
"Mau ngomong apa si sayang? aku jadi dekdekan " kata Fardhan
"hemm janji jangan ngetawain, ngeledek, apalagi ilfeel" kata Syifa hati-hati
"Ih apaan sih, udah ngomong aja" kata Fardhan yang sudah di runding rasa penasarannya
"Dulu aku pernah berucap, saat aku di lamar seseorang, maka aku sudah nazar mau berhijab" Ucap Syifa malu-malu
"Subhanallah... Aku setujua" ucap Fardhan kegirangan
"sure????" kata Syifa heran
"yes!!! aku suport kamu, aku bahagia dan bangga jika pasangan aku mampu menutup ke indahan Tubuhnya cuma buat aku seorang" kata Barry
"Allhamdulillaaahhh" kata Syifa senang lalu ia memeluk Fardhan dengan erat
"Makasih kamu mau menutupnya untuk aku" kata Fardhan
"setidaknya dengan menutup aku akan lebih tenang jika kita berjauhan" ucap Fardhan
Syifa melepas pelukan itu..
"Tapi aku belum siap untuk pakai gamis evrytime, pake hijab panjang, dan lain hal"
Fardhan tersenyum dan memegang tangan Syifa
"pelan-pelan, kamu belajar lebih baik, maka aku juga belajar lebih baik" kata Fardhan
"dannn kamu ga boleh cemburuan ga jelas lagi yahhh" kata Syifa mencubit pipi Fardhan
"kalo kamu ga berlebihan aku Hakan cemburu"
"huh, mana ada aku berlebihan!!"
"Aku mau makan ah, laper" kata Syifa berusaha mengalihkan pembicaraan, karena jika tidak mengalah maka permasalahan itu baginya tidak akan selesai...
Fardhan terkekeh melihat ekspresi kekasihnya yang sudah terlihat sangat lapar itu...
******
Syifa dan Fardhan pulang bersama dan Syifa hendak mampir kerumah Fardhan..
"Sayang masuk duluan aja, Ni si Joni Parkir mobil ga bener" Kata Fardhan kesal karena Joni memarkirkan mobil Barry terlalu tengah sehingga mobil Fardhan tidak dapat masuk..
"oh yaudah" kata Syifa menuju ke dalam Rumah..
"Assalammualaikum" ucap Syifa namun tidak mendapat jawaban, Syifa pun masuk melangkahkan kakinya sedikit perlahan...
Kini pandanganya fokus kepada sosok wanita yang melihatnya sinis...
"Cari siapa mba?" kata Tari kepada Syifa
"Cari siapa? hemm cari Mama" kata Syifa
"mama? anak ilang yah cari Mama disini" kata Tari asal
"Hah????!!" Syifa merasa dongkol Tak lama Fardhan masuk
yaa Ampun Den Fardhan pulang.. Batin Tari sambil merapihkan rambut dan bajunya
"Sayang kok disini?" Tanya Fardhan sambil menyelipkan tangannya di pinggang Syifa..
"gapapa, ini siapa Yank?" tanya Syifa
"oh ini pekerja baru, siapa ya nama kamu Tadi?" Tanya Fardhan yang memang memiliki sikap ramah
"Saya Tari den" kata Tari dengan wajah sok manisnya
"oh iya iya... nah Tari ini Syifa calon isteri saya" Kata Fardhan memperkenalkan Syifaa
Tari hanya sedikit tertunduk..
"mama mana ya?" Tanya Fardhan
"Nyonya di belakang sama Den Barry" kata Tari lalu di angguki oleh Fardhan
"Ayo sayang ke belakang" Ajak Fardhan pada Syifa yang terlihat sedikit kesal atas sikap kurang sopan Tari..
Siap.. kenapa juga Den Fardhan bawa pacarnya kesini, gak cantik, gak menarik..
****
Sebelum makan malam di mulai, Tiara dan Syifa mengobrol di teras depan rumah, sambil menunggu para lelaki menyelesaikan bebersih dan sholatnya..
"OOO jadi dia emang reseh? pantes Ti, gue dateng dia jutek banget, ngeliatin gue dari atas Ampe bawah, pake di bilang anak ilang gue" Kata Syifa kesal
"hahahaha nah kan Lo juga kena!! tapi Ama laki gue manis banget loh dia"
"cih apalagi sama Fardhan tadi, pake sok kalem benerin poni kriwil nya"kata Syifa kesal
"nah terus tadi dia bilang kalo mama di belakang sama Barry, padahal jelas ada Lo juga, kenapa nama Lo ga di sebut sakit kan dia???? " kata Syifa makin emosi ..
Syifa memang Typekal wanita yang tidak suka ketenangannya di ganggu maka ia akan seperti macan kelaparan, berbeda ketika ia tengah menghadapi masalah dalam hubungannya dengan Fardhan, ia lebih baik mengalah agar masalah tak berkepanjangan, dan hubungannya baik-baik saja...
"Makanya Nih gue harus bikin dia berubah" Kata Tiara
"berubah? lu pikir dia Power rangger hah?"
"maksud gue berubah jadi lebih baik" kata Tiara
"Astagfirullah, ngapainnnn??? lu tuh yaa! buang-buang waktu aja!"
belum sempat Tiara menjawab pertanyaan Syifaa suara Barry terdengar memanggilnya, dengan segera Syifa dan Tiara masuk kedalam untuk makan malam...
"kita lanjut lagi nanti" bisik Syifa merasa belum puas..
*****
Usai makan malam bersama Syifa di ajak oleh ibu Erna masuk ke kamar Ibu Erna, di susul oleh Fardhan kemudian..
"Jadi kamu mau konsep yang seperti apa?" Tanya ibu Erna
"Syifa mau yang sederhana aja Mah, gak jauh beda seperti Tiara waktu itu... gak masalah kan mah?" ucap Syifa
"iyaa mama ga masalah sayang, yaudah mama titip salam yaa buat bunda dan Ayah.. mama berterimakasih atas kesempatan ini" Ucap Ibu Erna dengan hati senang
"iya mah, Syifa juga berterimakasih sama mama dan Fardhan sudah bisa menerima banyak kekurangan Ifaa" Kata Syifa tak kalah sopan dari sikap Tiara .
Seseorang yang baik pasti akan mendapatkan pasangan yang baik.. Terimakasih yaa Allah, Engkau pertemukan anak laki-laki ku dengan wanita-wanita yang mulia hatinya...
"Jadi kalian sudah pesan cincin?" Tanya ibu Erna pada keduanya
Syifa menggeleng
"besok pulang kerja kita ke mall mah" kata Fardhan
"sekalian cari baju kah?" Tanya Ibu Erna lagi
"belum tau si mah, soalnya Bunda mau ikut kalo cari baju, sedangkan besok Ifa masih kerja" kata Syifa jujur
"izin lah setengah hari, apa bos kamu sekejam itu ha??"tanya Ibu Erna kesal
Fardhan langusng terbelatak..
"bukan masalah izin nya mau, pekerjaan IFA lagi banyak banget, ada dua staf baru yang harus ifa bantu juga" Kata Syifa jujur
"Yaudah kita ketemu di mall ya, mama akan janjian sama Bunda kamu" ucap Ibu Erna
"Nanti mama ajak Tiara juga" kata Ibu Erna
"bener mah?" kata Syifa kegirangan
"iya bener sayang"
"makasih mahh" kata Syifa memeluk Ibu Erna, Fardhan hanya menonton adegan itu sambil rebahan di sisi kasur sementara IFA dan ibu Erna duduk di tepi kasur berhadapan ..
kalian berdua memang sudah menjadi bagian dari hidupku.. - Batin Fardhan
****
vote
like
komen