
Satu hari berlalu..
Syifa belum juga sadar meski keadaan berangsur membaik.. Fardhan memilih menghabiskan banyak waktu menemani Syifa , menurutnya saat ini syifalah yang lebih membutuhkan suport darinya..
"Sayang makan dulu, mama bawain makanan.. biar Syifa mama yang jaga" kata Ibu Erna pelan mengingat tidak di perbolehkan banyak yang masuk ke dalam ruang IcU itu...
"nanti mah, Syifa juga belum makan dari kemarin kan mah, kasian" kata Fardhan lirih
"Iya sayang, itu Syifa udah ada infus pasti dia ga kelaperan kok... yuk, di depan juga ada ayah sama bunda, ga enak loh Dhan" kata ibu Erna memberi pengertian
"Iya mah, Adhan titip Syifa mah, jagain ya mah, takut dia bangun nanti kesakitan" kata Fardhan dengan segala kepanikannya.. membuat ibu Erna mengerti akan perasaan anaknya yang mendadak menjadi melow seperti itu...
*
"Mau bunda suapin Dhan?" tanya bunda
"Enggak bunda, makasih... bunda sama ayah udah makan?" tanya Fardhan
"sudah, kamu harus kuat, kamu kepala rumah tangga, Allah sedang menguji rumah tangga kalian dengan ini... harus tabah, ikhlas ya" kata Ayah Syifa menepuk pelan bahu menantunya
"iya ayah, makasih..." kata Fardhan menahan tangisnya
yaa Allah sadarkan isteriku, aku ga sanggup terlalu lama seperti ini, diam dalam keadaan seperti itu membuat aku hancur yaa Allah...
Batin Fardhan sambil menyuapi diirnya dengan nasi dan lauk...
"Pak Fardhan, isteri bapak sadar" kata Suster dari balik pintu membuat Fardhan dengan cepat meletakan Lunchbox di bangku dan berlari masuk ke dalam tanpa menghiraukan kedua mertuanya
"Anak kamu bener-bener bikin anak orang gila Bun" kata Ayah pada bunda yang tengah merapihkan lunch box Fardhan
*
"Sayang... hiks hiks " Fardhan menangis menghampiri isterinya memeluk isterinya
"aww sakitttt" kata Syifa mengeluh pada perutnya yang sedikit terkena tindihan Fardhan
"Maaf .. maaaff" kata Fardhan panik
"Kamu kenapa nangis? Anak kita???" kata Syifa menggantung melihat wajah sendu suaminya
"Anak kita baik-baik aja sayang, dia pasti seneng kamu udah bangun sekarang" kata Fardhan mengusap air matanya
"Astagfirullah aku tidur berapa lama?"
"Dua puluh tujuh jam sayang" kata Fardhan tersenyum seketika membuat Syifa menangis
"Anak aku gimana? aku mau liat anak aku" kata Syifa berusaha bergerak namun terasa sedikit nyeri di bagian perut bawahnya
"Sayang jangan dulu yaa, kamu pelan-pelan harus bergeraknya, bentar lagi dokter dateng"Kata ibu Erna menahan menantunya
"Mah.. maafin Syifa yaa , selama jadi menantu mama belum bisa jadi yang terbaik, meski sulit menjadi sempurna... Syifa baru ngerasain sakitnya mau melahirkan mah,. Syifa ga kuat" kata Syifa menangis tersedu
"Sttt kamu sudah berjuang sayang, kamu berhasil.. mama juga tidak pernah merasakan kekurangan dalam diri kamu, kamu terbaik bagi mama dan Fardhan" kata Ibu Erna memegang jemari isterinya
"Kakak.... mana yang sakit kak?" kata bunda
"engga ada Bun... Bun maafin Syifa, maaf belum bisa jadi anak yang berbakti buat ayah sama bunda, Syifa benar-benar ga kuat kemarin Bun, sakit luar biasa" kata Syifa jujur dalam tangisnya
bunda langsung menghambur ke pelukkannya
"iya sayang, udah yaaa jangan bahas lagi" kata bunda yang tak pernah kuat saat ucapan itu muncul dari ucapan anak-anaknya
"Aku mau liat anak aku" ucapnya lirih
"Iya tunggu dokter dulu yaaa sayang" kata Fardhan berjanji lalu di angguki oleh syifa
***
Satu jam berlalu, Syifa sudah di pindahkan ke dalam ruang perawatan, dan sudah belajar membolak-balikan tubuh, serta sudah belajar duduk dengan susah payah...
"Nyeri ya?" Tanya Fardhan
"Bukan seberapa nyerinya si sayang, tapi seberapa ngeri nya hehe aku nya takut sakit jadi nya kaku ngegerakinnya" kata Syifa jujur
"Yaudah ih ayok liat baby" rengek Syifa..
"Sabar dong kak" kata Bunda
"Pokoknya ganteng kaya ayah" kata Ayah dengan pedenya
"Mirip kaya suami ifa lah yah" kata Syifa tak terima membuat semuanya tertawa
"Haduh, ayah kalah lagi" kata Ayah menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Yaudah ayo duduk di kursi roda, aku bantu atau aku gendong??" tanya Fardhan
"Bantu aja, biar aku tau nyaman nya gimana" kata Syifa jujur
Akhirnya dengan perlahan pun Syifa beranjak dari kasur ke kursi roda..
lalu fardhan, ibu Erna, bunda dan ayah mengantar Syifa kendalam ruang NICU bayi, namun hanya Fardhan dan Syifa yang di perbolehkan masuk...
"Assalamualaikum prince, ini mama sayang... sabar ya nak, mama berusaha kasih kamu asi, kamu yang kuat, cepet tumbuh dan kuat yaa hiks hiks hiks" kata Syifa menatap lekat bayinya itu
"Sayang jangan sedih nanti dia ikut sedih loh" kata Fardhan mengusap bahu Syifa
"enggak dong, mama ga sedih.. mama seneng bisa bawa kamu lahir ke dunia.. sekarang mama harus lebih kuat lagi buat kedepannya... " kata Syifa menyenangkan dirinya sendiri meski tak dapat di bohongi jika hatinya hancur melihat sang buah hati harus di pasangkan beberapa alat di tubuhnya
Fardhan tau perasaan sedih yang tengah di sembunyikan oleh isterinya itu, Fardhan berusaha menenangkan Syifa dengan senyum lebarnya..
memang saat ini Syifa butuh support banyak orang, selain karena agar produksi ASI-nya lancar, ia juga masih dalam pemulihan 0asca operasi melahirkan kemarin...
***