
Bagai kebakaran jenggot.. Kevin memberi kabar ibunya via telfon agar segera melamar wanita pujaan hatinya..
tentu itu membuat Kinan ibunda Kevin terkejut bukan kepayang, Kakak Kevin pun ikut terkejut atas apa yang adiknya katakan itu.. bagai mimpi di siang bolong..
Kemal kakak Kevin pun menghubungi sang ayah yang memang memiliki bisnis travel di Sidney..
Benar-benar bagai petir di siang bolong, amarah keluarganya sempat memuncak, berfikir bahwa Kevin telah menghamili anak gadis yang kini meminta pertanggung jawaban..
Ibunda Kevin sempat merasa syok dan mengalami pusing kepala memikirkan anak bungsu nya itu...
Karena permintaan Kevin akhirnya Ibunda dan kakak kevinpun datang ke Bandung untuk melamar Alice secara kekeluargaan..
mendesak namun Sang kakak dan ibunda tau persis sifat Kevin yang tidak pernah main-main dalam mengambil keputusan..
***
Di kediaman Atmaja..
"Syifa..."panggil ibu Erna pada menantunya yang tengah berolahraga ringan di halaman belakang..
"Ya mam..." sahut Risa menghentikan aktifitas
"Mama mau ke Bandung yaa, kamu kabarin yang lainnya suruh nyusul yaa" kata Ibu Erna sudah sangat rapih berpakaian
"Loh mah, ada apa si mah?" kata Syifa bingung
"Itu, mama di kabarin adiknya Alm. papa katanya Alice mau lamaran besok malam, jadi kita disuruh kumpul, dan katanya menikahnya hari Sabtu ini" kata Ibu Erna dengan nada tak percayanya
"Apa??" kata Syifa tak percaya
"Di jodohin mah? kok mendadak"
"Hemm katanya ini cowoknya Alice , dan ga di jodohin... mama juga ga tau persis ceritanya sayang... "kata Ibu Erna
"Tapi mah, kita kapan nyusul mama" tanya Syifa
"hmm kalian datang pas pernikahan mereka aja sayang, kabarin Kaka ipar mu ya, kalian berangkat bersama aja... nanti di jalan mama coba chat Tiara..." kata Ibu Erna
"Yaudah mama hati-hati yaa, kabarin kita kalo mama udah sampai" kata Syifa sambil mencium bahu tangan ibu mertuanya
"Iya kamu juga baik-baik dirumah yaa, jaga cucu maama ini" kata Ibu Erna sambil mengusap perut buncit Syifa
"Iya mah, pasti" kata Syifa....
Alice mau menikah sama siapa? kenapa mendadak gini? apa Alice sudah lebih dulu ---
ah kenapa kotor sekali pikiran aku ... astagfirullahaladzim... Batin Syifa lalu ia segera memberi kabar suaminya via sambungan telfon...
Tentu kabar itu membuat Fardhan sedikit terkejut, Tidak pernah ia menyangka Alice akan menikah mendadak seperti itu..
***
Sore hari di Kota Bandung...
"Om saya mau izin ajak Alice ketemu mama saya di hotel, sebelum mama saya melamar Alice, boleh ga om?" kata Kevin dengan gentel
"hemm gimana yaa? kalo setelah melihat Alice mama kamu ga suka gimana?" kata Lukman membuat Kevin kembali mendebarkan jantungnya secara cepat
"gak mungkin si om,, Alice cantik, baik, sopan, santun, apalagi saya mencintai Alice pasti mama juga mencintai Alice om" kata Kevin
"Jangan pulang malam-malam ya" pesan Lukman seolah mengizinkan kepergian Alice..
"Baik om, kalo begitu saya pamit ya om" kata Kevin mencium pungung tangan Lukman di ikuti oleh Alice yang sudah menebar kebahgiaanya...
dalam perjalanan...
"Vin... apa yang buat kamu yakin banget mau menikah sama aku, padahal pendekatan kita cuma satu bulan by chating" kata Alice penasaran...
"hemm waktu kamu pingsan setelah alm.tante Mala di makamkan, aku yang bawa kamu ke kamar kamu, kamu masih menutup mata, aku merasakan rasa yang lain saat aku liat kamu nangis dan sedih, aku ikut sedih... menatap wajah sendu kamu juga buat aku merasa sedih dan pengen banget meluk kamu, tapi aku ga se kurang ajar itu... terus aku bilang di hadapan kamu ada rasa yang membuat jantungku berpacu cepat, kata orang itu cinta, tapi aku gatau rahasia Tuhan, makanya aku berucap jika kita berjodoh, maka kita akan di pertemukan oleh waktu, namun jika kita tidak berjodoh maka waktu akan mempertemukan kita dengan pilihanNya..."
kata Kevin sambil menggenggam erat tangan Alice
"boleh aku jujur?" kata Alice Lalu Kevin mengangguk
"Aku pernah melihat ketenangan di matamu saat mama berurusan dengan polisi soal kasus pencurian sertifikat, disitu aku yakin kamu memiliki sosok lain dalam masalah yang menimpah sahabatmu.. sempat ada rasa simpatik dalam diri, tapi aku dengar kamu suka sama Risa, hemm aku merasa jika itulah wanita yang pantas untuk pria seperti kamu,.... ehh tapi ternyata kamu malah di tinggal Risa ..." kata Alice di akhiri dengan nada meledek membuat Kevin merasa malu
"hemm kamu ga jadiin aku pelampiasan atas gagalnya kamu dan Risa kan Vin?" kata Alice dengan kekhawatirannya...
"Demi Tuhan, Enggak!!!" kata Kevin tegas
"Aku mengagumi Risa, tapi aku ga pernah se gugup itu berada di dalam rasa berdebar, rasa bersensor hebat aliran darah, itu gak aku temukan Lice, Percayalah.... " kata Kevin tulus ...
"Aku percaya..." kata Alice singkat namun menenangkan
"Percaya pada takdir baik itu ternyata obat paling mujarab dalam hidup sehat lice... kalo aku ga percaya akan hadirnya jodohku, mungkin aku udah gila memikirkan sahabat-sahabat aku menggandeng pasangannya kemana-mana..." kata Kevin mengingat para sahabatnya bersama pasangannya
"Apa kamu cerita soal kita Vin?" Tanya Alice
"enggak sama sekali, aku takut mereka malah meledek aku, dan mengira aku hanya main-main, tapi kalo sudah begini, mereka pasti syok, apalagi Roy .. Roy pasti langsung jantungan dengar kabar kita mau menikah Minggu ini" kata Kevin tertawa smabil membayangkan Roy mengaga sambil memegangi dadanya
"Hahah jail ya kamu" kata Alice ikut terkekeh
"ini balasan untuk mereka yang selalu meledek aku" kata Kevin sambil tertawa terbahak-bahak...
*****
Roy kalah guyssss... hahaha