Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Amarah Barry


Hari Berganti...


Meja makan di kediaman Atmaja sudah di penuhi keluarga Atmaja untuk sarapan pagi..


"jangan terlalu diet ketat" kata Barry memperingati isterinya pelan


"Mana ada aku diet mas, ini kalorinya lebih rendah aja tapi porsi nya lebih dari cukup" kata Tiara sambil memakan roti gandum dengan isi tuna spcy


Barry menganggukkan kepalanya..


Merekapun melanjutkan makan bersama-sama...


usai sarapan Barry dan Fardhan berangkat menuju kantor secara bersamaan dalam satu mobil..


**


Tiba di Perusahaan..


Barry dan Fardhan melangkah beriringan menuju ruanagan mereka di lantai yang sama..


"Pras.. mana Sarah?"tanya Barry pada Pras sambil melihat jam di tangannya


"Saya ga tau pak, saya chat belum balas, bahkan pending" kata Pras..


"Coba telfon" pinta Fardhan


Paras pun mengangguk, dan segera menghubungi Sarah lewat ponselnya..


"ga bisa pak" kata Pras menggelengkan kepalanya


"Periksa beberapa berkas meeting saya!" kata Barry sedikit ketus pada Pras


Barry pun menuju ruangannya, merasa ada yang tidak beres Fardhan pun mengekor Barry...


"Telfon Roy, jangan bilang ini ada hubungannya sama dia" kata Barry kesal


"Bisa-bisanya jam segini belum Dateng tanpa keterangan pula" tambah Barry samb berdecak kesal


"Berkas meeting sama Mr. Louis giamana?" Tanya Fardhan


"Yaa masih sama dia lah, kemaren ada revisi beberapa" kata Barry kesal


"Roy gak bisa di hubungin juga" kata Fardhan setelah menghubungi Roy beberapa kali dengan ponselnya..


"Kevin, coba Kevin" kata Barry di angguki oleh Fardhan


Tok


tok.tok


Masuk Kata keduanya


"Pak maaf kayaknya dokumen revisian di bawa sama Sarah di Flashdisk nya, di PC hanya ada data meeting mentahan" kata Pras sedikit kesal


"Apah????" kata Barry terkejut


"Bagaimana bisa dia ga ngerjain di PC nya?" kata Fardhan bingung


"Yang saya tau sudah beberapa hari ini Sarah banyak bengong pak, bukan saya pamrih atau gimana, tapi beberapa hari ini saya banyak membantu dia soal pekerjaan.. dia kayaknya ada masalah pak" kata Pras jujur


"Masalah apa?"tanya Fardhan


"Saya gak tau pak, dia jadi banyak diem" kata Pras sambil tertunduk


"Yaudah keluar" Titah Fardhan...


Setelah Pras keluar...


"Kevin bales chat gue, dia ga keluar rumah pas balik dari Bandung, dia sakit.. jadi dia gatau soal Roy" kata Fardhan


"Pasti Roy udah berbuat Gilak sama Sarah"kata Barry kesal


"Sabar bar, coba gue telfon kantor nya.. Lo disini dulu biar gue cari nomer kantornya di ruangan gua" Kata Fardhan kemudian pergi keluar ruangan Barry


Roy seolah menghilang tanpa jejak, Fardhan sudah menghubungi beberapa orang yang bersangkutan dengan Roy dan Sarah telah Fardhan dan Barry hubungi, namun hasilnya nihil.. nomer telfon rumah Sarah pun tidak dapat di hubungi..


Mereka seolah menyerah mencari, dan memilih menyelesaikan pekerjaan yang harus selesai hari ini..


Fardhan, Barry dan Pras menyibukkan diri menyelesaikan berkas untuk meeting, dan terpaksa Barry mengatur ulang pertemuan pentingnya dengan beberapa klien..


hari sudah menunjukan pukul 3 sore, semenjak memeiliki anak, Barry selalu pulang satu jam lebih awal, namun sepertinya tidak berlaku untuk hari ini...


"Roy atau Sarah udah ada kabar Dhan?" Tanya Barry pada Fardhan


"Belum, chat gue masih pending...apa kita ke apartemen Roy? feeling gue ga enak" kata Fardhan


"kita liat aja dulu ini semua selesai jam berapa, yang penting file yang harus kita bawa ke klien besok udah Mateng" kata Barry sambil memijat kepalanya


Tok


tok


tok


"Yaa masuk" sahut Barry mendengar ketukan pintu


pintu pun terbuka, dan Ternyata itu adalah Pras...


"Pak Bos....ini ada kurir ojeg online tadi, dia antar ini" kata Pras membawa beberapa dokumen dalam satu map cokelat


Barry dan Fardhan saling tatap


"Dari mana asal pengiriman?"


tanya Fardhan


"Dari Sarah pak Bos, pas saya driver dia pick up dari tengah jalan katanya ga dari rumah" kata Pras menjelaskan


"hah? ada apa si ini?!" tanya Barry kesal


Fardhan kemudian membuka amplop cokelat itu, dan berisi beberapa berkas meeting hari ini dan besok, lalu ada secarik kertas surat permohonan undur diri...


"baca bar" titah Fardhan memberikan surat pengunduran diri...


"Apa-apaan si ini" kata Barry kesal setelah membaca surat tersebut


"kamu keluar dulu Pras"titah Fardhan melihat Barry yang sudah mulai menaikkan tingkat emosinya


Praspun keluar dengan langkah cepatnya...


"Kurang ajar Roy! gue udah bilang, jangan macem-macem sama Sarah! dia pikir gampang cari Sekertaris? dia pikir kalo ada apa-apa sama Sarah gue ga kena efeknya..Kurang ajar emang!!!!" Barry benar-benar kesal, bahkan ia sudah berfikir jauh atas apa yang terjadi dengan Sarah dan Roy


"Sabar barr, gak bisa kita selesaikan ini pake amarah, lagian belum tentu ini ada kaitannya sama Roy! mending kita ke apartemen Roy, se tidak nya berkas untuk besok udah di selesaikan sama Sarah, nanti gue suruh Pras buat cek ulang sebelum dia pulang "


kata Fardhan kemudian di anggukan oleh Barry...


Mereka pun bergegas menuju apartemen Roy, mengingat persahabatan mereka rasanya tidak pantas jika Barry harus meluapkan amarahnya berlebihan, Fardhan juga berfikir hal yang sama, mereka harus bertanya soal keterkaitan Sarah mengundurkan diri dengan Roy secara baik-baik....


*******


Like


komen


dan


Vote


Makasih All..


I LOVE YOU


🙏😘❤️😘❤️😘❤️😘