
Hari pun berlalu..
Hari ini Tiara mengendarai sendiri mobil nya menuju kantor... Mobil peninggalan Adam tentunya, sedikit terpaksa namun apalah boleh buat.. Sore Ini Barry akan terbang ke Singapura demi melayangkan Bisnisnya agar lebih maju.....
Tiara Tiba di kantor, ia lebih dahulu menuju meja kerja Prasetya, entah mengapa sejak kemarin Tiara sangat ingin bertanya soal Keadaan Ibu dari Prasetya...
Saat Tiara menoleh di lihatnya Prasetya tengah sibuk dengan Pc nya..
"Nona... Mengagetkan saja" Kata Prasetya yang kali ini menggunakan keje berwarna Biru laut dengan Dasi dongker polos.
Tiara tersenyum
"kamu terlihat Sangat tampan!" Kata Tiara membuat Prasetya tersipu malu...
"apa kemeja pinky dan dasi motif bungga mu sudah kau buang?" Tanya Tiara meledej
"Ah Tidak Nona.. Aku masih menyimpannya" kata Prasetya sedikit malu
"panggil aku Tiara!!!! dan satu lagi, buang saja pakaian berwana itu, aku gak mau kamu memakainya karena kamu akan menjadi sainganku di kantor ini" Kata Tiara membual
"Hemm Baik Tiara akan aku buang nanti" Kata Pras
"Bagus, akan aku belikan nanti jika aku mendapat gaji" Kata Tiara terkekeh
"Cih sombong, bukannya gaji mu lebih kecil dibawah ku?" ledek Pras dengan sikap gemulai nya yang belum hilang
"benarkah? ah harusnya aku jadi sekrtaris pacarku yaa" kata Tiara terkekeh
Pras pun terkekeh di buatnya
"hemm Pras, bagaimana keadaan Ibu mu?" Tanya Tiara sangat Hati-hati
Lras langsung merubah raut wajahnya, ia tertunduk..
di waktu yang sama Sarah datang sedikit tergesah-gesah
"Aku terlambat" katanya entah di tujukan pada siapa.
Tiara mengehla nafasnya, padahal mungkin jika Sarah tak datang Pras akan menceritakan keadaan Ibu nya...
Tiara berdiri dari hadapan Pras..
"ceritakan nanti, aku harap kau siap" kata Tiara dengan senyum mematikan
"Tenang, Barry dan Fardhan belum Tiba.. rapihkan rambut mu Sarah, kamu terlihat seperti belum menyisir" Kata Tiara menhampiri Sarah
"aku memang belun nenyisir Tiara.. aku kesiangan bangun" Kata Sara meraih tasnya mencari sisir di dalamnya
"Tenang saja, Barry baru berangkat dari rumah.. Cek lah ponsel mu, dia pasti meminta kamu memundurkan jadwal nya" Kata Tiara lalu beranjak pergi
"Makasih Ti.." Kata Sarah sedikit berteriak, Tiara menoleh dan memberi senyum manisnya...
**
"hey apa yang kau bicarakan sama Tiara? kalian terlihat begitu akrab" Kata Sarah sambil menyisir rambutnya
"eh tunggu.. kau terlihat tampan Tya..." Kata Sarah yang baru menyadari warna pakaian Prasetya...
"aku malas menanggapi pertanyaan mu, cepat selesaikan proses menyisirmu, kerjakan ini" kata Prasetya memberi setumpuk berkas
"What? Banyak nya...." kata Sarah
"Tiga berkas harus CEO bawa sore ini, jangan sampai lupa" kata Prasetya
"tentu, aku segera siapkan" Kata Sarah kemudian ia segera menghentikan aktivitas menyisirnya lalu bergegas mengerjakan tugasnya..
Prasetya memang terlihat lebih cekatan dari pada Sarah, namun itu pilihan Barry yang enggan memakai Pras sebagai sekertarisnya..
Namun Fardhan yang sudah mengetahui kinerja kedua sekertaris itu meminta Pras membantu menghandle pekerjaan Sarah, membimbing Sarah.. Karena hal itu Pras sering kali mendapat pujian dari Fardhan, begitu juga soal bonus yang Fardhan berikan sekedar untuk bensin harian atau uang makan siang...
Mendapat perlakuan sangat Baik dari Bos nya membuat Faedhan tentu semakin giat bekerja, meski beban hidupnya sangat berat...
****
Tiara tengah Asyik mengerjakan pekerjaanya bersama dua rekan kerjanya..
Tiba-tiba ponselnya berbunyi.. Sebuah nomer yang tidak ia kenal..
Ada rasa ragu ingin menerimanya, namun rasa penasaran nya lebih besar untuk mengangkatnya...
Tiara menggeser tombol hijaunya lalu meletakan ponselnya di telinga kirinya...
tangan kanannya masih memegang pulpen berwarna hitam..
Tiara tak mampu berkata-kata setelah mendengar ucapan dari si penelfon..
wajahnya seketika memucat, pulpen yang ia pegang terhempas ke lantai membuat Syifa dan Anwar menoleh ke arah Tiara..
Menyadari hal tersebut tiara bergegas menetralkan diri...
"kenapa ti?" Tanya Syifa sedikit panik
"aku ke toilet sebentar" Kata Tiara beranjak ke toilet meninggalkan ponselnya di atas meja..
Syifa dan Anwar saling menatap lalu syifa menaik turunkan bahu nya..
*
kamu akan terus menderita...
Suara itu masih terngiang jelas di telinga Tiara, otaknya seolah merekam sempurna ucapan tersebut dan entah mengapa seolah otaknya ingin memutarnya terus...
"aaaakkhhhh" keluh tiara sedikit kasar sambil melihat dirinya di cermin besar toilet kantor...
siapa kamu? apa mau kamu? -Batin Tiara
Tiara ingin sekali marah, entah kenapa emosinya kini agak sedikit sulit dikendalikan..
Tiara mencuci mukanya, Tak oerduli dengan makeup luntur, yaa memang Tiara hanya menggunakan pelembab dan lipstik nude saja...
Tiara menghela nafasnya berkali-kali, menarik dan membuang nafasnya gun membuang segala probelma sementara...
Tiars merasa sudah sedikit tenang, ia keluar dari toilet tersebut, Ia berjalan penuh kepastian menuju ruangannya..
"Tii.. di panggil pak Barry" kata Sarah yang baru saja mencari Tiara di ruangannya..
Tiara pun mengangguk
"oke makasih Sarah, aku habis dari toilet" Kata Tiara tersenyum lalu membelokan langkahnya mengekor Sarah...
Sarah terhenti di meja kerjanya sementara Tiara terus melaju menuju ruangan Barry...
Tiara mengetuk pintu ruangan itu hingga terdengar kata "Silakan Masuk" Barulah ia mendorong pintu itu lalu masuk menghampiri kekasihnya..
"Ada apa?" Tanya Tiara yang masih berusaha menenangkan dirinya
"kamu dari mana? aku chat kamu ga bales" Tanya Barry berdiri mendekati kekasihnya yang duduk di kursi tamu di hadapan meja Barry
"dari Toilet, masa ke Toilet aku bawa ponsel" kata Tiara sedikit ketus
"iya juga sih... hemm aku sebenarnya berat loh ninggalin kamu" kata Barry lirih sambil menatap wajah kekasihnya.
"Berapa lama memangnya?" Tanya Tiara
"tiga sampai lima Hari, aku janji weeknd sudah kembali" Ucapnya pada Tiara
"Baiklah, kamu harus jaga diri, jangan telat makan, ingat ibadah jangan bolong-bolong" kata Tiara sambil menatap lekat wajah Barry
"Tapi aku pasti medindukan muu sayang" kata Barry lirih
"kita masih bisa telfonan, video call, itupun kalo kamu ga sibuk" kata Tiara terkekeh
"Aku usahakan aku akan sisihkan waktu untukmu sayang"
Tiara mebgangguk
"jadi kamu pergi dengan siaa?" Tanya Tiara
"Dengan Prasetya" ucap nya
"Apah???"
"kenapa? Fardhan yang atur, dia bilang agar tidak ada salah faham kalo aku pergi bersama nya ..." kata Barry tersenyum sambil menyelipkan anak rambut ke sisi telinga Tiara
Tiara tersenyum, ternyata sejauh itu pikiran Fardhan...
Barry mendekatkan wajahnya dengan Wajah Tiara.. Diciumnya bibir sensual Tiara dengan lembut.. Tiadak ada penolakan dari Tiara, ia juga ikut menikmati ciuman yang begitu lembut itu... Meski tak begitu lama tapi membuat Tiara merasa tersipu malu...
"jangan nakal ya" ucap Barry mencolek hidung Tiara
"Kamu juga, ingat pesanku"
"aku akan mengintaimu lewat Prasetya" kata Tiara
"Dia mata-mataku" kata Tiara terkekeh
Barry pun ikut terkekeh lalu memeluk Tiara sangat Erat....
*********
Good Morning beybehhhh...
jangan lupa yaa kasih aku cemungut hehe
today up Tiga or Empat yaa karena aku libur..
uyeeeeee hHahaha
Aku ko seeneng yaa kerja masih selang seling gini antara WFO dan WFH hehehe
Ada yang sama????