
Barry berkali-kali membaca pesan dari isterinya, Mas Barry? haha gadis ini selalu banyak kejutan..
Barry penasaran jika ucapan itu keluar langsung dari mulut isterinya..
"Pasti sangat sexy jika dia memanggilku Mas Barry" Barry bermonolog sendiri sambil cekikikan...
Dengan segera Ia menghubungi isterinya itu, Tiara nan jauh disana jadi salah tingkah mendapat panggilan telfon dari suaminya..
Risa hanya terkekh melihat tingkah kaka iparnya yang terlihat panik itu..
hallo.. Assalammualikum Sayang...
Waalaikumsalam..
Kenapa lama angkat telfonnya? apa Mas Barry mu ini mengangguku? Barry menahan tawanya meski sesungguhnya ia benar-benar tertawa tanpa suara
kamu meledekku? Tiara merasa sangat malu, Risa tau keberadaanya sedikit membuat Tiara cangung, ia membawa ponselnya keluar kamar tanpa seizin Tiara
Aku? Aku atau kamu yang meledek hemm? Barry masih terkekeh membayangkan wajah isterinya
yang benar aja, masa aku yang meledek
coba deh, panggil aku Mas Barry
Barry benar-benar menahan tawanya membayangkan wajah isterinya...
bentar-bentar...
Barry mengalihlan panggilan itu dengan panggilan Video
Terima sayang! atau aku susul kamu sekarang...
Barry mengancam membuat Tiara cepat menerima panggilan Video itu...
Huh kamu ini...
Tiara seolah mengumapat tak ingin menampakan wajah malunya..
Ayo sayang, panggil aku.. Mas Barryy..
Barry berucap sambil tersenyum lebar
gak mauuu
huh sungguh berdosa sayang mengabaikan perintah suami
Tidak semua, kalo merugikan aku bagaimana? apa itu berdosa?
heyyyy, ini tidak merugikan loh... kan tadi kamu duluan yang chat aku Mas Barry.....
Aku cuma Ngetes hehehe
Emang ada apa si kok kamu tiba-tiba ngomong gitu
Nanti aku ceritakan yah, aku mau keluar nemenin risa di teras
huh!
panggil aku Mas Barry dulu...
ehemm....
Mas Barry , udah dulu ya telfonya..
sampai bertemu lusa.. I Love You Mas Barry
Aku suka sama panggilan baru itu..
baik, jangan terlalu larut ya! Love You and I miss you sayang... Assalammualaikum..
Iya.. waalaikumsalam...
*******
Tiara menghampiri Risa yang tengah memainkan ponsel nya..
"Kamu lagi galau ya?" Kata Tiara memecah kesunyian
"huh bikin kaget aja, Enggak kok Ti..."
"hemm sejak kapan kamu pandai berbohong? ceritalah aku ini pandai menjaga rahasia" kata Tiara menggoda Risa
"Iyaa.. sepertinya aku memang harus bercerita Ti..." kata Risa kemudian menghela nafasnya
"apa tentang Reza?" Celetuk Tiara
Risa merasa tersentak! bagaimana Tiara bisa tau tentang Reza dengan dirinya..
"Sorry, aku ga sengaja liat panggilan masuk Reza tadi sore, pas aku lihat itu nomer Reza sepupuku.. sejak kapan kalian dekat?" Tanya Tiara dengan santai
"Sejak kalian berangkat bulan mandu, Kami hanya chatingan sejauh ini Ti.. tapi entah kenapa ada rasa rindu, malu, senang, khawatir... ahh begitu lah" Kata Risa kemudian berdiri dari kursi kayu bersender pada tiang rumah itu..
"Reza memang pandai membuat siapa saja nyaman Ris, dia orangnya hangat, supel, care..."
"iya .. tapi aku takut salah, aku juga takut terlalu dalam menyikapi perasaan ini, aku sadar kalo kemudian rasa ini akan membuat kita sama-sama sakit..." Ucap Risa sedikit frustasi
"hah? maksud mu gimana Ris?"
"Kak Barry dan Kak Fardhan pasti ga setuju aku deket sama Reza, pekerjaan Reza terlalu beresiko untukku, adik perempuan mereka.." kata Risa membuat Tiara sedikit mengingat hubungannya dengan Adam..
"Dulu ibuku juga ga setuju Ris waktu dia tau aku dan Alm Adam berkomitmen, dia takut aku ga siap sering di tinggal suami, harus kuat mental saat-saat cuaca buruk, berita pesawat hilang sinyal dan lain-lain" Kata Tiara mengingat masa perjuangannya meyakinkan Ibu Sulis
"Menurutku, Cinta mengalahkan segalanya Ris.. kalo kamu sudah yakin akan hatimu, dan kalian mau sama-sama berjuang kenapa engga? Toh Barry juga sangat amat memperjuangkan aku seorang Janda demi cintanya😊"
Risa mengehela nafasnya, kali ini ia benar-benar tenang mendengar ucapan Tiara..
"tapi aku juga gatau Rasaku ini sama apa engga sama Rasa yang Reza rasakan terhadapku, aku takut ini hanya bertepung sebelah hati Ti...."
"Sabar, lama-lama kamu juga bisa merasakan sendiri Ris, Cinta ga perlu di ucap tapi di rasakan..." Kata Tiara
Risa diam, ia kemudian memandang langit yang gelap bertabur bintang bercaya..
Yaa Allah jika memang dia, permudahlah...
*****