-lagi mereka tidak turun karena Tiara segera berlari keluar gerbang...


setelah Tiara masuk, mobil pun berjalan...


"Syif, nanti aku nginep dirumah mu ya" Kata Tiara membuka pembahasan


"Dengan senang hati, ibu ada seminar ya?"


"ah nggak ibu anter Nenek pulang, dari pada aku dirumah mending aku dirumah kamu" kata Tiara terkekeh


"aku ikut yaa genkssss" celetuk Fardhan dengan nada centilnya


"wah ketularan sekertarisnya nii Tii" kata Syifa terkekeh


"Amit amit" kata Fardhan dengan cepat sambil mengusap perutnya


Tiara dan Syifa tertawa


"Barry kapan pulang dhan?" tanya Tiara


"Besok Tii, Sabar yaa sabarrr" kata Fardhan meledek


"Sabar kok , lo aja lebay mikirnya" kata Tiara terkekeh


"mmm dhan, gimana soal pelaku teror mobil gue kemarin, udah ada hasil?" kata Tiara mengingat kejadian kemarin..


Fardhan dan Syifa saling pandang


"Gue udah cek semua salinan CCtV, pelakunya naik motor Ti, gue cek motor nya ternyata itu motor ojek online yang di sewa, jadi sampe sekarang gue belum nemi titik kerangnya.. Tapi gue terus berusaha kok" kata Fardhan seolah berjanji


"oh okee, makasih yaa" kata Tiara merasa tak enak sebenarnya jika harus merepotkan Fardhan..


*****


Waktu terus berjalan..


Tidak terasa waktu menujukan pukul 17.30..


Tiara dan Syifa bergegas menyiapkan diri untuk pulanhmg sementara Anwar juga tengah bersiap untuk pulang..


"gue ke toilet dulu yaa syif" kata Tiara sambil menarik beberapa helai tisu


"yaudah gue duluan yaa weyy" kata Anwar pada Syifa dan Tiara


"iya hati-hati" Kata Tiara kemudian berlari keluar ruangan menuju toilet


"Hati-hati Bang... " Kata Syifa yang tengah sibuk menyemprotkan minyak wangi ke bajunya


Tiara berjalan dengan langkah cepat menuju toilet perempuan, Kantor nampak sepi karena jam pulang kantor sudah berlalu 1.30 menit yang lalu...


Tiara masuk ke saalah satu kabin toilet..


namun Tiba-tiba lampu toilet tersebut padam membuat Tiara sedikit panik...


kenapa OB mematikan lampunya .


Batin Tiara berusaha berfikir positif..


Tiara meraba slot kunci kabin toilet, ia menarik perlahan, Ia lanhkahkan kakinya perlahan seolah kakinya ikut meraba langkahnya ke arah pintu utama toilet tersebut....


"Kenapa ke kunci" Kata Tiara semakin panik


Tiara mengetuk pintu meminta pertolongan orang di luar...


"Toolonggggg, bukaaaaa, tolonggg"


teriak Tiara berkali-kali..


seketika Ac toilet serasa memanas, Tiara mulai berkeringat, nafasnya seakan terbatas karena sirkulasi udara juga sangat terbatas...


"Ada apa ini, kenapa seperti di sengaja"


"Tolonggg... Tolongggg" Tiara terus berteriak sambil menggedor pintu kamar mandi yang terkunci...


Sementara Itu...


"Kenapa Tiara lama sekali" Tanya Syifa pada Fardhan..


"coba kamu cek sayang, di lantai ini hanya ada kita" kata Fardhan melirik sekitar yang nampak sepi


Syifa mengangguk, lalu berjalan menuju toilet..


lalu ia kembali ke fardhan karena lorong menuju Toiet terhalang oleh papan bertuliskan "Maaf toilet sedang di renovasi"


Syifa menceritakan hal itu pada Fardhan..


Fardhan mencium aroma yang tidak beres, segera ia menghubungi kepala Security...


Tiara sudsh semakin lemas, ia seperti menghirup aroma yang membuatnya pusing dan lunglai...Tiara sudah terkapar di lantai, kesadarannya pun semakin menurun..


Kepala security memastikan tidak ada izin perbaikan toilet dilantai manapun.. bahkan Tidak ada aturan mengunci Toilet dimana pun...


Syifa dan Fardhan saling menatap, mereka berlarian ke arah Toilet di ikuti oleh ketiga security..


Syifa dan yang lainnya kaget mendapati Toilet yang terkunci...


"Ti... gue ifa.. Tii lo denger gue gaaa" kata Syifa berbicara di bibir Pintu


"Faaa tolong gue faaa....." Kata Tiara Lirih suaranya sangat pelan


"Tiara di dalam, ayo dobrakkkkk" kata Syifa penuh kepanikan


"Tiii menjauh dari sisi pintu tiii, kita kan dobrak pintu nya, Tiii denger aku kan Tiii" Kata Syifa yang sudah menitihkan air mata


"iya" jawab Tiara lemas


dengan Susah payah Tiara menggeser posisi tubuhnya..


"ayo dobrak" Kata Syifa


Dengan cepat satu dari ketiga satpam itu mendobrak namun tak ada hasil..


lalu salah satu satmpam membantu...


kini dua Satpam mencoba mendobrak pintu...


BRAAAAKKKKKKK!!


Pintu terbuka... Tiara sangat lemas, aroma menyengat mulai terendus oleh semua orang..


"Yaa Tuhan Tiara" syifa menerobos masuk mendapati Tiara terkapar lemas..


Syifa menangis melihat Tiara hampir pingsan itu..


"Sayang bawa tiara ke rumah sakit, ayo bawa dia" kata Syifa meminta Fardhan


"Tapi nanti Bar......"


"Anggkata Fardhan!!!!!!"


bentak Syifa dengan Sangat Tegas


duh Barr, semoga part ini lo gatau yaa.. gue cuma takut kena hantaman lo, bisa bonyok wajah mulus gue- Batin Fardhan sambil menggendong Tiara berlari keluar toilet tersebut..


"Selidiki semua, pastikan semua terkuak! Atau posisi kalian yang akan menjadi taruhannya" kata Fardhan kepada tiga satpam itu


"Cek pipa Ac Toilet pasti ada yang ga beres, Baunya sungguh membuat sesak" Sambung Fardhan, kemudian Lift terbuka ia bergegas membawa Tiara ke Rumah Sakit..


Pukul 18.35 Barry baru saja tiba di Bandara Soekarnohatta berkali-kali ia menghubungi Tiara namun tak ada jawaban, lalu ia memutuskan menghubungi Fardhan namun nihil pula.. tak ada Jawaban...


Syifaa.. yaa kali ini Syifa yang harus Barry hubungi demi mendapat jawaban keberadaan Tiara... Karena Ibu telah memberi tahu jika ia akan pergi ke Solo mengantar nenek pulang...


-dalam sambungan telfon-


"hallo Barry" Terdengar suara Syifa dengan suara bergetar lalu di iringi isak tangis


"heh kenapa lo?" Tanya Barry penasaran, namun sedikit nampak perasaan tak enak...


Syifa seperti sulit menjelaskan, ia hanya menampakkan tanggisnya..


"woy, gue udah di Soeta, Tiara diamana si gue telfon gak ada jawaban, terakhir Fardhan bilang kalian lembur... apa masih di kantor?" Tanya Barry berusaha meninggalkan pertanyaannya mengenai isak tangis Syifaa...


"Barr ke rumah Sakit keluarga sekarang! Tiara pingsan di kantor, gue di perjalanan" Ucap Syifa dengan Lantang melawan isak dan rasa takutnya


"Apah??!!" Kata Barry kemudian ia mematikan Telfonnya..


Barry Berlarian menuju pintu keluar, di cari nya mobil yang menjemputnya..


Pak dadang, dimana sii..


astagaaa Tiara kamu kenapa...


Batin Barry tak tenang..


"Pak Bos,, ada apa si, ini kenapa kopernya di tinggal" Kata Prasetya dengan nafas terengah-engah..


"saya panik, tiara masuk rumah sakit" Kata Barry sambil meletakan ponselnya di telinga guna menelfon dadang, supir kantornya


"Astaga, apa yang terjadi sama Ibu periku.. saya ikut ya pak" Kata Prasetya dengan nada gemulainya


Barry hanya diam tak menjawab, juga tak melarang....


Tak lama Dadang datang dan membawa mobil itu menuju Rumah sakit....


*******