
Semua saling menatap..
"Pak, bu saya hanya bidan senior disini.. memang alangkah baiknya pasien di tangani oleh dokter kandungan, karena saat ini semua dokter Spog sudah selesai praktek jadi saya akan beri informasi sesuai yang saya tau..."
"terimkasih dok, Jadi sebenarnya bagaimana keadaan isteri saya? apa dia hamil sampai harus ke dokter kandungan" ucap Barry
Dokter wanita itu tersenyum..
"Saya sudah melakukan Tindakan USG saya menemukan gumpalan pada rahim, ada pendarahan di rahim isteri bapak, Tapi saya tidak tau itu janin atau memang hanya gumpalan darah yang luntur sehingga pendarahan"
"saya sudsh lab beberapa gumpalan tersebut namun hasilnya 2 jam dari sekarang, paling tidak bisa kami bacakan besok pagi bersama dokter kandungan"
"Makanya pak saya bertanya, apa isteri bapak pernah mengalami kecepakaan atau benturan pada bagian perut? karena kalo memang itu janin tentu tidak sehebat pendarahan saat ini" Ucap Bidan berpengalaman itu....
"Tapi pak, bu kami sudah menangani pendarahan tersebut, saya sudah kontek dokter dan sudah kita lakukan sesuai petunjuknya..."
"Dok, apa ini berpengaruh dengan keadaan rahim anak saya?" Tanya Ibu Erna yang menangis dan merasa sangat bersalah ..
Dokter itu tersenyum
"Insya Allah buu, tapi saya tidak bisa bilang apa-apa lebih baik besok ya buu kita dengar langsung dari dokter spesalis, saya sarankan pasien agar bedrest ya Pak, Buu... jangan banyak pikiran apalagi kegiatan nantinya"
"Baik dok terimaksih, bisa saya lihat isteri saya dok?"
"Isteri bapak akan segera kami pindahkan ke ruang rawat, tadi sepertinya sudah ada urus karena berkasnya sudah masuk" kata dokter itu mencari berkas di meja nya
"Oh iya itu adik saya"
"Baik bapak bisa tunggu di luar kita akan bawa Isterinya ke atas ya pak"
***
"Barry maaf kan mama" Ucao Ibu Erna saat mereka keluar ruangan
Dengan erat Barry memeluk Ibunya
"mama gak salah, mungkin ini cobaan untuk keluarga Barry mah... Barry mohon doakan Barry, kuatkan Tiara juga mah..." Barry sudah tak kuasa mebahan air matanya, ia mengingat kejadian dimana Tiara terbaring dengan banyak alat, dan saat ini ia kembali terbaring sakit..
****
Satu Jam Kemudian..
Tiara membuka matanya, matanya menangkap sosok suaminya yang berada di sampingnya duduk di kursi dan merebahkan kepalanya di samping tangan Tiara...
"Massss" Ucap Tiara Lirih
"Mas Barry" Tiara kembali mengulang sambil mengerakan tangannya
Barry terbangun...
"Eh iya sayang..." Barry begitu kaget karena tertidur terlalu lelap
"Aus Mas" Kata Tiara terseyum, membuat Barey mengambil minum di sebuah gelas dan membuka sedotan dari kemasan kertasnya..
"Abis maraton?" ledek Barry mendapati Tiara yang meminum segelas air
Tiara hanya tersenyum...
Barry mengangguk sambil mengusap rambut Isterinya..
"Masih sakit?" Tanya Barry
"sedikit, aku sakit apa mas?" Tanya Tiara
"Besok hasilnya keluar, aku harap apapun hasilnya kita harus lapang dada ya menerimanya" Ucap Barry tersenyum, namun Tidak dengan Tiara yang mengerutkan keningnya..
"oh iya sayang, apa setiap haid kamu sering seperti ini?" Tanya Barry
Tiara menggeleng
"waktu masih gadis si cuma pegel badan aja mas, tapi kayaknya tiga bulan ini hampir selalu nyeri kalo haid, Tapi puncaknya kali ini mas" kata Tiara mengingat-ingat
Astagfirullah,,, Tiga bulan terakhir? Tandanya setelah dia pulih dari koma? Yaa Allah sehatkan isteriku...
"Ada apa Mas? Dokter bilang apa emangnya?"
"Mas belum dapat kejelasan sayang, besok dokter spesialis akan berikan hasil lab sekali jelasin ke kita" Kata Barry
Tiara mengangguk, Tak ada perasaan apapun yang membuat dirinya berfikir terlampau jauh..
"Mass...."
"Yaa sayang???"
"Aku Laper Mas..."
Barry terkekeh
"Yaudah makan yaa, tadi mama udah beliin kita makan sebelum mama pulang"
"Mama pulang sama siapa mas? pasti aku bikin repot kalian ya" Kata Tiara merasa bersedih
Barry menoleh ke arah isterinya sambil memegang box nasi...
"mama pulang sama Fardhan dan Risa, kamu ga merepotkan cuma membuat kita semua jantungan" ledek Barry sambil meemgang remote bed dan merubah posisi Tiara menjadi setengah duduk
"kamu mah" Kata Tiara tersipu
"maafff" Kata Tiara Lirih
"Aku hanya bercanda sayang" Ucap Barry mencubit pipi isterinya lalu ia meraih box makanan dan duduk..
"Sudah, ayo makan" kata Barry membuka satu box Nasi goreng yang nampak masih hangat
"berdua yaa"
"Iya sayang, Mas suapin yaa..."
Tiara hanya mengangguk senang...
Kamu kuat Sayang, kamu hebat!!!
******