
Hay... aku sepertinya bisa up beberapa today!
kemarin aku up 4 tapi yang terakhr harus aku edit dan aku setting up jam 1.20 dini hari hehe...
Oh iya.. aku di eps kali ini akan menceritakan sesuatu hal flashback, namun aku gak akan buat part khusus, aku akan buat seseorang menceritakan kejadian flashback itu aja yaa,.... semoga kalian suka dan terhibur..
Happy Reading! 😀😀😀😀
Di sebuah perkampungan, cukup jauh dari kota... mobil mewah Barry masuk kedalam sebuah rumah yang memiliki halaman dengan rumput yang hijau terawat...
"Rumah siapa?" Tanya Tiara yang masih enggan untuk melepas seftybelt...
"Ayo Turun , Sayang" Kata Barry
Tiara melepas seftybelt yabg melekat di tubuhnya... Lalu Ia membuka pintu mobil Barry...
Barry mengenggam tangan kanan Tiara, mengajaknya perlahan menuju sebuh pintu utama berwarna cokelat kusam...
Tiga Kali Barry memberikan ketukan pintu menggunakan tangan kekarnya...
"Nak Barry...." Ucap Seorang Pria Paruh Baya, "silakan masuk" ajaknya..
"Terimakasih kek, kita ngobrol di teras aja" ucap Barry kemudian di anggukan
"silakan duduk dulu, kakek panggil nenek" kata Kakek bertongkat
Barry mengajak Tiara duduk di sebuah kursi kayu yang kokoh meski terlihat sudah kusam tak terawat...
Seorang gadis muda namun parasnya tak begitu cantik datang, membawa satu nampan berisi dua teh juga satu buah piring berisikan Pisang Goreng yang terlihat masih hangat..
"Silakan kak Barry di icip.." ucap Wanita itu
"makasih..." ucap Barry
"Sayang ayo minum dulu" kata Barry kepada Tiara yang masih memperhatikan. sekeliling nya..
sayang? Jadi ini wanita yang kak Barry ceritan pada kakek dan nenek..
cantik, pantas cintanya begitu tulus...
bahkan kulitku dengan ketiak nya pasti kebih muluz ketiak nya... hemmmm
"Tari...." Panggil seorang Wanita paruh baya yang duduk di kursi roda
"Yaa Buuu" Ucap Tari, wanita yang hemm mengagumi Barry..
Tari meboleh, berjalan mendekati sumber suara, mengertia apa yang harus ia lakukan kala itu...
Tari mendorong kursi roda mendekat dengan Barry dan Tiara, kemudian di susul oleh seorang kakek berambut putih membawa satu map berwarna kuning terang...
Barry dengan sopan memberi salam untuk nenek Isah...dan Kakek iman,, dengan sifat dan sikap Asli Tiara, maka Tiara melakukan hal yang sama dengan tulus dan penuh rasa santun nya..
Merekapun saling menyebutkan nama seraya memerkenalkan diri..
"Ini Tiara nek, wanita yang Insya Allah menjadi Isteri saya" ucap Barry
"Cantik, nenek juga melihat hatinya begitu cantik, bersih," Ucap nenek Isah
Tiara tersenyum tersipu malu...
"Maaf, tanpa mengurangi rasa hormatku Nek, kek... Sejujurnya ada apa ini?" Tanya Tiara dengan rasa penasarannya..
"sayang... mungkin ini akan membuat mu ga nyaman, aku akan bercerita secara detail dan perlahan... tapi kamu harus janji kalo kamu sakit kamu bilang dan aku gak akan melanjutkan cerita ini" Kata Barry menatap Tiara dalammm
Tiara mengangguk pasti...
"sebelum kamu kecelakaan, dua hari lamanya kita bermalam di pinggir pantai..." ucap Barry perlahan, lalu menunggu reaksi Tiara
"aku baik-baik aja, ayo lanjutkan" ucap Tiara kesal
"oh.. oke... nah kaamu ini sebelumnya telah menikah dengan Adam... " ucap Barry kembali tertahan
Oh wanita ini janda.. hemm
pasti centil ..
Batin Tari..
"Barry cerita semuanya, aku akan bilang kalo sakit!" kata Tiara kesal...
"oke maaf... Nah Adam meninggalkan barang kepemilikannya , yaitu Rumah mewah, tabungan deposit dan sebuah mobil...... malam dimana kita menginap, Kamu bilang pengen sekali menyewakan rumah adam untuk kepentingan orang banyak... dan Finally satu setengah bulan lalu rumah itu telah ada penyewa barunya," ucap Barry sambil membuka berkas di sebuah map kuning
"ini nominalnya, selama dua tahun" Ucap Barry membuat Tiara membulatkn matanya...
"nah uang hasil penyewaan ini akan aku berikan kepada 20 panti asuhan secara bertahap setiap bulannya..." kata Tiara
"sebanyak ini?" Kata Tiara melihat nominal yang cukup fantastis
"Iya sayang, salah satu penerima dana ini adalah Kakek Ima dan Nenek Isah..Ini panti asuhan milik mereka,, ada 25 anak yang seolah anak Yatim piatu, karena tak tau dimana orang tua mereka, bahkan sebagian gatau wajah orang tua mereka.... mereka di temukan satu persatu oleh kakek atau nenek di jalan.."
"Mereka sebagian sekolah Nak, ada yang sudah bekerja menyapu jalan di komplek, ada yang bekerja di tempat penyucian motor mobil" Ucap Nenek Isah
"Nak Barry banyak bercerita tentang dirimu meski hanya dua kali saja dia datang kesini, tapi anak-anak sangat menyukai Nak Barry..." Sambung Nenek Isah
Tiara mengangguk tersenyum...
"Kami Berterimakasih kepada Nak Barry dan Nak Tiara, karena kalian berkenan memberikan bantuan setiap bulan nya secara tetap, jadi anak-anak bisa bersekolah dengan tenang" Ucap Pak Iman
"hemm Kalo boleh saya tau, ada berapa anak-anak yang masih bersekolah?!" Tanya Tiara
"ada 19 nak... 13 bersekolah di SD.. 5 SMP dan satu di bangku SMA... Enam anak lainnya sudah lulus sekolah menengah pertama ada yang lulus SMA seperti Tari ini" Kata Nenek Isah
Tiara langsung menoleh ke arah Tari...
"Oh.. hmm Tari bekerja?" Tanya Tiara dengan ramah
"Enggak, Tari di temani Nur di rumah ini jaga Ibu dan Bapak, masak juga untuk adik-adik" Ucap Tari yang memanggil Kakek dan Nenek dengan sebutan Ibu dan Bapak..
"Oh begitu yaa" Kata Tiara mengerti
"Hemm Nek sebenarnya saya punya usaha kecil, saya sedang butuh pekerja Pria atau wanita, yaa memang pekerjaannya hanya sebagai waitrs saja, Tapi mungkin bisa menjadi batu loncatan adik-adik" Ucap Tiara penuh hati-hati
"Sayang... bahkan aku sudah menambah karyawan di Cafe, maaf aku belum sempat cerita karena aku juga lupa" Ucap Barry
"Oh gitu, aku gak tau kalo sudah ada penggantinya.... karena dua karyawanku sempat mengundurkan diri" ucap Tiara
hah? dia ingat dua karyawannya keluar dari cafe? kejadian itu kan sebelum kecelakaan itu terjadi...
"Hemm Nek, kek... sepertinya kita harus pamit" kata Barry sopan
"kenapa Buru-buru aku belum lihat anak-anak disini" kata Tiara kesal
"aku ada meeting jam 1 , nanti kita kesini lagi" Kata Barey menatap Tiara yang masih duduk
Tiara ouns bangkit dari duduknya, mereka berdua berpamitan pergi menuju Perusahaan...
apa harus gue tanyain, kenapa dia inget soal karyawan dia yang risgn? ah tapi nanti dia ga nyaman.... hemm
"Barry"
"iya sayang, setelah aku hitung nominal dari uang hasil sewa rumah dan pengeluaran setiap bulan selama 2 tahun ke 20 panti, aku rasa kurang cukup banyak" Ucap Tiara sambil ememgang ponselnya
Barry tersenyum kecil..
"tenang aja sayang, itu udah jadi urusan aku.. aku juga mau ikut berbagi lah.." ucap Barry terkekeh
"oh....."
"oh iyaaa... dimana kamu letakkan figura aku dan kak Adam? apa kamu menyimapannya dengan baik sesuai maunya aku?" Kata Tiara seolah mengintimidasi
hah bahkan dia ingat soal figura???
Barry menepikan mobilnya, lalu menginjak rem dan mengaktifkan rem tangannya...
Di Tatapnya Tiara...
Tiara hanya diam, ia rupanya tak pandai menutupi rahasia besarnya...
"Sayang, apa kamu ingat soal permintaan mu itu? kamu bilang itu satu hari sebelum kamu koma.... apa kamu sudah ingat semuanya???"
Tanya Barry dengan serius, menbuat Tiara serasa berada di posisi yang akan menengelamkannya dalam kobaran api..
"hem aku... ak.."
"jujur sayang" Ucap Barry lirih
"aku tau dari Syifa kalo aku di kasih rumah ka adam dan banyak foto kita disana" Ucap Tiara cepat
Wajahnya terlihat sangat gugup hingga bibir pinky nya berubah menjadi pucat..
jantungnya berdebar cepat...
"Ohh... aku pikir kamu ingat" Ucap Barry yang seketika semangatnya luntur
oh iyaa, pasti Syifa udah cerita semuanya...
taoi kenapa Tiara gugup? kenapa dia terbata-bata....
**********
Like nya
Komen nya
Vote nya
MANA HAHAHA